BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Kalau Jajanan Pasar Jadi Komik

22 Komentar

Apa yang ada di benakmu saat mendengar kata ‘Onde-onde, cakwe, klepon, wajik, clorot, lemper dan gethuk’? Kalau buat saya, jajanan pasar itu nostalgik banget. Sebungkus gethuk langsung membawa ingatan saya ke masa kecil, saat belum banyak pilihan jajanan pabrikan, dan saat kata ‘jajan’ berarti membeli camilan tradisional dibungkus daun pisang di sebuah pasar tidak jauh dari rumah ibu.

Sayangnya di Jakarta jaman sekarang mencari jajanan pasar yang beragam gitu perlu usaha ekstra keras. Saya sih pengin banget sering-sering membawa kelezatan clorot yang legit itu ke rumah dan menikmatinya bersama anak-anak. Tapi di sekitar tempat tinggal saya jajanan pasar ini cukup sulit didapat. Sayang deh anak-anak jadi kurang familiar dengan aneka jajanan pasar ini…

Jadi waktu saya mendengar kabar ada komikus Indonesia yang mengangkat aneka jajan pasar menjadi tokoh komik, saya langsung penasaran! Rupanya komikus ini punya kegelisahan yang sama dengan saya, yaitu ingin mengakrabkan anak-anak kita dengan aneka jajanan pasar…

Glen Ardiansyah, sang komikus, mengangkat 24 jajanan pasar menjadi nama dan bentuk karakter komik Japarr (iya, dengan 2 huruf r). Glen juga mengisahkan kehidupan sehari-hari anak, seperti bermain, berkenalan dengan teman baru dan lain-lain sebagai tema cerita komiknya.

image

Selain komik, ada bonekanya juga. Jadi kalau sudah selesai baca komik tapi anak masih merengek minta didongengi, maka kita bisa pakai bonekanya untuk mendongeng, dan bisa bebas mengarang cerita. Masih kurang? Ada juga buku mewarnai, boneka, gantungan kunci, magnet kulkas dan tas sekolah dengan bentuk karakter komik Japarr ini.

Kemarin saya membacakan komik Japarr dengan karakter si clorot, kue tradisional berbentuk kerucut lancip yang mirip terompet, dan anak saya yang berumur 5 tahun menyimak dengan antusias. Terjadilah dialog ini:

Saya: Jadi ini yang namanya si clorot….
Adek: Hah? Namanya clorot?
Saya: Iya. Kenapa?
Adek: Clorot itu clana melorot?

Adek ngomong gitu sambil terkikik-kikik, menertawakan saya yang sempat bengong sejenak memproses becandaannya… Oalaaaah Deeeek…. Kapan-kapan Bu’e beliin clorot beneran deh!

 

Sebelum melihat komik Japarr ini, saya sih nggak kebayang bagaimana sepotong lemper, atau cakwe bisa diolah menjadi karakter komik yang lucu-lucu. Saya memperoleh 1 komik Japarr ini pas mereka launching di Jakarta kemarin. Katanya sih akan segera tersedia di toko-toko buku terkemuka. Ingat, komik Japarr belinya di toko buku ya, bukan di toko kue….

Nah, bisakah kamu menebak di foto ini dari kiri ke kanan ada karakter jajanan pasar apa saja? Hehehe… jangan sampai saya panggil si Japarr beneran buat kasih contekan!

image

Sabai menggambar

 

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

22 thoughts on “Kalau Jajanan Pasar Jadi Komik

  1. keren kak,,,kreatif 🙂

  2. Ini kreatif! Saya udah pernah ngeliat mereka tahun lalu,
    awalnya mereka menyajikannya dengan media boneka dan cerita dongeng ke anak-anak,
    sekarang udah dalam bentuk komik.
    Makin menarik buat anak-anak nih!

  3. Aku udah mengenal Japarr ini sejak sekitar tahun 2012-2013-an kalo nggak salah. Pokoknya pas masih aktif di Indonesia Bercerita. Dikasih gitu aja sama temen, dan nggak tanggung-tanggung waktu itu dikasihnya 5 boneka langsung dan dikirim ke kantor https://www.instagram.com/p/ufcyZNuhqZ/ (boneka Cenil diminta sama anaknya temen, soalnya katanya lucuk :D).
    Pas Alea lahir, mereka udah jadi temen pertamanya Alea, selain Takita (boneka icon-nya Indonesia Bercerita), dan Winnie The Pooh… hihihihik…
    Sampai sekarang masih suka aku mainin sama Alea 😀

  4. Ya kalau sama aku bukan jajanan pasar tapi berubah jadi lapar (pakai sekali). Idenya kreatif semoga bisa memacu kemunculan jajanan pasar.

  5. Yang kuning itu mirip kayak cakwe..

  6. yang warna warni itu kue lapis kak 😀

  7. Wah bagus tuh mba, secara sekarang anak anak emang sedikti yang tau jajanan tradisional. Mereka masa lebih tau crepe atau waffle ketimbang clorot sama lemper :/
    Mudah2an dengan adanya dongeng itu, anak anak jadi kenal jajanan lokal yg menurut aku sih enak enak *generasi jadul :lol:*

  8. Ya ampuuun. Kreatif bangettt!! Penasarn deh sama komiknya jadinya. Semacam pokemon tapi japar ya. Hihihi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s