BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.


30 Komentar

Lokasi Syuting Drama Korea Jadi Tempat Wisata

Korea Selatan semakin maju, melalui ekspansi budayanya. Lagu-lagu K-pop, dramanya yang mampu membuat para perempuan baper karena para pemainnya yang cute dan ganteng gemesin. Selain itu, tren fashion Baca lebih lanjut


29 Komentar

Balinale 2014, Keakraban Dalam Festival Film

Memasuki area cinema XXI di Kuta Beachwalk tempat Bali International Film Festival alias Balinale 2014 digelar, langsung terasa suasana akrab dari sapaan ramah petugas meja ticketing yang terletak di samping ticket box reguler milik bioskop. Masih banyak hal keren di festival ini. Baca lebih lanjut


85 Komentar

Sherlock: High Functioning Sociopath

Sherlock, on BBC One. This whole series is a genius work. Sungguh saya angkat topi buat Mark Gatiss dan Steven Moffat, dua pria sebagai dalang dibalik suksesnya serial ini. Menghidupkan kembali karakter yang begitu ikonik dan populer, dalam setting jaman yang sudah jauh lebih maju, tentu bukan pekerjaan gampang. Sherlock ini keren karena…


32 Komentar

Kaum Muda Indonesia Tempo Dulu

Sebuah cerita pendek tentang kaum muda Indonesia tempo dulu yang dimuat sebagai cerpen kemerdekaan di Harian Suara Merdeka bulan Agustus lalu begitu mengusik saya, sehingga ingin rasanya saya membaginya dengan siapapun pembaca blog ini. Baca lebih lanjut


12 Komentar

Film Dan Social Media

Pernahkah kamu mendengar judul film Hari Ini Pasti Menang? Atau mungkin pernah berinteraksi dengan tokoh utamanya, Gabriel Omar, yang suka cerewet di twitter dengan akun @gab_omar itu? Yup, film ini memang serius memperhitungkan social media sebagai salah satu media untuk memperkenalkan dirinya. Baca lebih lanjut


22 Komentar

ARGO: Oscar Winner Controversy

Argo, film karya sutradara Ben Affleck baru saja dinobatkan sebagai film terbaik di Academy Award dan membawa pulang piala Oscar tahun ini. Pengumuman pemenangnya pun dibacakan oleh Michelle Obama melalui live-feed dari gedung putih. Kedua hal ini sontak memicu reaksi keras dari pemerintah Iran. Mereka menuding Oscar kali ini dipolitisir, dan Argo adalah film propaganda Amerika untuk menyudutkan reputasi Iran di mata dunia internasional. Baca lebih lanjut


7 Komentar

Zero Dark Thirty

Tanpa perlu berkoar-koar tentang emansipasi dan kesetaraan gender, Zero Dark Thirty adalah film feminis yang sesungguhnya. Film ini berkisah tentang Maya, seorang agen CIA yang ditugaskan untuk melacak keberadaan Usama Bin Laden pasca tragedi 9/11 tahun 2001 yang menewaskan lebih dari 3000 nyawa itu. Baca lebih lanjut


18 Komentar

My Best Movies in 2012

Sebentar lagi tahun 2012 berakhir dan dunia belum kiamat. Kali ini ramalan suku Maya meleset (semoga tidak ada keturunan suku Maya yang bisa berbahasa Indonesia dan membaca blog post ini). Jadi selagi kiamat masih jauh, sekarang kita nikmati saja hidup dengan menonton film dan menulis tentangnya. Cukup banyak film bioskop dan serial TV bagus yang saya nikmati sepanjang tahun 2012 ini, dan berikut 9 judul yang paling saya sukai. Baca lebih lanjut


28 Komentar

Langit Ke 7: Sebuah Kolaborasi Cantik

Hari ini film Langit Ke 7 rilis serentak di jaringan bioskop Indonesia dan saya bersyukur sudah menontonnya pas premier dua malam sebelumnya. Acara premiernya sendiri boleh dibilang ‘Wow’ karena dikemas menarik. Lobby XXI di eX menjadi lautan warna hitam, dipenuhi tamu yang berpakaian sesuai dress code glam black. Clear yang menjadi sponsor utama film arahan Rudi Soedjarwo ini melakukan full branding dengan photo wall-nya dan product placement di meja-meja dan ticket counter. Sayangnya rangkaian produk perawatan rambut yang cukup menggoda ini tidak boleh dibawa pulang. Atau sebenarnya boleh tapi saya-nya aja yang malu minta? Hehehe… Baca lebih lanjut


14 Komentar

A Separation: Film Sederhana Yang Jenius

Sudah lama saya nggak nonton film yang sesederhana sekaligus sebagus ini. A Separation, film Iran karya sutradara Asghar Farhadi menjadi pemuas dahaga yang menyejukkan. Film ini secara teknis sederhana saja, bahkan adegan pembukanya ‘hanyalah’ sepasang suami istri yang mengemukakan alasan perceraian di muka hakim dengan kamera yang statis. Lalu cerita bergulir pada akibat perpisahan mereka (yang belum resmi bercerai), sebuah misteri pun sedikit demi sedikit terkuak. Baca lebih lanjut