BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Because Women Are Special

30 Komentar

Seorang ibu bangun saat matahari masih malu-malu, lalu beribadah pagi, olah raga kalau sempat, lalu menyiapkan sarapan dan bekal sekolah anak, membangunkan anak dan memastikan mereka tepat waktu dalam bersiap-siap, sementara si ibu juga harus mandi dan bersiap pergi kerja. Di kantor mesti ketemu sama boss yang demanding, anak buah yang ngeyel padahal ada deadline yang harus selesai siang itu, padahal mesti closing, atau mesti pitching. Sampai rumah masih harus ngecek PR anak. Huft! Sounds familiar?

Begitulah hidup sebagian besar perempuan bekerja di kota besar. Lelah, tapi memang sudah dipilih dan berkomitmen untuk menjalaninya. Juga bagi perempuan yang punya bisnis sendiri, buka OL-shop, buka catering, atau pekerja freelance seperti saya. Kalau lagi ada deadline sih, ribetnya sama.

Saya kenal beberapa perempuan yang meskipun punya seabrek peran dan kegiatan, tetap bisa mengatur dirinya dan keluarganya dengan baik. Apa sih rahasianya? Psikolog handal Nina Teguh memberikan sedikit tips di acara Women Are Special, Jadi Apapun Yang Kamu Mau, yaitu:

  1. Punya support system dan menjaga hubungan baik dengan mereka.
  2. Punya support group
  3. Sempatkan me-time
  4. Sesekali piknik
  5. Jaga kesehatan

Nah, sekarang mari kita bahas satu-satu.

Punya support system dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Support system di sini artinya siapa aja yang bisa kita percaya untuk membantu menjaga anak selagi kita, ibunya, bekerja. Bisa membantu beberes rumah, menjaga anak dan lain-lain. Biasanya berupa asisten rumah tangga, nanny dan mungkin supir pribadi. Bagi yang beruntung punya mama (nenek si bocah) yang bisa ikut menjaga si bocah, ini previledge banget loh!

Nah, kita perlu untuk selalu menjaga hubungan baik sama semua orang dalam support system kita ini. Iya, kadang-kadang pasti ada aja ulah mbak ART yang bikin emosi, dan inilah saatnya kita tarik nafas dalam-dalam, kasih tau dengan nada suara yang normal dan berusaha memaafkannya.

Punya support group, terutama sesama ibu. Support group ini bisa berupa sekelompok teman yang juga ibu-ibu muda, sehingga kita bisa leluasa saling cerita dan menumpahkan segala keluh kesah, saling mendukung dan saling membantu kalau salah satu ada yang kesusahan.Sesederhana anak lagi susah makan, curhatin aja di group, dan biasanya ada aja yang kasih ide gimana pas dia menghadapi masalah serupa.

I’m lucky I belong to @Buibuksocmed sebuah support group yang bermula hanya dari whats app group, lalu jadi sering kopdar dan bikin kegiatan bareng. Sama mereka, udahlah semua tumpah ruah dan selalu mendapatkan support yang non-judgemental, sering mendapat solusi ciamik dan… ehm… tips kamasutra! πŸ™‚

Sempatkan me time, meskipun di rumah. Me-time nggak harus jalan-jalan sendiri tanpa anak. Di rumah pun bisa menciptakan me-time, waktu luang yang kita set untuk kita nikmati sendiri, melakukan hal-hal yang kita sukai. Saya kalau di rumah cukup dengan nonton TV-series setelah anak-anak tidur! Ada yang suka drama Korea? *liatin yang ngacung siapa aja*

Sesekali piknik. Nah, ini perlu agar tetap waras balanced. Gak usah jauh-jauh ke Raja Ampat atau ke Korea Selatan-lah. Syukur kalau bisa ke pantai, tapi kalau nggak, bisa cari area yang dekat dan mudah dijangkau. Saya dan anak-anak ke Kebun Binatang Ragunan aja udah seneng! Cukup dekat dari rumah kami, dan tiket masuknya murah. Kadang kami ke Museum Nasional lalu lanjut jalan kaki ke Monas. Anak-anak tuh gampang dibikin seneng!

cropped-cropped-img-20141226-wa0067.jpg

Jaga kesehatan, selalu, sebaik mungkin. Menjaga kesehatan ini terdengar klise ya. Tapi bayangkan kalau kita sakit, pasti anak-anak juga jadi nggak kepegang, boro-boro mikirin kerjaan. Saya mewajibkan diri olah raga minimal 30 menit setiap pagi, sukur kalau bisa lebih. Biasanya sih jogging, lalu kadang kalau waktunya agak banyak ditambah yoga atau HIIT. Makan juga seimbanglah, saya sih bukan penganut aliran pola makan tertentu, yang penting setiap pagi makan buah potong minimal 3 macam dan siang-malam banyak makan sayur. Soal makan saya nggak punya pantangan, kecuali 1 hal yang saya nggak mau makan, yaitu teman πŸ™‚

Khusus untuk kesehatan area V, untungnya ada Lactacyd Herbal, pembersih khusus area kewanitaan yang memberi kesegaran sepanjang hari. At some point of a woman’s life, pasti pernah mengalami yang namanya keputihan. Apa lagi Indonesia ini iklimnya panas dan lembab. Beeeuuuhhh… nggak enak banget kalau pas keputihan.

Nah, Lactacyd Herbal ini adalah seri terbaru yang mengandung ekstrak daun sirih, mawar dan susu untuk membersihkan, melembutkan dan merawat kesehatan dan kesegaran area V. Cara pakainya gampang, cukup 1-2 tetes di telapak tangan lalu dibasuhkan di area V dari arah depan ke belakang, bilas dengan air bersih.

Tersedia dalam kemasan 120 ml yang agak besar, jadi lebih awet dan 60 ml yang kecil dan ringkas dibawa bepergian. Saya baru-baru ini mencoba kemasan yang kecil dan sekali lagi saya merasakan sensasi segar yang menyenangkan. Dulu saya pernah pakai Lactacyd tapi bukan yang herbal. Seneng deh sekarang ditambahi manfaat susu, mawar dan daun sirih!

Selama pakai Lactacyd Herbal ini, so far so good. Terasa nyaman dan segar. Kemasannya yang kecil mudah dibawa di tas, jadi kalau harus memakai toilet umum di mall, restoran, masjid atau pompa bensin, saya merasa lebih yakin bahwa soal higienis are-V lebih terjaga.

Lactacyd Herbal swastika

Kalau badan sehat, segar dan area kewanitaan terjaga, udahlah, mau sesibuk apapun juga siap! Aku bisa menjadi apa pun yang kumau. Saat ini aku ingin menjadi ibu yang menyenangkan buat anak-anakku, mau menulis lebih banyak skenario film-film bermutu seperti yang tertulis di sini, mau menulis buku dan mau terus berkarya sampai akhir hayatku. Itu jangka panjangnya.

Jangka pendeknya, aku mau menyelesaikan dengan baik semua deadline kerjaan yang sudah di depan mata! hahaha… Mari kuatkan tekad, sehatkan badan dan pikiran agar bisa menjadi apa pun yang kumau. Kalau kamu, apa yang kamu mau?

#HaloLactacydHerbal #JadiYangKuMau

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

30 thoughts on “Because Women Are Special

  1. keren banget nih mbak. semoga juara ya

  2. *ngacung* yang suka drama korea πŸ˜†

  3. Mantab…. Sukses ya Mba πŸ™‚

  4. Kalo saya sih meskipun sekolah tinggi gak mau jadi wanita kantoran, apalagi menitipkan anak sama art yg yg biasanya lulusan sd. Tp setiap pemikiran org beda2 ya hehe..

    Memang bener ya selain multitasking perempuan itu hrs bs menjaga area kewanitaannya. Lactacyd emg pling Bagus aku juga pakai tapi bukan yg herbal. Lain kesempatan mau coba hehe

  5. Wuah, sip markosip banget ini mbaaa
    Thanks for always inspiring me yak

  6. Mbaaak mau dong saya Papua berkisahnya. Gramedia udah ada kan ya

  7. wahhhh enak nih kalau bisa Piknik … wkwkwkkw

  8. Aku juga senang punya support system yang mumpuni, dari lingkungan keluarga & teman juga. Mbak Tika, thank you juga sudah jadi salah satu supporter di grup @BuibukSocmed πŸ™‚

  9. Wah ini prodak khusus cewek ya sayangnya…pridak ginian kok dikasih susu segala to? yowis aku minum susunya aja wis!!!

  10. Totally agree. Every woman is special banget pakai teloooorrr!!! Lactacyd herbal ini apa bedanya sama lactacyd reguler??? Mengandung susu, mawar dan sirih biar apaaa???

  11. Paragraf pertamanya langsung di-iyain semua, hahaha. Tapi meski rempong tetap aja jadi ibu itu mulia dan menyenangkan.

    Hm.. Lactacyd bisa untuk ngatasin iritasi karena pembalut nggak ya?

    • Ow yes! Jadi ibu itu secapek apapun sangat rewarding yaa… Hmm… iritasinya di sebelah mana? Belum punya pengalaman sih kalau utk kasus begini. Coba bisa ditanyakan langsung ke FB page Lactacyd yg linknya ada di artikel di atas.

  12. April ini dibuka dengan trip Nusa Penida. Minggu kedua berkunjung ke rumah nenek di Purwokerto. Wah April sibuk. Badan harus tetap bugar, yes.

  13. Kesibukan bulan April standar mbak: menonton film, memantau politik, dan menjadi support group individu bagi ibu2 yang tidak punya support group. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s