BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.


4 Komentar

Klub Buku Para Priyayi Membuatku Merasa Bersalah

Mohon maaf bila judulnya menyesatkan. Ini bukan tentang klub buku yang diikuti para priyayi, tapi klub buku yang membahas novel Para Priyayi karya sastrawan Indonesia kondang, Umar Kayam. Kami, anggota On-The-Go Book Club, bergantian memilih judul buku untuk dibahas dan ini buku pilihan saya. Sebelumnya kami sudah membahas Baca lebih lanjut


62 Komentar

Novel Papua Berkisah

Senang, excited dan cemas adalah sedikit kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat seorang teman mengirim foto via twitter bahwa novel perdana saya, Papua Berkisah, sudah dia temukan di toko buku. Ah! Terima kasih kepada penerbit Loveable. Setelah lima tahun cerita itu tersimpan dalam hard disk saya, akhirnya sekarang novel Papua Berkisah bisa dinikmati semua orang.
foto Papua Berkisah di toko Baca lebih lanjut


27 Komentar

Penulis (Skenario) Harus Bersedia Kompromi

Hari ini, bertepatan dengan hari ulang tahun ibu saya, ada artikel di Liputan6.com tentang salah satu skenario film yang saya buat. YAY!!! Berhubung nggak ada fitur ‘reblog’ dari websitenya Liputan6.com maka saya copas saja artikel tersebut dari websitenya.

Liputan6[dot]com

Swastika Nohara: Penulis (Skenario) Harus Bersedia Kompromi

Baca lebih lanjut


4 Komentar

Gajah Mada: Tiada Dua

paling keren buku pertama 🙂

Gajah Mada, sebuah nama besar yang rasanya tidak akan habis dibahas dan dikupas dari berbagai sisi. Kali ini Langit Kresna Hariadi menuliskan kisahnya dalam sebuah serial novel berlatar belakang sejarah kerajaan Majapahit pada era sang patih sakti itu Berjaya.

Saya membaca langsung buku ketiganya, Perang Bubat, karena di dorong rasa penasaran akan kisah perang ini dari sudut pandang Majapahit, dan berniat membandingkannya dengan kisah yang sama dari sudut pandang kerajaan Sunda Galuh. Lanjutkan baca!


Tinggalkan komentar

Ada Apa Dengan Ngerumpi?

hayo itu kepala siapa?

Selamat hari Senin lagi setelah long weekend, selamat hari raya Iedul Adha bagi yang merayakan dan selamat nge-cek kolesterol bag yang merasa memerlukan *ditimpuk kepala kambing*

Tadi pagi saat posting lagi di ngerumpi.com setelah masa hibernasi selama beberapa tahun cahaya, saya kaget. Get!

Sebabnya 7 draft artikel yang saya simpan di feature ‘kelola artikel’ ngerumpi hilang lenyap tanpa jejak dan tanpa pamit. Dan 3 artikel diantaranya sudah siap posting, tapi sengaja belum saya klik ‘simpan dan terbitkan’ karena masalah ini. Menurut saya nih, kalau posting terus saya tinggal pergi tuh nggak asik, ibaratnya abis klimaks nggak afterplay… (apa seeeh?!?)

Saya sih masih ingat secara garis besar nulis apa aja. Tapi untuk mengulang nulis dari awal, pasti mood dan perasaannya beda. (dasar remaja labil, nulis kok pake mood!… nulis tuh pake tangan). Maka dengan menarik nafas panjang, saya relakan artikel yang hilang itu. Nah, inti dari posting ini adalah:

1. Adakah teman-teman yang pernah kehilangan draft posting akhir-akhir ini? Karena bagi saya ini kejadian pertama, padahal sudah biasa nyimpan draft sejak pertama nulis disini.

2. Jangan-jangan (jangan sampai siiiih…) ada bugs di sistemnya ngerumpi?

Naaah… boleh dong colek dikit mastein, mbah ngasmuni dan om warm yg selama ini terbukti handal soal mengutak-atik program komputer *jangan disambit CPU ya…*