BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Memilih SD Swasta di Jakarta

103 Komentar

Kenangan apa yang paling berkesan saat kamu masih SD? Guru yang galak? Naksir kakak kelas? Atau malah dibully kakak kelas? Duh, mudah-mudahan yang terakhir itu jangan ya. Apapun itu, kenangan masa sekolah dasar akan kita bawa seumur hidup. Banyak peristiwa yang sangat berkesan terjadi dalam masa 6 tahun di SD. Masa sekolah dasar juga menjadi semacam fondasi bagi pendidikan kita selanjutnya, membentuk karakter dan sikap terhadapa sekolah. Bagi saya, menumbuhkan sikap positif (positive attitude) terhadap sekolah itu sangat penting. Saya ingin anak saya menyukai kegiatannya di sekolah sehingga proses belajar serta aktivitas pendukung lainnya menjadi sesuatu yang menarik dan menyenangkan baginya. Karena itu sangatlah penting memilih sekolah dasar yang sesuai bagi anak.

Lalu kriteria apa saja sih untuk menentukan apakah sebuah SD sesuai bagi anak saya? Saya sengaja memakai istilah ‘sesuai bagi anak saya’ karena saya yakin di Jakarta banyak sekolah bagus, tapi belum tentu sesuai. Sewaktu Sabai, anak saya, masih TK saya sudah mulai menyusun daftar beberapa SD swasta yang lokasinya tidak jauh dari rumah kami di Cilandak Barat. Saya mencari SD swasta karena sudah menjadi rahasia umum di negeri ini betapa porak-porandanya sistem pendidikan kita, hingga salah satu akibatnya buku-buku acuan belajar SD sering ditemukan terselipi materi yang tidak semestinya. Lalu fakta bahwa kemampuan siswa diukur secara kuantitatif semata, sehingga upaya guru terfokus pada pencapaian angka hasil ujian siswa. Masih banyak lagi sebab lain yang kalau saya tulis semua bisa menjadi blog post tersendiri. Mari kita kembali ke topik utama.

Kiri: ikut ekskul seni kreatif, gambarnya gunung hijau dengan background orens. Lumayanlah, nggak nggambar gunung kembar yang depannya sawah kayak ibunya pas SD dulu. Kanan: menggambar orang buat tugas IPA tentang panca indra dan anggota tubuh Kiri: ikut ekskul seni kreatif, gambarnya gunung hijau dengan background orens. Lumayanlah, nggak nggambar gunung kembar yang depannya sawah kayak ibunya pas SD dulu. Kanan: menggambar orang buat tugas IPA tentang panca indra dan anggota tubuh.

Anak-anak bajunya sesuai tema, Pahlawan Kebersihan. Bebas berkreasi! Satu semester ini ada 2x hari bertema.

Anak-anak bajunya sesuai tema, Pahlawan Kebersihan. Bebas berkreasi! Satu semester ini ada 2x hari bertema.

Lokasi sangat penting dalam menentukan pemilihan sekolah. Waktu tempuh dari rumah ke sekolah untuk anak SD idealnya tidak lebih dari 30 menit. Bayangkan, kita saja yang orang dewasa kalau kelamaan macet di jalan bakal bete, apalagi anak kecil. Saya tidak ingin anak sampai di sekolah dalam mood yang kurang bagus karena kelamaan macet di jalan, buah dari kusutnya lalu lintas Jakarta yang belum akan selesai sampai anak saya lulus SD nanti. Kalau bisa jalan kaki atau (diantar) naik sepeda ke sekolah, itu lebih bagus lagi. Paling dekat dengan rumah kami waktu itu (berurutan sesuai jarak) adalah SD Al Izhar, Cikal, High Scope, dan Gemala Ananda. Dari empat SD tersebut, Gemala Ananda terhitung yang paling tidak populer di antara para orang tua murid di TK anak saya, karena usia sekolah tersebut masih muda. Tapi popularitas bukan jawaban untuk menentukan pilihan.

Saya dan anak mendatangi sekolah-sekolah tersebut satu demi satu, baik pada saat open house maupun di hari belajar biasa setelah bikin janji melalui telfon. Lebih baik datang pada hari biasa (buka open house) karena kita bisa melihat dan merasakan suasana sehari-hari sekolah itu. Pada saat kami mendatangi SD-SD tersebut, saya berusaha minta waktu bertemu dengan kepala sekolah, atau staffnya untuk berdiskusi soal:
– Bahasa pengantar yang dipakai di sekolah.
– Kurikulum & pendekatan yang dipakai untuk proses belajar-mengajar.
– Buku pelajaran & materi ajar lainnya, apakah memakai sumber dari penerbit tertentu atau guru merangkum dari berbagai sumber, dll
– Cara evaluasi terhadap siswa. Apakah mengandalkan ujian tertulis semata, atau ada cara-cara lain semisal presentasi, bikin karya dll.
– Seberapa jauh sekolah memperhatikan soal toleransi terhadap keragaman (agama, suku, dll).
– Uang sekolah dan cara pembayaran.

Setelah membahas poin-poin di atas, selanjutnya jalan berkeliling sekolah untuk memperhatikan beberapa hal yang kasat mata:
.
Ruang kelas. Dengan mengamati apa yang ada di dalam kelas kita bisa merasakan bagaimana pendekatan belajar-mengajar di kelas tersebut. Misalnya apakah susunan bangkunya semua berbaris menghadap ke papan tulis? Susunan ini mengindikasikan siswa dituntut sering mendengarkan penjelasan guru. Sementara pengaturan tempat duduk dimana siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil saling berhadapan mengindikasikan siswa sering diminta bekerja sama secara berkelompok. Lalu apa yang tertempel di dinding ruang kelas? Apakah materi ajar buatan pabrik atau karya para siswa? Kalau dindingnya dihiasi poster tubuh manusia hasil cetakan pabrik/penerbit berarti gurunya akan menerangkan dengan alat peraga poster tersebut. Kalau dindingnya dihiasi poster tubuh manusia karya siswa dengan gambar khas anak-anak, artinya siswa diminta berproses dengan tangannya sendiri untuk memahami materi tersebut. Lalu apakah jendela-jendelanya lebar, sehingga kalau mati listrik ruang kelas masih cukup terang dan tidak pengap untuk terus belajar? Ini hanya contoh, banyak hal lain yang bisa kita serap dengan mengamati sebuah ruang kelas.

Kiri-kanan: belajar bersama, lalu papan absen: murid begitu sampai ruang kelas harus memindahkan namanya di papan presensi sekaligus catatan bagi yang terlambat, lalu belajar matematika dalam kerja kelompok, dan hasil musyawarah di awal tahun ajaran untuk menciptakan kesepakatan kelas ideal.

Kiri-kanan: belajar bersama, lalu papan absen: murid begitu sampai ruang kelas harus memindahkan namanya di papan presensi sekaligus catatan bagi yang terlambat, lalu belajar matematika dalam kerja kelompok, dan hasil musyawarah di awal tahun ajaran untuk menciptakan kesepakatan kelas ideal.

Halaman sekolah. Tempat ini penting karena pada jam istirahat, sebelum dan sesudah jam sekolah, anak-anak dari berbagai kelas akan tumpah ruah di halaman. Saya juga memperhatikan bagaimana proses pengaturan siswa saat penjemputan. Misalnya saat sekolah bubar jam 13.30 wib, terus sambil nunggu penjemputnya anak-anak itu ngapain? Main di halaman atau ada tempat untuk duduk menunggu?
.
Perpustakaan. Apa saja koleksi buku di perpustakaannya, apakah ada buku-buku fiksi selain buku materi pelajaran sekolah, apakah suasana di perpustakaan nyaman, apakah ruangannya sering dikunjungi siswa? Pertanyaan di atas bisa dijawab dengan memasuki perpustakaan dan melihat-lihat selama 3-5 menit saja. Dari aromanya saja kita bisa merasakan apakah sebuah ruangan sering atau jarang dipakai. Lebih bagus kalau bisa ngobrol sedikit dengan pengurus perpustakaannya. Lebih baik perpustakaannya baru punya sedikit koleksi tapi sering dipakai dari pada banyak koleksi tapi jarang dipakai. Karena soal jumlah selalu bisa ditambah seiring dengan berjalannya waktu.
.
Toilet sekolah. Sudah jelas bahwa toilet yang bersih dan tidak berbau adalah indikator seberapa peduli sekolah tersebut pada kebersihan. Toilet adalah kebutuhan pokok. Saya dulu sekolah di sebuah SMP negeri di Jakarta Timur. Kalau pagi di sekolah, kadang saya terpaksa menahan hasrat mau pup karena malas berlama-lama di dalam toilet sekolah yang pengap dan agak pesing. Ini bukan kebiasaan yang sehat dan nyebelin banget nahan pup… serius! Jadi toilet yang bersih itu harus.
.
Ruangan lain, termasuk lab komputer atau ruangan multimedia, ruangan olah raga baik itu indoor atau outdoor, mushalla, dan kantin. Semua ruangan ini adalah penunjang kegiatan belajar di sekolah. Jadi sambil keliling, saya sempatkan mengecek apakah sekolah memilikinya dan bagaimana kondisinya. Lucu juga bahwa akhirnya SD pilihan saya (buat anak) tidak punya kantin karena lahannya terbatas. Saya agak mixed feeling awalnya. Sempat terbayang, repot nggak ya kalau harus menyiapkan bekal snack dan makan siang dari rumah setiap hari? Memang ada jasa catering dari beberapa partner sekolah ini, tapi saya memilih menyiapkan bekal sendiri. I took it as a challenge. Ternyata seru! Saya jadi belajar banyak bikin bento box sederhana dan lain-lain.
.
Sikap staf. Sebagai orang tua murid, kita akan berhubungan dengan staf sekolah selama enam tahun ke depan. Jadi staf sekolah yang ramah dan sigap, tentu sangat penting.

Pakai baju merah-putih pas 17 Agustus. Lalu tema Wayang, berkreasi pakai asesoris atau kostum wayang. Anak-anak kerja kelompok bikin kolase tentang wayang.

Pakai baju merah-putih pas 17 Agustus. Lalu tema Wayang, berkreasi pakai asesoris atau kostum wayang. Anak-anak kerja kelompok bikin kolase tentang wayang.

Tuh mukanya pada ceria banget kalau pelajaran olah raga!

Tuh mukanya pada ceria banget kalau pelajaran olah raga!

Jadi setelah melalui proses berpikir yang cukup panjang, dengan mempertimbangkan biaya yang dipatok sekolah-sekolah itu, akhirnya pilihan jatuh ke SD Gemala Ananda. Syukurlah anak saya semangat bener sekolah di sini, sampai pernah pas waktu agak demam saya anjurkan untuk ijin tidak masuk, dianya nggak mau…. Oh well, as long as you’re happy!

Kamu punya cerita atau pengalaman soal sekolah dasar? Please share it here 🙂

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

103 thoughts on “Memilih SD Swasta di Jakarta

  1. Ping-balik: Let’s Go Slow | BLOG Swastika Nohara

  2. Ping-balik: Umur Berapa Anak Mulai Diajari Bahasa Asing? | BLOG Swastika Nohara

  3. Sekolah Swasta Unggulan dan Berprestasi TK – SD – SMP – SMA di wilayah Jagakarsa dan Cinere Depok : visit http://sekolah-avicenna.sch.id/Profile/index.php

  4. Ping-balik: Pendidikan Ideal, Seperti Apa Sih? | Site Title

  5. Ping-balik: Pendidikan Yang Ideal – Site Title

  6. Ping-balik: Pendidikan Ideal, Seperti Apa Sih? | BLOG Swastika Nohara

  7. Ping-balik: Apa Alasanmu Beli Properti? | About life on and off screen

  8. Kemarin aku liat- liat ke SD Starysa, uang masuknya paling murah dibanding yang lain cuman 5jt spp 800rb untuk sekolah yang dwi bahasa. Tapi pas liat di dalemnya anak-anaknya ngomong bahasa Inggris semua. SD Starysa sebetulnya full day school tapi program after school mereka di namain Flying Star Daycare. Kayaknya target market mereka untuk ibu” yang sibuk kerja

    • Lokasinya dimana SD Starysa ini?

      • Hi salam kenal. Gak sengaja ketemu blog mba Nohara 🙂

        SD Starysa itu di daerah deket RS Mayapada ya kalo ga salah. Sekolah baru, satu lingkungan sama Flying star daycare.
        Waktu saya survey ke sana tahun lalu baru ada 2 atau 3 kelas. (Maaf saya lupa) 😀

        Oiya kalo di Gemala Ananda kan full bahasa indonesia ya? Trus kemampuan bhs inggris anak2 yg sekolah di gemala ananda bagimana ya? apakah tetap menjadi perhatian penting oleh sekolah? Tks. 🙂

  9. Ping-balik: Gemafest, Sebuah Perjalanan Seru | About life on and off screen

  10. ah tulisanmu menginspirasiku mbak untuk bikin postingan tentang sekolah anakku juga. TFS ya mbak 🙂

  11. di jakarta timur ada sekolah bagus dengan kurikulum nasioanl, ada dari play group , tk,sd dan smp, namanya sekolah islam tugasku, programs ekolahnya bagus, sekolahnya bersiiiiiih ,, bagus, coba aja telp 47861130/35

  12. Halo Mbak Swastika,
    Salam kenal…kebetulan saya lagi cari-cari sekolah buat anak saya, Naya.
    Domisili saya di Cinere, sulit sekali mencari sekolah di sekitar Cinere ini….karena saya dan istri memang mencari sekolah yang lebih ke pengembangan diri secara keseluruhan (bukan hanya dari sisi nilai akademis nya saja). Apalagi kalau dilihat anak saya lebih benyak menggunakan otak kanan, ini yang membuat ketakutan saya dan istri kalau masuk ke sekolah tradisional.
    Survey-survey sekolah sudah kami mulai, dan saat ini pilihan jatuh ke Gemala Ananda, tapi kayaknya perlu cari alternatif lain sebagai backup.
    Fyi,
    Kemarin pas cari-cari, dapat satu lagi yaitu TKAI (Taman Kreasi Anak Indonesia). Kebetulan teman ada yang anaknya TK di TKAI ini, menurut dia TKAI memiliki metode pangajaran yang mirip dengan Gemala Ananda.
    Tapi yang menjadi berat adalah lokasi nya yang agak jauh.

    • Halo, salam kenal.
      Usia anaknya berapa tahun? TKAI untuk anak usia playgroup hingga TK, sementara Gemala Ananda utk anak usia SD. Alternatif TK lain di Dapsus adalah TK Puri Ananda, atau di Jl Lebak Bulus III namanya Star YSA.

  13. Permisi….landing di page ini karena tadi cari2 info ttg SD buat anak.
    Saya udah beberapa kali dengar tentang SD Gemala Ananda, sayang banget jauh dari lokasi saya di Jakarta Pusat:(
    Btw, postingannya bermanfaat banget, makasih yaaaa 🙂 *doakan saya tahun dpn dpt SD yang sreg di hati dan di kantong yaa 🙂

  14. Wah, bermanfaat banget lho mbak tulisanmu.. Soalnya anakku beberapa tahun lagi akan masuk SD 🙂 Saya juga termasuk ortu yang lebih memilih untuk menyekolahkan anak di SD swasta, dgn alasan yg kurang lebih sama dengan dirimu..

  15. halo mbak Swastika, salam kenal 🙂
    aku suka banget dengan infonya. bener2 complete.
    anakku sudah 5 thn, jadi sudah mulai deg2an nih untuk daftar ke SD-SD yang sudah masuk list aku dan suami.
    Ada tips ga mbak supaya bisa lulus tes dr sekolah ini? Karena sekolah ini memang jadi target utama aku dan suami 🙂
    masalahnya adalah, sekolah ini hanya dekat dari tempat kerja aku dan suami. bukan dekat dengan rumah.
    kira2 akan jadi pertimbangan dari pihak sekolah juga ga ya?
    atau mereka pure melihat dari kesiapan anak saja?

    • Maksunya tes untuk masuk SD Gemala Andanda ya mbak? Di SD Gemala Ananda nggak ada tes masuk, yang mereka lakukan ada observasi selama 1 hari penuh calon siswa mengikuti seluruh kegiatan kelas 1. Nanti hasil observasinya didiskusikan antara kepala sekolah dengan orang tua murid, sekalian membahas soal jarak/waktu tempuh ke sekolah dll. Intinya diskusi aja, menyamakan visi dll

      • Di Indonesia sekarang kalo mau masuk SD harus di test ato di observed? Kalo disini cuma harus tinggal in the area of the school district. Well, when I enrolled my children to the French school, the parents had to be interviewed to know whether they can understand French thus they can assist their children with school assignments and communicate with the school.

        • Di Indonesia beda-beda. Kalau SD Negeri ada test-nya, tapi saya juga nggak tau pasti apa saja yang di test. Nah, SD Gemala Ananda tempat anak saya sekolah itu SD Swasta Nasional (artinya berkurikulum nasional cuma metode mengajarnya beda dg SD negeri) sehingga membuat screening masuknya tidak pakai test. Siswa diminta datang, mengikuti kelas dan diobservasi. Lalu kedua orang tua (harus ada ayah dan ibu, kecuali salah satunya sudah meninggal/tinggal di LN) diwawancara utk menyamakan visi dan diskusi macam2.

  16. Halo, salam kenal ya.
    Saya tidak tinggal di Indonesia, tapi saya sewaktu hamil sudah mulai mencari2 sekolah untuk anak (kembar) saya.
    Sekarang anak2 sudah kelas 3 dan sept nanti masuk kelas 4. Disini system sekolah ada pre-school, junior kindergarten dan senior kindergarten.
    Sewaktu JK & SK mereka sekolah di public school yang dekat rumah (sengan bahasa pengantar yang saya mau, disini ada 2 bahasa pengantar disekolah) tapi setelah saya tau kalo ada sekolah yang lebih bagus dalam system pelajarannya (dengan memakai bahasa pengantar yang sama) plus disana juga murid2nya memakai seragam, saya pindahkan anak anak ke sekolah itu sejak kelas satu sampai sekarang.
    Saya seneng sudah pindahkan anak2 karna sekolah mereka sekarang lebih banyak disiplin dan juga lebih mengutamakan perkerjaan sekolah anak2 dari pada main2. Peraturan sekolah pun lebih strict.

  17. Mbak mohon info kalo SD yang bagus yang ada disekitaran jakarta barat?
    kebetualan kami tinggal didaerah Kalideres.
    terima kasih

    • Halo, sayang saya tidak punya informasi tsb karena saya hanya mencari informasi di sekitar kawasan Lebak Bulus-Cilandak.

  18. Just shere aja ya ibu ibu. “Gue bener bener kesel bgt anak gue udh daftar booking fee selama 3 thn di sekolah Alzabar yg katanya sekolah keren.udh beli formulir buat pendaftaran. Anak katanya di test tgl mereka yg tentu kan tapi enggak ada konfermasi sampai skrng. Di tlp malah katanya udh terisi 4 anak krn hanya 4 bang ku yg untuk SD. Menegement nya parah enggak ada konfermasi jelas katanya menjamin buat yg booking fee udh pasti ketrima. Skrng bilangnya maaf udh deket mau sekolah ky gini mana bisa cari sekolah Lagi. Di pikir gampang kale cari sekolah. fUCK😡 kalau ada info sekolah daerah jagakarsa atau selatan kabarin ya bu thanks

  19. Uhui, Sabai sekolahnya tinggal nyebrang jalan dari rumahku nii.. udah masuk list juga, review ini itung2 pre-survey buat SD anakku nanti.. thx sharingnya yaa

    • Wah, berarti rumah kita beneran deketan dong! Shinta tinggal di cluster itu ya?…duh apa ya namanya saya lupa!…

  20. Terima kasih Mba untuk masukannya. point2 yag disampaikan menambah wawasan kami sebagai pertimbangan dalam menentukan sekolah yang sesuai untuk anak. adakah kiranya Mba memiliki referensi daftar sekolah (shortlisted jika ada) SD di Jakarta, terutama Jakarta Barat? Terima kasih

    • Wah mohon maaf sekali karena saya tinggal di Jakarta Selatan maka saya tidak mencari informasi SD di Jakarta Barat, soalnya kejauhan dari rumah 🙂

  21. lagi bingung niyh cari SD di daerah Slipi/Palmerah. ada rekomendasi?terutama utk yg swasta sebetulnya sudah ada 2 sekolah disurvey, kebetulan keduanya sekolah berbasis agama. Yg pertama sesuai dgn agama yg kmi anut, hanya sudah jadi rahasia umum kalau anak anaknya kurang disiplin dan kegiatan banyak ditentukan Ibu2 rumpinya. sedangkan yg kedua sangat disiplin (yang tentunya bermanfaat untuk pembentukan karakter) hanya saja skolah yg kedua ini berbeda dgn agama yg kami anut. ada sarankah?

    • Hai Morocco, saya mengerti bahwa memilih sekolah untuk anak adalah hal penting yang perlu kita pikirkan masak-masak. Menurut saya, agama apa yang menjadi landasan sebuah sekolah bukan satu-satunya pertimbangan. Coba dibikin list antara kedua sekolah itu, apa keunggulan dan kelemahan masing-masing dalam hal: kurikulum, metode pengajaran (termasuk materi ajar, buku penunjang dll), visi dan misi sekolahnya, nilai-nilai (values) yang mereka utamakan dalam mendidik siswa, hubungan sekolah dan ortu siswa, biayanya, fasilitas penunjang spt perpustakaan, tempat ibadah, toilet, kantin, lapangan olah raga, alat seni musik, lalu lingkungannya, ekskulnya. Nah, semoga bisa lebih obyektif dalam memilih. Above all, semoga si anak akan betah dan menikmati proses belajarnya.

  22. Enaknya pilih sekolah buat anak itu sudah ada lengkap dari SD sampai SMA nya biar nanti gak sakit kepala berkali kali, karena sekolah favorit saingannya banyak banget 🙂

    • hahaha… itu jurus yang dipakai mertuaku saat menyekolahkan suamiku. Tapi anakku ini SD-nya gak ada SMP-SMAnya. Gpp, niatnya nanti SMPnya nggak di Indonesia 🙂

  23. hai, mbak!
    aku SDnya di negeri karena di kampung, hehe
    tapi seneng banget, pulang pergi jalan kaki krn cuma 750meteran
    dulu sempat dibully pas awal2 krn beda TK sama yang sekelas
    tapi lama2 ya biasa ajah…

    Nice tips nih, patut dicatat jika ntar udah punya anak…
    makasih yaaa… 🙂

  24. Bagus juga poin2nya mbak, salah satunya juga soal tindakan sekolah untuk pencegahan bullying

  25. Ah…
    Sayang sekali kalau dari arah rumah saya (seberang Pasar Mede), ke arah SD-nya termasuk daerah macet dan bikin sewot. Tetapi poin-point-nya bagus, mBak Swastika.

  26. wah, aku udah melewati masa anak masuk SD, hihi. sekarang lagi fokus siap2in semuanya buat taun depan kemal mulai kuliah. semoga dapet di univ negeri. atau dapet beasiswa ke mana gitu lah sekalian. doakan yes 🙂

  27. ini akunya punya anak aja masih belum tapi udah ngebayangin ntar sekolahin dimana.. Tapi kendala di Pontianak adalah gak meratanya pembangunan pendidikan di sini. Seperti aku sekarang ada di Pontianak utara itu gak ada sekolah swasta yang baik,bahkan sekolah negerinyapun gak ada yang unggulan.. semua bertumpu ke pontianak selatan dan kota. Kalau dulu seh aku ok aja sekolah disana, tapi sekarang kendalanya adalah mulai macetnya kota Pontianak. Jadi emang harus sekolah jauh dari rumah deh >.<

  28. Aaaaaak tolong doakan Vio diterima di situ yaaaaa… sampe hari ini masih waiting list nih status-nya… huhuhuhu

  29. Masuk sini ada tes calistung kayak sekolah-sekolah lain gitu gak mbak? Ngelihat kreativitas anak-anaknya, kayaknya porsi mainnya seimbang ya, jadi otak kiri dan otak kanan kedua-duanya terpakai. 😀

    • Nggak ada tes masuk calistung. Yang mereka lakukan adalah trial. Jadi 1 hari penuh calon siswa diminta masuk & mengikuti kelas (pakai seragam TK). Guru mengobservasi kesiapan siswa, lalu laporan observasi guru diberikan pada Kepsek. Selanjutnya Kepsek mengundang ortu calon siswa untuk berdiskusi soal ini. Gitu prosesnya… Panjang ya?

  30. ah SD, dulu dr TK sampai SMP di Barito cuma setengah jam naik angkot. Sekolah ganti2 cuma nyebrang jalan doang dari TK sampai SMP hahahaha

  31. eh, sekolah Gemala Ananda ini juga dulu pernah jadi bahan obrolan saya sama nyokap — in positive ways.
    *trus kepikiran ntar sekolahnya Cissy gimana*

  32. salam kenal mba 🙂 aku bahkan belum menikah, tapi suka bgt sama informasi kayak gini 🙂 Pengalaman SD saya di sekolah swasta cukup baik bila dilihat dari keadaan sekarang, mulai kelas 4 ada teman yang condong untuk nge-bully..tapi berhubung saya dan teman2 bukan anak lemah jadi gak mempan heheehe Menurut mama saya yang gak sekolah tinggi, beliau berfikir SD adalah moment terkuat membentuk pribadi dan pola pikir anak secara umum, makanya dia kekeuh saya dan adik2 sekolah di Swasta untuk SD 🙂

  33. Suka dengan posting seperti ini meski saya sih belum punya anak (nikah pun belum haha). Soalnya jadi belajar berpikir yang runut dan reasonable saat meninjau calon sekolah (dalam post ini buat anak ya), yang bisa diterapkan gak cuma dalam hal memilih sekolah saja sih. Ini kayak belajar menjadi Sherlock Holmes yang memperhatikan detail-detail yang minor dan mendeduksi kesimpulan darinya. Hihihi..

  34. Tulisan ini penting dan keren banget 🙂

  35. anakku msh agak lama masuk sd nya,,tp ini info yg bagus juga,,bwt bhn pertimbangan,,sayangnya sekolah “bagus” di kotaku cm 1 ato 2 aja,,itupun biayanya selangit,,tdk bnyk pilihan di kota kecil sprti kotaku mba,,tp ini info yg bgs skli,,

  36. seru sekali, coba ada yg begitu di bogor, bleh tuh sekolahnya lebh banyak belajar kreatif, inovatif ga cuma ilmiah aja 🙂

  37. Setuju sama points dari Tika. Kalo gw plus nilai toleransi. Gw prefer sekolah netral, gak berbasis agama tertentu biar Senja tau dan belajar macem-macem.

    • Nah, bahasan toleransi atau berbasis agama tertentu itu termasuk dalam obrolan dengan Kepsek atau pengelola. Semoga Senja menikmati masa SDnya kelak!

  38. kurang lebih kriteria sekolah yg sy pilih utk anak2 jg seperti itu. Dan utk SD (bahkan SMP) sy masih kurang sreg utk memilih negeri. Alasan juga kurang lebih sama. 🙂

  39. nice school indeed :D…saya sempat dilema juga memasukkan Bo ke SD…apalagi TKnya juga swasta (karena ngg ada yang negeri toh :D)..akhirnya saya dan suami memutuskan untuk memasukkan Bo ke SDSN yang punya reputasi bagus dan dekat rumah…We thought we will stay for another year sebelum tugas berikutnya, jadi masuk SDSN ini :D….well, pastinya beda dengan waktu TK yang memang dikelola yayasan, tapi kami masih melihat bagaimana hasilnya nanti…so far Bo happy dengan sekolah dan teman-temannya 😀 and progressing…sekolah yang dipilih untuk anaknya bagus sekali…semoga anak2 benar-benar menikmati masa petualangan mereka di SD :D…bon courage…cheers…

    • Good point, penting sekali anak menikmati sekolah mereka. Sepertinya ada pertimbangan mau dipindahtugaskan ya? Berarti anak akan pindah sekolah. Good luck buat Bo!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s