BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.


46 Komentar

Kabut Asap Di Raja Ampat

Rasanya tidak berlebihan jika Raja Ampat disebut sekeping surga di bumi. Keindahan alamnya memang luar biasa memukau, belum lagi dengan keragaman biota laut dan keramahan masyarakatnya. Kalau nggak diving, ngapain aja di Raja Ampat? Baca lebih lanjut


37 Komentar

Traveling Bikin Kulit Gosong?

Pas balik dari traveling, pasti ada aja temen yang komentar kalau kulit saya lebih gelap. Saya sih santai aja, dari sononya udah coklat, mau diapain? Tapi… ada tapinya…

Baca lebih lanjut


84 Komentar

Festival Danau Sentani Dan Hujan Bulan Juni

Awan tebal bergulung di atas Danau Sentani, Papua. Saya memandang ke langit dan berdoa dalam hati, semoga awan kelabu ini segera pergi. Hari itu, 20 Juni 2015, saya dan beberapa teman menempuh penerbangan 6 jam Baca lebih lanjut


56 Komentar

Wonderful Indonesia: Raja Ampat, Wisata Yang Membuka Mata

Siapa yang nggak pengin ke Raja Ampat? Saya belum pernah ke Raja Ampat, meskipun sudah banyak sekali cerita tentang tempat indah ini. Lalu, belum pernah ke sana kok menulis blog post ini? Sabaaar… Posting ini adalah bentuk afirmasi saya. Soal Raja Ampat itu


22 Komentar

Di Balik Papua Berkisah

Niatnya Hang Out, Jadinya Ngelawak

Novel perdana saya, Papua Berkisah belum lama ini diterbitkan dan sudah tersedia di toko buku. YAY!! teriak dulu sebelum diteriakin orang. Nah, sebagai novelis newbie, saya buta soal promo buku, tapi saya pikir sukses atau tidaknya sebuah novel (dan karya lain) cukup tergantung pada promonya. Banyak karya yang biasa saja, tapi karena promonya gencar, jadinya laku.  Kisah saru dibalik Papua Berkisah


62 Komentar

Novel Papua Berkisah

Senang, excited dan cemas adalah sedikit kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat seorang teman mengirim foto via twitter bahwa novel perdana saya, Papua Berkisah, sudah dia temukan di toko buku. Ah! Terima kasih kepada penerbit Loveable. Setelah lima tahun cerita itu tersimpan dalam hard disk saya, akhirnya sekarang novel Papua Berkisah bisa dinikmati semua orang.
foto Papua Berkisah di toko Baca lebih lanjut


114 Komentar

Papua Berkisah

Saat ini saya lagi harap-harap cemas, menanti kelahiran bayi saya yang ke sekian. Nope, bukan bayi yang bisa nangis oek-oek, tapi novel perdana saya. Setiap karya, biasanya sih skenario film layar lebar atau project dokumenter, bagi saya seperti bayi yang saya persiapkan kelahirannya sebaik mungkin sebelum saya antar untuk melihat dunia, bertemu orang-orang di luar sana dan berinteraksi dengan mereka. Terus, kayak apa novelnya?


15 Komentar

Pasar Pagi Nabire, Papua

Matahari masih malu-malu saat kami mulai berjalan kaki menuruni bukit. Aku dimasukkan ke dalam noken, duduk manis bersama setumpuk singkong yang akan Mama jual. Mama memanggul kami dengan menyelempangkan tali noken ke kepalanya, berjalan cepat menerabas semak dan melintas kampung. Aku suka digendong dalam noken. Jalinan tas kulit kayu ini memantul seirama langkah mamaku, rasanya seperti diayun. Baca lebih lanjut


21 Komentar

Nabire: Perayaan Kemerdekaan?

Tahun ini untuk pertama kalinya saya merayakan hari kemerdekaan RI di Nabire, Papua Barat. Yup, sejak orang tua saya pindah ke sana 21 tahun lalu, baru sekarang saya ‘mudik’ ke Nabire. Peringatan 17 Agustus di kota kecil yang terletak di teluk Cenderawasih ini sangat berbeda dari acara Agustusan di Jawa pada umumnya. Saya nggak pernah membayangkan sebuah kota kecil di pelosok Papua ini mengadakan street carnival yang meriah untuk memperingati hari kemerdekaan RI, pemerintah republik yang telah dengan semena-mena mengeruk kekayaan bumi Papua.

Image Baca lebih lanjut