BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Novel Papua Berkisah

62 Komentar

Senang, excited dan cemas adalah sedikit kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat seorang teman mengirim foto via twitter bahwa novel perdana saya, Papua Berkisah, sudah dia temukan di toko buku. Ah! Terima kasih kepada penerbit Loveable. Setelah lima tahun cerita itu tersimpan dalam hard disk saya, akhirnya sekarang novel Papua Berkisah bisa dinikmati semua orang.
foto Papua Berkisah di toko

Ide cerita Papua Berkisah pertama kali saya bahas bareng Yusuf tahun 2008, pada saat kita ikut workshop script writing bersama Tom Abrams, seorang script writer Hollywood (saya juga nggak hafal dia sudah menulis skenario film apa saja, silakan cek di IMDb kalau penasaran). Niat semula saya, ide cerita ini untuk skenario film layar lebar. Jadi ketika menulis kerangka cerita ini, yang ada di kepala saya adalah sebuah film. Maka ketika akhirnya saya tulis sebagai novel, sang editor novel tersebut berkomentar, “Saya suka deskripsi visualnya, sangat rinci tapi masih menyisakan ruang untuk imajinasi,”.

Jadi, outline cerita Papua Berkisah sudah selesai sejak awal tahun 2009. Berbekal sinopsis dan outline ini Yusuf menawarkannya ke beberapa executive producer untuk difilmkan, tapi selalu mentok di masalah budget. Setting cerita dimana seorang bapak tua yang grumpy memaksa anak gadisnya yang keras kepala melakukan road trip naik taksi miliknya dari Jakarta ke Surabaya, lalu naik kapal ke Jayapura, memang nggak bisa dijadikan film murah. Perjalanan mereka yang penuh intrik ini sekaligus membuka deretan luka lama si Bapak, sehingga memaksa si Anak mencari cara untuk diam-diam kembali ke Jakarta.
Cover Papua Berkisah

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah si Bapak yang fans Persipura dan si Anak yang seorang fans Persija ini? Temukan kisah selengkapnya di novel Papua Berkisah, tersedia di toko buku atau bisa beli secara online via website Kutukutubuku atau kalau mau beli lewat saya juga bisa, mau pakai tanda-tangan, cap jempol, cap bibir juga boleeeeh… Caranya boleh pesan langsung di kolom komentar blog post ini atau layangkan email ke swastika05@gmail.com menyebutkan mau pesan berapa eksemplar (siapa tau mau beliin buat teman, pacar, ortu, boss, ponakan, murid dll), lalu bukunya mau dikirim kemana. Harganya Rp 43.000/eksemplar. Nanti saya kabari pembayarannya transfer ke mana. Demikian, mohon doa restu semoga novel perdana ini laris manis sehingga bisa membujuk penerbit untuk mencetak sequelnya. Hehehe…

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

62 thoughts on “Novel Papua Berkisah

  1. Ping-balik: Balada Kerja Malam | About life on and off screen

  2. Selamat ya mbak, novelnya udah terbit,.. punya saya ngangkrak di hardisk 😀 *padahal baru kerangka doang, hihihiii 😀

  3. Ping-balik: Bertualang Lewat Papua Berkisah | danikurniawan

  4. Ping-balik: BAPAKku dan “Papua Berkisah” By Swastika Nohara | Joeyz14

  5. halo mbak, kunjungan balik dari tulisan turnamen foto perjalanan ronde 40 yg kemaren 😀 salam kenal ya. nanti aku cek bukunya di Balikpapan ah 😀

  6. Wah, bahkan sudah ada sekuelnya… ❤

  7. Congrats Mbaaak. Aku mau beli 🙂 Pas ada acara Kojak aja nanti janjian lagiii

  8. selamat siang, kapan sampai di TB di Jayapura ya< pensaran!
    btw, pernah sampai Papua?
    aku fans berat persipura
    sama dengan si bapak 🙂

    salam

  9. mantap kak.. lahirakan teru bayi2nya ya 😉

  10. Selamat mba Tika….

    Weekend mau ke gramedia ahh..

  11. Selamat ya mbak,.. waa saya kapan ya bisa terbitin novel sendiri 😀 (dari tahun kemarin cuma kerangka doang nggak jadi2 *toyorsendiri )

  12. Congrat ..! Doakan supaya menyusul 🙂

  13. Hai Nohara, selamat pagi dan salam kenal yah… Ijin follow dan belajar menulis boleh kan ?

    Kebetulan nih, aku admin CSMCargo. Alamat pengiriman buku2 ke Papua di email yah ?

  14. Mbak Tika, aku udah kirim email.

  15. Hey mba tika, sebelum saya pesan bukumu juga, kenalan dulu kita. Nama andre, masih mahasiswa. Berarti saya masih imut. Nanti saya email yaa..

  16. Selamat yah, mumpung di Indo, i ll grab one di Gramedia nanti 🙂

  17. Selamat ya! saya nggak baca buku kertas karena lagi kerajingan kindle. Ada versi elektroniknya gak?

  18. Mbak Tikaaa…! Selamat yaaaa…! Aku nanti mau cari ah. Eh, di gramedia bandung udah ada, belum?

    • Kata temanku di Bandung kemarin belum ada, semoga akhir pekan ini udah ada. Biasanya selisih 2-3 hari aja dg Gramedia Jakarta. Selamat membaca… *ehbelumya?

  19. Selamat ya Tika… So happy for you. Sayah mau pesen bolehkah? Minta tandatangan juga. Hahahaha.
    Habis ini sayah kirim emailnya.
    Premisnya menjanjikan banget.
    Kalo nunggu ke toko buku gak tahu kapan. 😀

    • Thank you Dani. Iya, emailmu udah aku baca-bales tadi, besok aku kirim ya bukunya, selamat membaca, aku tunggu komentarnya di blog atau twitter atau Fb atau yg lain 🙂

  20. Selamat yah Mba 🙂
    Aku dah nunggu nih bukunya 😀

  21. Congrats! Pengen baca pengen order tp pengiriman ke Australia ok ga?

  22. selamat mba…. itu buku yg tentang pemain bola yg kmrn mamanya ditulis bukan?
    mau dong diajarin nulis novel mba ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s