BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

My Best Movies in 2012

18 Komentar

Sebentar lagi tahun 2012 berakhir dan dunia belum kiamat. Kali ini ramalan suku Maya meleset (semoga tidak ada keturunan suku Maya yang bisa berbahasa Indonesia dan membaca blog post ini). Jadi selagi kiamat masih jauh, sekarang kita nikmati saja hidup dengan menonton film dan menulis tentangnya. Cukup banyak film bioskop dan serial TV bagus yang saya nikmati sepanjang tahun 2012 ini, dan berikut 9 judul yang paling saya sukai.

1. A Separation
Film ini sangat memikat dalam segala kesederhanaannya. Seperti banyak film Iran lain, A Separation bercerita tentang konflik keseharian hidup, sesuatu yang sangat dekat dengan kita, tapi dengan cara bertutur yang memukau. Melalui kisak tentang sepasang suami istri yang hendak bercerai, tergambarkan dengan apik karakter-karakter tokohnya dan nilai-nilai yang mereka anut. Misalnya soal kejujuran yang menjadi hal paling penting di dunia, juga soal (sebagian) masyarakat Iran yang memegang teguh ajaran agamanya sehingga seorang pembantu rumah tangga pun menyempatkan diri berkonsultasi via telfon dengan seorang ulama soal dosa/tidak dosa sebelum melakukan sebuah pekerjaan rumah tangga yang menurutnya tidak pantas. Sutradaranya, Asghar Farhadi, did a great job!

2. Looper
Premis film ini sangat memukau. We must fight in our past to face our future. Saya sempat mengira tidak ada yang baru dengan film ini, just another scifi with time traveller theme. Ternyata keliru. Looper memberikan perspektif baru akan konsep reward & punishment. Bayangkan jika di masa depan hukuman mati dieksekusi dengan melempar si terhukum ke masa lalu, kemudian seorang eksekutor menembak orang itu di masa kini. Lalu bagaimana bila si eksekutor mendapat bocoran informasi bahwa dia akan bertugas menembak dirinya sendiri dari masa depan? Sutradara dan penulis naskah Rian Johnson berhasil menjalin sebuah cerita yang memukau, dan mengekskusinya menjadi film yang enak ditonton. Joseph Gordon Levitt juga tampil keren memerankan versi muda Bruce Willis.

3. Argo
Sampai detik ini Argo belum tayang di bioskop Indonesia. Saya nonton film ini di Bangkok, dan untuk pertama kalinya saya merasakan harus berdiri menyimak lagu kebangsaan kerajaan sebelum sebuah film diputar di bioskop. Argo bercerita tentang upaya pembebasan sekelompok diplomat Amerika Serikat yang terkepung di Teheran ketika amuk massa menduduki kedutaan Amerika di Iran tahun 1979. Aksi heroik ini dimotori oleh Tony Mendez, seorang agen CIA. Ide film ini keren, yaitu membebaskan sandera dengan seolah-olah membuat film science fiction di Teheran yang sebenarnya tidak pernah dibuat. Argo menyajikan paduan yang pas antara isu politik, drama dan suspense. Ben Affleck sukses menjadi sutradara sekaligus lead actor dalam film yang menegangkan ini.

Dalam sebuah wawancara dimana Ben Affleck didudukkan bersama dengan Tony Mendez, the real CIA hero, Tony Mendez menyebutkan bahwa Ben bukanlah pilihan pertamanya untuk memerankan dirinya. Tony (dengan nada bercanda) penginnya diperankan oleh aktor ganteng George Clooney! Hahaha… Setelah Argo rilis di bioskop bulan Oktober 2012, pemerintah Iran mengeluarkan protes keras karena menurut mereka ada catatan sejarah yang tidak akuran dalam film ini. Sebagai balasannya, pemerintah Iran telah menyatakan akan mendanai pembuatan film untuk mengcounter Argo. Tentu Ben Affleck bangga karyanya tidak hanya sukses secara komersial tapi juga mendapat respon sedemikian serius 🙂

4. Life Of Pi
Satu kata untuk film ini: AMAZING. Saya acungkan jempol untuk Ang Lee, sang sutradara asal Cina yang sudah lama berkarya di Hollywood ini. Bandingkan dengan sutradara besar lain, Ridley Scott mesti jauh-jauh ke luar angkasa untuk mencari Tuhan (Prometheus), James Cameron harus menciptakan kehidupan di planet lain dengan manusia birunya (Avatar) dan Spielberg harus menghidupkan kembali serombongan dinosaurus (Jurrasic Park). Sementara Ang Lee melakukan pencarian Tuhan cukup dengan sebuah kapal sekoci di tengah laut. Hahahaha… But seriously, film ini memukau dari segala sisi, mulai dari jalinan ceritanya, tampilan visualnya hingga dramaturginya. Film dari adaptasi novel karya Yann Pattel ini menyajikan berlapis-lapis kejutan hingga ke endingnya.
life of pi

5. End Of Watch
Sudah jutaan film tentang street cop dibuat oleh Hollywood, tapi End Of Watch ini terasa istimewa karena cara bertuturnya. Jake Gyllenhaal memerankan seorang polisi yang tengah membuat film dokumenter tentang keseharian mereka dalam bertugas. Jadi gambarnya diambil menggunakan point of view kamera (amatir) milik Jake, dengan narasi yang juga dia isi dan komentar teman-temannya untuk menuturkan cerita. Jalinan ceritanya kuat, dramanya pun mengena. Kumpulan kisah sehari-hari polisi yang di awal film tampak seperti fragmen berserakan, belakangan ternyata saling terkait satu sama lain. Duet aktor Jake Gyllenhaal dan Michael Pena terasa sangat pas dan natural, menyampaikan cerita dari sudut pandang sepasang partner polisi dalam berpatroli.

6. 5 Broken Cameras
Beruntunglah warga Jakarta yang sempat menonton film ini dalam Chop Shots 2012, sebuah festival film dokumenter internasional yang baru pertama kali digelar (dan semoga akan terus diadakan). Film dokumenter ini diambil oleh seorang petani di sebuah desa di Palestina yang mulanya membeli kamera untuk merekam kelahiran putra bungsunya. Ketika itu sebuah pagar pembatas antara Palestina dan Israel mulai dibangun di desanya. Warga desa menolak dan Emad, sang petani, memfilmkan berbagai peristiwa dan perjuangan warga desa. Perjuangan warga terus bergulir hingga terjadilah berbagai peristiwa yang membayakan nyawa mereka. Selama lima tahun dia mengumpulkan footages untuk film ini dan lima kamera telah dikorbankan selama proses pembuatannya, mulai dari dibanting hingga ditembak tentara.

7. The Dark Knigt Rises
Christopher Nolan. The name says it all. Sejak menonton Memento sekitar 10 tahun lalu, saya jatuh cinta kepada Nolan. Kemudian saya carilah film-film Nolan yang lain seperti Following dan Insomnia, dan terus setia mengikuti karyanya yang terbaru dan berbudget besar seperti Batman trilogy dan Inception. Saya menemukan cara bertutur yang memukau dalam setiap film Nolan ketika dia mengajak penontonnya mengupas cerita satu lapis demi satu lapis hingga akhirnya kita merasa telah sampai pada inti cerita dan mengetahui semuanya. Tapi kemudian kita menemukan ternyata masih ada lapisan lain yang membawa kita kembali ke lapisan paling luar. Gaya bertutur yang unik ini juga Nolan terapkan dalam film super hero garapannya, Batman Begins, The Dark Knight dan The Dark Knight Rises. Ketika menonton The Dark Knigt, saya merasa ini adalah film Batman terbaik sepanjang masa dan tidak mungkin bisa dibikin lebih menarik lagi. Ternyata saya salah. The Dark Knight Rises memberikan sensasi menonton yang tak kalah seru dengan skala keriuhan yang lebih epic.

8. Breaking Bad
TV series ini begitu memukau sejak episode pertama. Berkisah tentang Walter White, seorang guru kimia di SMA yang menyalahgunakan kemampuannya meracik bahan kimia untuk membuat crystal meth, sebuah zat adiktif yang laku dijual mahal. Walter bekerja sama dengan Jesse Pinkman, mantan muridnya yang memang seorang pecandu dan drug dealer kelas teri untuk memasarkan produknya. Drug hasil racikan Walter ini ternyata berkualitas super, malah disebut sebagai the best crystal meth ever sehingga segera populer dan laris manis dikalangan para junkies. Tanpa mereka sadari kartel drug di New Mexico terusik dengan kehadiran Walter & Jesse, pemain baru yang merusak pasaran. Hidup Walter dan Jessa pun dalam bahaya. Terlebih adik ipar Walter bekerja di DEA dan penasaran setengah mati memburu identitas asli Heisenberg, nama samaran Walter di dunia hitam. Lalu kenapa seorang guru SMA yang baik hati dan sebelumnya selalu hidup lurus ini mau meracik crystal meth hingga membahayakan hidup istri dan anaknya? Silakan nonton sendiri kalau mau tau jawabannya. Setiap episode Breaking Bad ini menyajikan komposisi yang pas antara bad ass action, drama dan sisi gelap drug market di New Mexico.

9. White Collar
Jujur saja, saya pertama kali tertarik nonton TV series ini karena wajah tampan Matt Bomer yang berperan sebagai Neal Caffrey, seorang penjahat kerah putih. He’s the sexiest man alive! Neal Caffrey adalah sosok yang charming, memanfaatkan pesonanya untuk memanipulasi orang dan sangat ulung dalam berbagai tindak kejahatan seperti memalsukan dokumen, mencuri dan memalsukan lukisan hingga membongkar alarm. Tapi tentu ada agen FBI yang lebih cerdas dari Neal dan berhasil menangkapnya, yaitu Peter Burke. Peter pun memanfaatkan kelihaian Neal untuk bekerja sama sebagai tim dalam membongkar kasus-kasus kejahatan kerah putih lainnya. Tentu Neal bisa keluar penjara dengan sederet syarat, antara lain memakai tracking anklet yang membatasi geraknya hanya dalam radius 20 miles. Dengan setting kota New York, episode demi episode cukup memukau melihat akting Matt Bomer dan Tim DeKay yang beneran tampak seperti soul-mates. Bagi saya keistimewaan film ini adalah keberhasilan penggagasnya dalam mengolah materi cerita yang kesannya membosankan menjadi film serial yang menarik.

Ada diantara judul di atas yang filmnya dirilis sebelum tahun 2012, tapi karena saya nontonnya baru tahun ini jadi bolehlah masuk ke dalam daftar. Dan saya sengaja hanya memasukkan film dari luar Indonesia meski ini bukan berarti tidak ada film Indonesia yang saya nikmati. They’re on a separate list 🙂

Saya masih penasaran sangat ingin nonton beberapa film yang sebenarnya rilis tahun 2012 tapi belum masuk ke Indonesia, misalnya Cloud Atlas, Amour, A Royal Affair dan Les Miserables. Sepertinya sih Cloud Atlas dan Les Miserables akan tayang di bioskop Jakarta awal tahun 2013. Semoga saja.

Kalau kamu, apa saja film favoritmu di tahun 2012?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

18 thoughts on “My Best Movies in 2012

  1. Ping-balik: ARGO: Oscar Winner Controversy | About life on and off screen

  2. Setuju soal Batman, mbak! 🙂

  3. aku nonton Looper sama End of Watch, mbak..

    End of watch yang menurut aku keren, bikin hatiku berdebur-debur, sedih.
    Looper ngagetin, seneng liat endingnya.

  4. aku jadi nonton Looper gara-gara baca postingannya mbak Tika… 😆
    bagus sih ceritanya, cuma bukan jadi favoritku :F
    The Dark Night Rises udahlah emang keren banget itu film.. 😆
    next, nunggu DVDnya Lif Of Pi 😀

  5. Menambahkan Skyfall dalam daftarku. Kalau sebuah film sampai saya tonton tiga kali dan membuat saya yang semula ga peduli dengan James Bond jadi jatuh hati, it’s gotta be SOMETHING!

  6. Gak ada film Indonesianya mbak?

    soal life of pi kok aku gak suka yak. bingung bener nontonnya. mungjin daya imajenasi aku soal film belum tinggi.. hehehehe..

  7. untuk tahun ini saya suka life of pi… rasanya persis ketika pertama kali baca novelnya. diaduk-aduk secara emosional dan spiritual. saat nonton kembali merasakan hal yang sama, kali ini dengan visual aid.

    looper menempati posisi kedua. saya suka filosofi filmnya, kaya yg kak sabai bilang. saya suka juga suara pistolnya, mantebb banget. cuma saya gak suka darah, jadi sesekali merem saat ngelihat adegan brutal.

    • iya, imajinasinya pembuat film looper itu keren banget! coba bayangin kalo kita punya cerita macam itu terus kita sodorin ke executive producer film di jakarta, kira2 apa ya reaksi mereka? 😀

  8. The Dark Knight Rises, Looper, Life of Pi, Ted, The Lorax, Prometheus, The Hobbit and Premium Rush :mrgreen:

  9. Aku suka banget White Colar dan Looper.. *kalau yang ada di judul diatas*

    Anyway, i like Spider Man dibanding The Dark Knight RIses

    Jack Reacher juga lumayan.. Soalnya udah lama gak nonton film bergenre Suspense & Mystery yang dibintangi bintang film “terkenal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s