BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Korea: Makan Murah Tapi Enak Terus

54 Komentar

Mau traveling ke Korea Selatan tapi ngeri karena biayanya mahal? Well, selalu ada cara buat menyiasatinya, karena sesungguhnya mahal atau nggak sangat tergantung pada traveling style kita. Kalau mau menginap di hotel dan kemana-mana naik taksi, saya sih bisa bangkrut seminggu di Korea. Maka dari itu saya pilih menginap di guest house, kemana-mana naik subway atau bis, dan makan di warung-warung kecil yang harga per porsinya ramah di dompet. Toh rasa masakannya sama sedapnya dengan di restoran. Saya sempat mencoba 1x makan di restoran yang cukup fancy, dengan harga 20-30% lebih mahal, serius rasanya sama kayak yang warungan!

Berikut beberapa warung kecil di Busan dan Seoul yang sangat sangat sangat memuaskan. Satu menu bimbimbap atau seafood soup disajikan dengan 5 side dish, rata-rata harganya 5500 won (kalikan 11 Rupiah), kalau mie semacam ramen dengan 2 side dish seharga 4000 won, nasi atau mie goreng ada yang cuma 3000 won dan menu yang lebih berdaging kayak bulgogi gitu 7000 won. Bagi saya aneka soup dengan 5 side dish itu sungguh terasa nikmat disantap saat musim gugur yang dingin.

Satu hal yang agak bahaya di Korea adalah street food alias jajanannya! Serius banget! Iman saya sungguh mudah goyah melihat display jajanan di pinggir jalan sepanjang area Myeongdong, Insadong atau area apapun yang ramai di Seoul dan Busan. Harganya rata-rata 3000 won. Melihat salah satu gerobak yang abang penjualnya mirip Siwon, saya langsung meleleh…. diam-diam saya rogoh saku, mencari 3 lembar seribuan won untuk membeli makanan yang tak saya ketahui namanya. Enak banget!!! Apalagi makannya sambil ngeliatin si abang penjual itu.

2014-10-27 10.39.01

busan food

seoul food near palacebusan street food2

Seoul insadong food

Lain lagi ceritanya pas jalan kaki di area Haeundae beach di Busan. Di pojokan tepi trotoar seorang perempuan tua tampak serius memanggang bulatan-bulatan besar yang tampak seperti kacang. Lokasinya di seberang penginapan saya. Pagi-pagi dia sudah jualan, lalu pas sore hari saya lewat situ, dia masih jualan juga. Akhirnya saya dekati karena dua hal, saya tertarik melihat lebih dekat kacang apakah itu dan salut sama nenek-nenek yang seharian duduk menahan angin dingin musim gugur untuk menanti pembeli.

Dengan bahasa kalbu, alias bahasa Inggris plus isyarat 1-2-3 pakai jari tangan, saya tanya harganya berapa. Si nenek ngomong entah apa dalam bahasa Korea. Gagal komunikasi… Akhirnya pakai azas kepercayaan. Saya keluarkan segenggam uang ribuan dan ratusan won dari saku, lalu saya suruh si nenek mengambil sendiri uang seharga sebungkus kacang. Si nenek menyisihkan uang ratusan won sambil geleng kepala tanda tidak setuju dan ngoceh entah apa. Lalu dia mengambil 3 lembar seribuan won. Oalaaaaah…. harganya 3000 won!! Padahal tadi saya sudah mengacungkan 3 jari tangan sambil ngomong, “Three thousand won?” Anyway, saya mengangguk, senyum dan mengambil sebungkus kacang seharga Rp 33.000 itu. Pas saya mau pergi, eh, si nenek menggenggam lengan saya dengan erat sambil ngomong panjang bener entah apa. Dia meminta kembali sebungkus kacang yang sudah saya bayar! Saya kaget… Ada apa lagi?

Masih sambil ngoceh, si nenek menambahkan 3 butir kacang ke bungkusan saya dan memberikannya ke saya…. Saya bengong saat menerimanya. Untunglah seorang pria muda dan ganteng mirip Kwon Ji-Yong alias G-Dragon datang menghampiri dan menjelaskan dengan bahasa Inggris patah-patah bahwa karena saya orang asing, nenek tadi kasih bonus 3 butir kacang! Disertai ucapan, semoga betah berada di Korea. Oalaaaah….. Ya ya ya… Bahkan nenek tua penjual kacang yang nggak bisa bahasa Inggris pun menjadi duta wisata yang baik bagi negerinya.

Busan chesnut

Beberapa hari kemudian, saya ketemuan sama Yeseul Kim, seorang mahasiswa yang tinggal di Busan. Dia pernah ikut program pertukaran pelajar ke Jakarta dan jadi mahasiswa saya selama 1 semester di jurusan Film Production. Kim tahu saya berada di Busan karena melihat foto-foto Facebook saya, dan dia langsung nyamperin ke penginapan di malam terakhir saya karena ternyata saya adalah dosen favoritnya selama kuliah di Jakarta. Kim bercerita bahwa grilled chesnut dagangan nenek tadi adalah kacang yang hanya keluar saat musim gugur. Dia bertanya ke saya, “Emang di Jakarta nggak ada chesnut ya?” Lha iya Kim, mana ada musim gugur di Jakarta? Dan chesnut ini rasanya enak banget!

Secara umum orang-orang yang saya jumpai di jalanan Busan dan Seoul jarang yang bisa berbahasa Inggris, termasuk anak mudanya. Tapi mereka sangat antusias membantu saat saya tanya jalan. Seorang anak SMP yang lagi kongkow sama 2 temannya bahkan sampai berdiri, mengecek rute bis di website di HPnya, mencatat nomor bis di kertas buat saya dan jalan kaki mengantar saya ke halte terdekat untuk memastikan saya menunggu di halte yang benar soalnya ada 3 halte berderet di jalan besar itu dan keterangannya pakai aksara Han-gul. Saya terharu… anak sebaik itu semoga masa depannya gemilang.

Cerita selengkapnya termasuk budget perjalanan ke Busan ada di sini, dan cerita Seoul ada di sini. Foto-foto ajib selama di Korea bisa dilihat di sini. Yuk ke Korsel?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

54 thoughts on “Korea: Makan Murah Tapi Enak Terus

  1. Wahh bacanya sambil ketawa2..
    Habisnya lucu dan seru ceritanya.
    Insyaa Allah akhir tahun mau terbang jg kesana kak. Doaaa keenn~^^

  2. jadi ke pngen ke Korea deh, pengen icip2 makanannya, diliat dr foto aja udah bikin ngiler banget 😀 apalagi kenyataannya.
    Kak ada rencana kuliner ke Bandung ga? Kalo ke Bandung wajib buat cobain Kuliner Khas Bandung Resep International satu-satunya ayam goreng yg ada di Indonesia.

  3. Hai mbak swasti….salam kenal….kapan mbak jalan2 ke korea lagi…😊😀😁😄

  4. Abang yang penjualnya mirip Siwon. hahaha..biar deh walaupun banyak yang ga bisa bahasa inggris yang penting bisa cuci mata yah mbak :p

  5. Ping-balik: Tips Transportasi, Makan, Uang Dan Toilet Di Korea | About life on and off screen

  6. Mbak mau tanya, 1 won itu berapa rupiah ya? 11 ribu atau 11 rupiah? makasih..

  7. tulisan mbak sgt menginspirasi. saya mau solo Traveling di bln oktober. cuma lagi bingung soal penginapannya. kalau mbak sudah pesan drv jauh2 hari atau go show ya? dtg baru cr hostel? thanks before

  8. Nyari pecel lele kok nggak ada ye?

  9. wah, banyak makanan enak di korea ya ^^ sepertinya liburan kesini lebih cocok untuk hunting makanan deh 😀 o iya, makanan sih bisa disiasatin. Seperti ketika aku ke jepang tahun 2013 lalu. Pagi onigiri, siang fast food malam baru full course hehee 😀

  10. Aku penasaran sama kacangnya mbak 🙂 Aduh, itu banner di kedai makan pakai fotonya Hyun Bin, hehe..

  11. Ping-balik: Tips Hemat Traveling Ke Seoul Dan Busan, Korea | About life on and off screen

  12. Aku ngiler tapi kok aku kurang begitu cocok ama masakan korea, lebih demen masakan jepang meskipun rada2 ada kemiripan 🙂

  13. Orang Korea emang baik2 mbak, tp yg dateng kesini suaranya toa beneeerr. Disana emang suaranya pada gede2 ya?

    • Laki-lakinya iya, di jalan, di pasar kalau jualan gak usah pakai toa udah kenceeeng! Kalo cewek2nya enggak, suaranya malah cenderung alus, pelan. Kmu sekantor sm Koreans ya?

      • Engga mbak, waktu itu temenku pernah jadi LO buat delegasi Korea, katanya kalo ngomong bertenaga sekali, ga beda jauh sama orang Batak 😆 Kalo perempuannya suaranya emang haluuuuss bgt, temenku yg kuliah di Aussie sempet liburan ke Bali (asal Korea) aku yg temenin jalan2, lumayan lah belajar kebudayaan dia dikit2 😀

  14. Hahahaha manaa foto abang Siwon nya :lol:.
    ih mereka ramah ramah banget ya. Konon sih katanya Korea emang pengen negara mereka pariwisatanya maju biar jadi pemasukan negara yang lumayan. Makanya apa aja “dijual” sama mereka, turis tuh di service abis abisan. Demam KPop nya aja di jadiin sumber pariwisata, kalo disini mungkin ga ya deman Cowboy Junior *misalnya* di jadiin pariwisata? atau kalo di sana KDrama, disini mungkin ga sinetron kita bisa nyamain? *ehm padahal kadang ceritanya sama lebaynya loh :D*

    • Eh iya banget!! Mereka ini jagoan soal packaging. Semua hal dipackage bagus dan menarik buat turis, termasuk KPop, KDrama, KMovie dll. Ini sudah dilakukan Jepan sejak th 1980an. Mereka mengikuti dan mengembangkannya dengan sangat baik. Kapan ya Indonesia bisa dikemas yg sangat menarik kayak gini?

      • Iya, hmm aku belum pernah ke Korea tapi sebenernya dari segi alam kita lebih bagus kali ya cuma kalo disana bisa lebih rapi, lebih bersih ya jelas jadi lebih unggul disana walaupun alamnya biasa biasa aja. Wah tanya kapan ya sinetron kita bisa se keren dan sepopuler KDrama atau lagu lagu kita bisa se ngetop KPop. IMO sih KDrama atau KPop itu juga ga orisinil banget sih mbak, balik lagi packaging nya yang keren dan totalitas mereka (gak asal njiplak) bikin mereka bisa lebih unggul 🙂

        • Bener, kadang ada juga kok KDrama yg ide ceritanya mirip film lain, tapi lalu dikembangkan, jadi nggak persis plek. Etapi ada juga film Korea yg dijiplak Hollywood, misanya Lake House (Keanu Reeves) itu persis plek Il Mare, film korea 😀 Kata orang Jawa, there’s nothing new under the sun. Ya nggak?

  15. Mba, orang2 disana ramah2 bgt ya.. Yg nenek2 itu juga baik bangeet :’)

  16. Nenek nya sweet banget 🙂 Ramah ramah ya penduduknya ! chestnut disini namanya kastanje juga keluar pas musim gugur sampe musim dingin. Enak banget buat snack, dibakar di perapian trus sambil minum hot choco atau Gluhwein 🙂

  17. Nabuuuung untuk Koreaaaa 😀

  18. Aaahhh… Jadi pengen ke korea.. Hiks

  19. Jadi pengen balik kesana lagiii….hiks!

  20. Langsung hangat hati baca cerita tentang si nenek dan lihat fotonya.. streetfoodnya luar biasa banget tampilannya. *kemudian memandang iba ke warteg*

    • Bener Dan, tampilannya menggoda bgt! Org Korea mmg sangat mementingan tampilan… makanya banyak cewek-cowok sana yg operasi plastik ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s