BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.


4 Komentar

Tentang Cinta Dan Konflik Ayah-Anak

Hari Kamis lalu, persis tanggal 8 November 2018 saya sengaja menyempatkan ke bioskop sendirian buat nonton film A Man Called Ahok. Padahal dealine kerjaan di depan mata, dan sorenya udah ada janji meeting sama partner kerja, tapi pokoknya harus nonton. Jadi jam 12 siang saya sudah duduk cantik di lobby bioskop di Blok M Square, barometernya film Indonesia. Tsah! Baca lebih lanjut


6 Komentar

Luka? Nggak Apa-apa!

Dear daughter,

When you started gymnastics training just two years ago, neither you nor me had imagined you’d be flying to where you are now. You enjoyed this as a spare-time activity and I said, “Why not?”.

You trained hard and had fun at the same time at @circlegymnastics. You made friends, you shared laughters and joy. You have each others’ back, that what’s beautiful. Your hands were bleeding from practices on the bars, but you kept on going. You listened well to your coaches & prayed before each game. Your perseverance paid off. Baca lebih lanjut


8 Komentar

Demi Udara Lebih Segar, Tubuh Lebih Bugar

Belakangan ini saya baca di situs berita, katanya polusi udara Jakarta dan sekitarnya semakin parah, sudah sampai tingkat mengkhawatirkan. Nggak heran sih, macetnya jalanan pasti bikin makin polusi. Nah, saat pulang kerja, sampai rumah atau apartemen tentu inginnya mendapatkan suasana dan udara yang segar ya…. biar badan kita juga seger. Gimana caranya? Baca lebih lanjut


18 Komentar

Fajar & Rian, Doamu Terkabul!

Serunya Asian Games masih membekas sampai sekarang, meskipun sudah nonton closing ceremony-nya Minggu malam lalu. Iya, saya susah move-on dari Asian Games, apa lagi pertandingan badmintonnya. Duuuuh rasanya pengin deh Asian Games tiap Minggu… (tapi kesian atletnya capek!). Baca lebih lanjut


6 Komentar

Berkenalan Dengan APRIL Di Pangkalan Kerinci

Sejak kecil setiap hari hidup saya bersentuhan dengan kertas. Buku tulis, bon restoran,
hingga skripsi mahasiswa yang baru selesai setelah saya kejar-kejar setiap hari, semuanya memakai kertas. Sudah lama saya tahu, kalau kertas dibuat dari pohon. Tapi
seperti apa pembuatannya, baru saya ketahui minggu lalu ketika berkunjung ke
Pangkalan Kerinci, Riau. Baca lebih lanjut