BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Korea Selatan: Di Busan Tiga Hari, Ngapain Aja?

129 Komentar

Seminggu bukanlah waktu yang cukup untuk menjelajah Seoul dan Busan. Tapi kalau memang cuma segitu waktu yang kita punya, mari diisi dengan seasik mungkin! Tulisan ini baru bagian pertama, bakal ada kelanjutannya. Kali ini saya pergi tanpa menyusun itinerary sama sekali. Mumpung traveling sendirian, saya bebas melangkahkan kaki, termasuk kalau berubah pikiran. Okay, jadi bermodalkan peta gratisan yang tersedia di information center di bandara, inilah hal-hal seru yang saya lakukan di Busan dan Seoul.

Day 1: Haeundae beach & nyasar di hutan!

Saya tiba di bandara Gimhae tanggal 27 Oktober 2014 jam 9 pagi, antre imigrasi, lalu menukar 20 dollar di money changer airport, cukup untuk naik bis ke penginapan dan makan siang. Tarif bis eksekutif ini 7000 won (1 won setara dengan Rp 11, jadi ongkos bis ini Rp 78.000), bisnya bagus dengan kursi empuk.

Saya pun berbisik pada pak supir yang sedang bekerja, “Pak, saya turun di Novotel Haeundae, ntar kalo udah sampai kasih tau ya?”

Apakah saya bisa bahasa Korea? Tentu tidak. Apakah pak supir bisa bahasa Inggris? Tidak juga.

Jadi setelah gagal berkomunikasi verbal, saya terpaksa berbicara pakai bahasa kalbu, alias menulis ‘Novotel Haeundae’ di kertas, dan dia mengangguk-angguk tanda mengerti. Bis bertolak dari airport membelah kota Busan dengan pemandangan yang keren, terutama pas lewat area pantai. Tak terasa satu jam berlalu dan saya tiba di tujuan, Novotel. Apakah saya menginap di situ? Tentu tidak. Males amat bayar 1.5 juta lebih permalam cuma buat mandi sama bobok sendiri.

Saya menginap di 24Guesthouse yang letaknya di seberang Novotel. Soal guest house keren ini saya ceritakan terpisah ya, klik di sini. Saya sampai jam 11 siang, padahal baru bisa check in jam 3 sore, jadi titip tas di resepsionis guesthouse lalu jalan kaki bermodalkan peta mengelilingi area pantai Haeundae. Pantai ini modern dan nyaman banget buat jalan kaki, jogging atau duduk-duduk cantik. Tapi dari sekian banyak pengunjung, nggak ada yang mandi di pantai lho!

Screen shot 2014-11-13 at 11.12.30 PM

This stream used to be dirty & heavily polluted, until a major cleaning project that finished in 2005.

A post shared by Swastika Nohara (@swastikanohara) on

.

Lalu saya iseng jalan ke hutan kota di area Dalmaji, karena di peta kayaknya ada sebuah pagoda cantik dan dijanjikan pemandangan yang spektakuler. Saya kan lagi belajar selfie pakai tongsis baru, jadi pemandangan yang spektakuler itu sangat menggiurkan buat background selfie. Meskipun buta bahasa Korea sementara petunjuk jalan semua berbahasa Korea, tapi saya nekat, cuma modal liat peta.

Setelah berjalan 500 m di trotoar, ada jalan bercabang masuk ke hutan pinus. Signage di tepi jalan membuat saya tertarik masuk ke area hutan di sisi tebing pantai yang curam ini. Tulisannya, ‘The best photo spot, 3.7 km’. Aiiih, bisa aja deh dinas pasriwisata Busan mengiming-imingi pelancong banci foto macam saya…. Maka masuklah saya ke area hutan pinus itu. Jarak yang tertulis 3.7 km tidak membuat saya gentar meskipun nanti ternyata gempor.

Baru beberapa ratus meter melangkah saya melihat alat aneh kayak bor listrik. Melihat posisinya di tepi jalan, ini jelas sebuah fasilitas publik. Tapi buat apa? Masa iya orang mau kerja pertukangan di tengah hutan? Saat saya masih menebak kegunaan alat ini, lewat seorang perempuan, dan saya nekat bertanya meski saya menduga akan mendapat jawaban dalam bahasa Korea. Bener juga…. si mbak berusaha menjawab dan menjelaskan kalau alat ini menembakkan udara bertekanan tinggi untuk membersihkan sepatu!!! Aiiiih… baik banget kan pemkot Busan, sampai memikirkan kebersihan sepatu warganya sehabis jalan kaki di hutan.

PhotoGrid_1415870251309

Setelah berjalan sekian kilometer dan super pegel karena ternyata rutenya nanjak, sampailah saya di tempat yang disebut ‘the best photo spot’ itu, sebuah anjungan kayu di atas tebing menjorok ke laut lepas. Pemandangan dari tempat ini memang amazing… memandang teluk dari ketinggian, saya langsung membayangkan adegan di film The Admiral: The Roaring Currents tentang pertempuran laut tentara Korea. Dengan sigap saya keluarkan senjata andalan: tongsis. Jadilah foto ini. Serius ini foto pakai tongsis. Nggak keliatan tongkatnya kan?

20141027_123649_1

20141027_132732_1

Saya masih penasaran mencari sebuah taman dengan pagoda seperti terlihat di peta. Padahal kaki mulai pegel karena berjalan kaki non-stop selama 3 jam, pakai nanjak pula. Akhirnya setelah bertanya sana-sini, sampai juga di pagodanya yang ternyata…… kecil! Hahaha… Gapapa deh, dari pada penasaran. Musim gugur, jam 5.30 sore matahari sudah raib. Saya bergegas jalan kaki (lagi) selama 50 menit ke guesthouse kece itu. Malam harinya saya jalan ke pantai Gwangan yang keren  bermandikan cahaya.

Day 2: City Tour dan Taejongdae Natural Park

Untuk pertama kalinya dalam hidup saya memutuskan naik bis city tour! Biasanya saya malas naik bis beginian karena ‘turis banget‘. Tapi kali ini saya pengin santai, nggak usah kebanyakan mikir, jadi saya nggak sepenuhnya rela merogoh kocek 15.000 won (Rp 166.000) untuk naik bis hop-on hop-off keliling kota Busan. Tiketnya bisa langsung beli di atas bis, sediakan uang pas.

Bis ini akan berhenti di spot-spot menarik sepanjang rutenya, penumpang boleh turun di mana saja dan naik bis berikutnya dengan menunjukkan tiket yang berlaku sehari penuh. Ternyata seru juga naik bis tingkat dengan atap terbuka ini! Saya bareng rombongan turis oma-oma dari Cina yang berisik banget namun baik hati memberi saya jeruk mandarin manis segar, dan menawarkan anaknya untuk jadi jodoh saya. Tawaran yang terakhir itu jelas saya tolak dengan tegas tapi lembut.

PhotoGrid_1415871170774

Stop pertama: the largest shopping mall in the world! Aha! Di depan mall di Sentum City (iya, namanya Centum City) ini sampai ada monumennya. Apakah saya belanja? Males banget. Cuma foto-foto aja sambil menunggu bis berikutnya 30 menit kemudian. Sempat ngintip sebentar, di dalamnya ada Busan Spa Land dan Cinema Center. Spa Land ini sempat dinobatkan sebagai ‘The Most Outrageous Sauna‘ saking mewahnya :)) Pengunjung harus menggesek kartu kredit senilai 12.000-14.000 won (week end lebih mahal) dan akan ada biaya tambahan tergantung servis spa yang kita pilih. Disarankan meluangkan waktu 4 jam untuk menikmati spa ini. Wah… saya jelas skip! Oya, anak-anak dibawah 13 tahun dilarang masuk padahal sebenarnya menikmati sauna bersama keluarga adalah salah satu tradisi masyarakat Korea. Well, jelas bahwa Spa Land ini lebih mengedepankan kemewahan dan komersialisme ketimbang tradisi.

Stop kedua saya turun di Taejongdae Natural Park karena di peta kayaknya keren. Ternyata seisi bus turun di sini, sebuah pertanda bahwa tempat ini wajib dikunjungi. Taejongdae adalah hutan kota di tebing menghadap ke laut yang jauh lebih luas dari pada hutan yang saya jelajahi hari pertama. Saya sempet keder, kaki bakal pegel lagi nih! Tapi masak saya kalah sama rombongan oma-oma yang jalan dengan semangat itu! Malu. Banget. Cerita tentang tempat ini akan jadi blog post terpisah, saking banyaknya foto-foto keren dari tempat ini 🙂

My final stop: Jagalchi market, lalu menikmati street food sambil jalan kaki ke BIFF Square dan menatap sunset di Yongdusan park tempat Busan tower berdiri gagah di samping sebuah pagoda. Jagalchi market ini adalah pasar terbesar yang menyediakan segala macam ikan dan seafood. Beberapa rumah makan memasang aquarium dengan aneka binatang laut hidup yang siap kita santap. Salah satu menu terkenal di Busan adalah memakan gurita mentah, langsung masuk mulut, hap gitu aja! Saya sih nggak kebayang tuh gurita kalau tentakelnya menjulur dan bergerak-gerak dalam perut! Hiiii….

Kalau kamu suka nonton drama Korea, Yongdusan park ini salah satu setting terkenal yang sering dipakai shooting. Saya juga baru tau fakta ini setelah sampai di lokasi dan mampir ke museumnya. Saya menuju ke taman ini cuma mengandalkan insting, kok kayaknya bagus. Ternyata taman di atas bukit ini (naiknya musti pakai eskalator 4 tingkat, tinggi bener) adalah spot yang sempurna untuk menyaksikan langit petang membiru, menjadi latar bagi merahnya daun di pepohonan musim gugur. Duduk sendiri di atas bukit, saya jadi ingat seorang teman yang mestinya ikut perjalanan ini tapi batal di menit-menit terakhir. Saya jadi punya rencana buat dia besok pagi.

PhotoGrid_1415876421838

20141028_165141_1

Screen shot 2014-11-13 at 11.13.22 PM

Nice and sunny afternoon by the river. #travel #traveling #outdoor #instagood #nature #style #ootd #photooftheday

A post shared by Swastika Nohara (@swastikanohara) on

.

Day 3: Yonggung-sa, kuil di atas laut

Saya cuma punya waktu sampai jam 11 karena harus naik kereta ke Seoul siang ini. Berangkat dari guesthouse jam 8.30 pagi, dan karena musim gugur jadi langit kelabu disertai angin dingin, saya berjalan cepat ke halte terdekat untuk naik bis nomor 181 ke arah timur menuju Yonggung-sa, sebuah kuil Budha di atas laut demi mencari ‘Swastika’. Ya, saya memang dalam misi pencarian panjang demi menemukan ‘Swastika’ di tempat-tempat dia berada yang sebenarnya. Dua tahun lalu saya telah ke India untuk misi ini, lalu ke Thailand dan tahun ini ke Korea untuk menemukan ‘Swastika’.

Seperti di negara-negara lain, di Busan ini Swastika juga ditempatkan di lokasi yang istimewa. Saya harus mendaki bukit, naik turun ratusan tangga batu di tebing laut, sampai akhirnya menjumpai ‘Swastika’. Tapi setiap langkah kaki itu terbayar begitu melihat keindahan dimana ‘Swastika’ bersemayam, memberikan kedamaian bagi siapa saja yang datang kepadanya. Yonggung-sa temple ini unik, karena umumnya kuil di Korea dibangun di atas bukit, tapi Yonggung-sa dibangun di tebing di atas laut. Bangunan utamanya pernah terbakar tahun 1592 tapi lalu dibangun lagi tahun 1930 dan terjaga dalam kondisi sangat bagus hingga kini.

20141029_091239_120141029_092048_1

20141029_083101_1

Dari Yonggung-sa ini saya check out dan naik kereta ke Seoul, untuk menjelajahi kota itu tanpa itinerary. Thank you Busan for the wonderful three-days! Tiga hari nggak cukup buat menghayati Busan inside-out, meskipun segini aja saya udah seneng banget. Nantikan blog post berikutnya tentang Taejongdae National Park, keliling Seoul serta tips makan murah dan enak banget. Anyeong haseo!

PS: Biasanya suka ada yang tanya, sehari di Busan habis duit berapa? Ini gambarannya:

Tiket menuju Busan 2.6 juta rupiah PP, dapet promo AirAsiaX. Lalu di Busan semua pengeluaran ini dalam mata uang Korean Won ya, silakan dikali 11 rupiah.

  • Bus dari bandara Gimhae: 7000/orang sekali jalan,
  • penginapan: 22.000/orang/malam,
  • city tour bus: 15.000/orang,
  • naik bis atau subway: 1300/sekali naik,
  • makan di tempat biasa aja tapi rasanya enak: 4000 sampai 6000/orang,
  • makan di tempat yang agak fancy: 10.000/orang (bisa lebih kalau pakai dessert dll),
  • street snack rata-rata: 3000/porsi.
  • Total pengeluaran dalam sehari untuk penginapan, 2x naik subway, 2x makan (sarapan dapat dari penginapan), 1x snack adalah 37.600 Won atau sekitar Rp 419.500,- sudah cukup untuk senang-senang 24 jam 🙂 Jadi kapan kamu ke Korea Selatan?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

129 thoughts on “Korea Selatan: Di Busan Tiga Hari, Ngapain Aja?

  1. Ping-balik: Lokasi Syuting Drama Korea Jadi Tempat Wisata | BLOG Swastika Nohara

  2. Ping-balik: Because Women Are Special | BLOG Swastika Nohara

  3. Mba Swastika, kalau naik bus dr Seoul ke Busan, apakah ttp harus start dr Seoul Station dgn tujuan Busan Station?
    Lalu kalau dari Busan Station ke Haeundae bisa naik subway ga? Saya nginep dekat Novotel di Haeundae.
    Tolong infonya yah, tgl 14 April saya mau berangkat nih… harap-harap cemas…😊
    Terima kasih sebelumnya.

  4. Info nya lengkap banget, kak! Bakal jadi referensi pas aku kesana November nanti. Thank you for sharing.

  5. saya kan rencana mau ke seoul bulai mei
    di seoul ada ga yah aplikasi transportasi online seperti aplikasi ojek online diindonesia? thanks

  6. Ping-balik: Korea: Empat Hari Super Seru Di Seoul | BLOG Swastika Nohara

  7. Mba Swastika salam kenal ya, saya sudah telanjur beli tiket pp jkt-incheon untuk bulan April, tp ttp pgn ke Busan. Nah naik KTX PP hargabya berapa ya? Dan guesthouse di busan brp tarifnya?
    Terima kasih.

  8. halo mba swastika salam kenal, saya ada rencana ke korea januari akhir tapi bakal pergi sendiri (tanpa ikut travel) apakah kira2 bisa saja berpergian sendiri? dan kalau boleh tau waktu pergi kesana suhunya berapa ya mba? trims

    • Bisa dong… asal berani, psti bisa pergi sendiri. Bulan Januari masih winter, jadi pasti cukup dingin, perlu jaket tebal dan syal. Untuk tahu suhu persisnya cek saja secara online di website weather.com masukkan kota mana yg mau di cek, Seoul, Busan atau yang lain. Okay?

  9. korea memang asyik banget buat liburan ya..

  10. mbak saya izin nyomot fotonya buat tugas kuliah makasi mbak
    infonya sangat membantu, suka lihat profilnya mbak kyk orangnya ramah, santai, friendly hahaha

  11. Hallo mbak tika slam knal mau nanya dri airport gimhae naik airport bus apakah di antarkan sampai alamat yg kita mau ? M

    • Hai Abdul. Salam kenal… Sayangnya enggak, airport bus hanya lewat di jalan utama kota, keliling kota, kita bisa nanya halte terdekat dengan tujuan kita halte apa. Nanti driver bus akan memberi tahu kalau saatnya turun. Aku dulu gitu dan selamat sampai tujuan. Mereka sangat helpful kok

  12. Hallo mbak tika slam knal mau nanya dri airport gimhae naik airport bus apakah di antarkan sampai alamat yg kita mau ?

  13. Saya tinggal di busan sudah 2,5th lbih.. udah keliling kota busan. Tahu bgmna nge trip yg murah.. tahu dmn spot2 yg keren..klo ad yg berkunjung ke busan.saya siap jadi pemandu wisatanya. Free.. cuma bayarin gua mkn aja😆😆😆

  14. Hallo… mau tanya d korea bs mengunakan bahasa apa aja ya? Thanx

  15. saya berencana ke korea awal mei ini.
    plan saya 3hari di seoul dan 2 hari di busan.
    boleh saya di advise spot apa ajah yg wajib saya kunjungi..

    thx
    regard
    momk

  16. wahh keren mbak pengalamannya.
    rencana mau ke busan sih oktober ini. ada acara disana.
    selama ini cuma tau di busan itu ada haeeundae beach sama jagalchi market. lagi nyari2 tempat2 yg menarik buat dikunjungi, eh nemu postingan ini haha.

  17. hi..mba swastika..rcna mo ke korea selama 7-8 hr ..trtarik ke busan setelah baca postingan mba.. tp masih ragu jalan sendiri soalnya sama sekali ga ngerti bahasanya.. bhs inggris jg pas2an…boleh share itennya ga? kl sampe ke incheon pada sore hari..bisa langsung ke busan? bole minta saran nya ? ma kasih yac…

  18. hi mba swastika,

    just read about your blog,,, and bener banget busan itu korea rasa jepang…
    ini keempat kali aq kesini… always want to go back to korea #lovekorea….

  19. Mba, saya desember bsk rencana mau ke busan. Tp saya dr seoul ke jeju ke busan baru ke seoul lg. Penerbangan saya dr jeju smpe busan sktr jam 5 sore dan keesokan harinya sktr sore jg ada rencana naik ktx ke seoul. Kira2 saya jalan kemana ya mba di busan dgn waktu yg mepet sprti itu. Bisa tdk saya city tour ke taejongdae natural park dan pergi ke kuil yonggung-sa dlm waktu 1hari. Saya pergi dgn suami dan ank usia 2thn dan menginap di novotel busan. Mohon advise nya ya mba? Makasi

    • Hai Shinta, dengan waktu sesingkat itu sepertinya harus memilih mau naik city tour mampir ke Taejongdae atau ke kuil Yonggung-sa. Kedua tempat itu arahnya berjauhan.

    • Oya, dengan pertimbangan membawa anak kecil, lebih baik naik city tour lalu mampir di Taejongdae dan naik kereta wisatanya yg bentuknya lucu itu. Selama di bis city tour anak pasti happy melihat pemandangan, kalau cuaca bagus duduk di tingkat atas busnya.

  20. Minggu depan bareng pacar mau ke Busan sekaligus menghadiri Busan International Film Festival 2015.. Sangat terbantu dengan tulisan anda mbak.. Terima kasih..

  21. Ping-balik: Tips Transportasi, Makan, Uang Dan Toilet Di Korea | About life on and off screen

  22. Waduh, makasih referensinya, mbak. Padahal saya tinggal di Gimhae, tapi jarang main-main ke Busan. Gara-gara artikelnya jadi muncul minat nge bolang deh, terutama ke Yonggungsa 😀

  23. Sudah dibaca jg yg Seoul. Iya, setelah d jeonju, sorenya langsung kembali ke seoul dan 3 hari disana sampai pulang ke Indonesia

  24. Halo mbak, saya mampir dan ngubek-ubek blog ini lagi. Hehe..mohon sarannya mbak, kl saya 3D2N di Busan kemana dulu ya enaknya? Saya tiba di Busan sore mbak hari pertama, hari kedua full di Busan, hari ketiga jam 9 harus berangkat ke Jeonju. Terimakasih lagi dan lagi mbak😊

    • Hai, thanks for reading this blog, semoga berguna. Hari ke-4 lanjut ke Seoul deh! Udah baca posting ttg Seoul juga?

    • Halo Mba Septiana, saya ada plan ke Busan akhir maret dan dari busan mau ke jeonju dulu sebelum ke Seoul, boleh informasi detail transportasi dari busan ke jeonju. Tks.

  25. Thank you mbak. Sangat membantu blognya..

  26. Keren bgt blognya mbak, jd g sabar pengen segera kesana. Mbak saya boleh minta sarannya, saya berencana 10hari d korea. Bingung saya..apa mau d seoul aja apa lebih baik saya seoul busan ya? Idealnya berapa hari d busan ya mbak? Terimakasih. Mungkin boleh info must visit d busan mbak? Terimakasih

    • Info must visit di Busan ada dong, saya tulis di beberapa posting di blog ini, yuk dibaca-baca.
      10 hari mungkin bisa 6 hari di Seoul, 3,5 hari di Busan ya?

      • Siap. Makin menggebu-gebu ini. Wish me luck buat visanya. Takut ditolak juga. Saya uda beli tiket untuk okt besok, pas autumn juga. Mungkin bisa bagi tips nya untuk solo backpacker? korea aman buat traveler cewek kan ya? terimakasih sekali

        • Saya ke Seoul dan Busan juga sendirian, aman banget kok. Patokan saya, sebuah negara yg public transportnya bagus, tertib & jelas biasanya aman buat bepergian sendirian, krn public transport yg baik & terpelihara mencerminkan masyarakat yang peradabannya maju & tertib 🙂

  27. Mba Swastika, aku rencana mau liburan ke korea taun depan (2016) nih dan makin semangat nabung pas baca postingan mba hehehe..
    Oya mba, untuk makan n minum di busan n seoul, susah gak untuk cari yg halal? Soalnya aku denger-denger di korea banyak yg babi-babi gitu hehe

    • Mencari yg halal itu tantangan. Meskipun mie kuah doang, tanpa daging, kita nggak tau kaldunya pakai apa. Kecuali mengerti bahasa Korea baru bisa tanya ke penjualnya.

  28. Enaknya kesana bareng2 temen biar dak nyasar. Apalg bhs. Inggrisnya minim.
    kapan bsa kesana.???

  29. haloo mbak 24GuestHouse di Busan kok ga ada web nya yah, sy coba cari di om Google. adanya agoda dan temen2 agoda. sy mau ksna april bln dpan. mgkn mbak punya email atau webnya minta donk mbak 🙂 makasih

  30. busan top abiss mba.. sy kesana pas bulan nov 2014..

  31. Ping-balik: Tips Hemat Traveling Ke Seoul Dan Busan, Korea | About life on and off screen

  32. Ping-balik: Korea: Makan Murah Tapi Enak Terus | About life on and off screen

  33. Ping-balik: Senyum Manis, Senjata Pas Traveling Sendirian | About life on and off screen

  34. keren banget mbak.. kapan ya aku bisa kesana juga 😀

  35. Bagus bagus, kata nya Busan ini emang kota pantai banget. Kalo someday bisa ke Korea mungkin kerjaan aku cuma nguber nguber boyband Korea kayaknya *gak inget umur* 😆

    • Ahahahaha… aku malah kurang update nih, nggak ngeh K-Pop, dititipin G-dragon aja musti browsing dulu biar inget tampangnya! Siapa favoritmu?

      • Hahahah favorit sih banyak. Mungkin kalo kesana bakal sibuk ngubek ngubek toko K-Pop demi nyari CD yang disini mahal dan susah di cari. Oya, sekalian wisata kuliner mungkin. Penasaran apa kimchi disana lebih enak dari kimchi yang ada di resto korea di Indonesia sini 🙂

        • Soal Kimchi, aku bisa jawab, IYA! Entah kenapa paduan kimchi dan hidangan lain di Seoul dan Busan terasa enak, rasanya saling melengkapi. Emang CD apa yg di Jakarta mahal dan susah dicari? Aku dititipi CD SNSD, di Seoul masuk toko random aja langsung dapet sih.. tapi itu grup populer banget ya?

  36. Kalo di indonesia, gw nyakin dan percaya kalo bor bertekanan tinggi buat bersihin sepatu akan hilang dalam waktu kurang dari 7 hari setelah pemasangan hahaha

  37. Mbak ini fotonya pakai kamera apa? bagus bgt…!

  38. Ping-balik: Korea: Mendaki Tebing Di Taejongdae National Park | About life on and off screen

  39. Waaahhh yang saya soroti malah bukan Busan atau Korea’nya, tapi mbaknya yang dapet kesempatan jalan2 sendiri. Saya sekali ke negara orang eh kalo jalan2 pasti sama temen *ugh nyesel deh gak pernah jalan2 sendiri hahahaaaa malah curhat >.<

  40. kalo cuma punya waktu 3-4 hari, mendingan Seoul atau Busan? terima kasih nyah 😀

    • Busan punya laut, jadi foto2nya akan lebih bervariasi, ada kuil, ada taman, ada pantai, ada tebing, ada mercusuar (akan muncul secara khusus di blogpost berikutnya). Seoul unggul di istana-istana yang indah, benteng dan ada taman nan luas di tepi sungai Hangang, setting film Korea favoritku, The Host, jadi buatku ada alasan personal kenapa Seoul lebih berkesan 🙂

  41. kemaren pas ke Korea ga sempet ke Busan ih.. jadi pengen ke sana.

    katanya, Busan itu kota Korea yang rasa Jepang.

  42. gak mau komen :))) *lha ini komen*

  43. Lengkap juga tulisannya termasuk bujetnya. Kalau tiket harga normal ke sana memangnya berapa mbak?

  44. katanya ke korea biaya hidupnya mahal ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s