BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Di Balik Film Garuda 19

37 Komentar

Seperti yang dapat diduga dari judulnya, film Garuda 19 berkisah tentang perjuangan Timnas U19 yang sekarang sedang menjadi buah bibir. Kisah tim ini dan pelatihnya, Indra Sjafrie, telah banyak ditulis menjadi buku. Salah satunya yang berjudul Semangat Membatu tulisan FX Rudy Gunawan. Nah, sebelum film ini dibuat, produser, sutradara, penulis buku dan saya sendiri sebagai penulis skenario berdiskusi untuk memutuskan siapa saja tokoh sentral dalam cerita film Garuda 19. Indra Sjafrie sebagai pelatih tentu menjadi figur utama. Lalu di antara semua remaja anggota Timnas U19 kami memilih tiga orang untuk menjadi penggerak jalan cerita. Mari berkenalan lebih dekat dengan mereka:

Syahrul Kurniawan

Remaja asal Ngawi, Jawa Timur ini ditemukan Indra Sjafrie saat bermain sepak bola tarkam alias tarikan kampung di sebuah lapangan yang keras dan berdebu. Selama ini dunia Syahrul tidak jauh dari bermain bola dan membantu bapaknya bekerja mencari akar pohon jati di hutan. Perjalanannya memperebutkan satu tempat di Timnas U19 inilah yang mengubah hidupnya, termasuk kegalauan hatinya terhadap Rani, sosok seorang gadis manis yang sering menonton pertandingan bola di Ngawi. Bagaimana langkah Syahrul selanjutnya?

Yabes Roni Malaifani

Yabes tinggal di desa Moru, di atas sebuah bukit di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Setiap sore dia latihan di lapangan sepak bola Kalabahi, satu-satunya kota kecil di Pulau Alor yang sangat indah. Jika pulang latihan sudah menjelang senja, maka angkot sudah habis, Yabes terpaksa lari sejauh 15 km dengan rute menanjak untuk pulang. Tempaan alam dan kegigihannya ini membuat tekad Yabes semakin menggebu untuk bermain bola di liga yang sesungguhnya, meski dia tahu sangat sulit bagi seorang pemuda Alor untuk bisa dilihat oleh pelatih dari Pulau Jawa, apalagi dari pusat. ‘Souvenir’ kecil dari Ana, teman sekolah Yabes yang diam-diam diperhatikannya, turut memacu semangat Yabes. Bagaimana upaya Yabes meraih mimpinya?

Yazid Randaula

Nah, tokoh remaja ketiga inilah yang paling banyak mendapat sorotan media selama proses pembuatan film berlangsung. Yazid tinggal di Lorong Bajo, sebuah kampung nelayan di kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Sejak kecil, Yazid sangat suka berenang di laut dan main sepak bola di pantai. Sahabatnya sejak kecil, Mburi Maryam, selalu menemani hari-harinya. Hingga suatu hari sebuah peristiwa besar yang mengubah hidupnya terjadi. Siapkah Yazid menerima kenyataan?

Screen shot 2014-07-07 at 1.36.53 PM
garuda19 savana5
garuda19 konawe stad7
IMG-20140611-WA0001

Pihak Mizan production selaku rumah produksi tentu sudah berdiskusi dengan Indra Sjafrie yang sedang sibuk melatih tim di Jogjakarta terkait pembuatan film ini. Tanggapan Coach Indra sendiri sangat positif. Beliau turut menantikan kehadiran film Garuda 19 di bioskop. Kesepakatan dengan Coach Indra sudah dicapai, riset untuk penulisan skenario pun dimulai. Bagian riset yang paling menyenangkan adalah di Pulau Alor, dimana saya bertemu dan berbincang banyak dengan Mama Yabes. Dari Mama Yabes saya belajar banyak, termasuk arti kerja keras dan pengorbanan bagi cita-cita anaknya. Selengkapnya ada di artikel ini.

Setelah melalui proses casting yang alot dan mendebarkan maka sederetan aktor pun siap mengisi film ini dengan talenta mereka. Mathias Muchus mendapat amanat rakyat untuk memerankan Indra Sjafrie, sementara coach lain diperankan oleh Ibnu Jamil, Puadin Redi, Verdi Solaiman dan ada aktor muda Yusuf Mahardika (Tendangan Si Madun), Beta Sumarlin, Rendy Ahmad, Gaza dan Amanda Khairunnisa. Selama shooting di Pulau Alor, tepatnya di desa Takpala, Beta yang berperan sebagai Yabes tampak dapat segera membaur dengan keadaan sekelilingnya. Ini tak lepas dari peran Pak Arifin, pelatih sepak bola Yabes. Uniknya, karakter Pak Arifin ini di film Garuda 19 benar-benar diperankan oleh orang yang sebenarnya, memakai baju yang sama yang dia pakai waktu mengantar Yabes seleksi masuk Timnas U19 dulu. Pak Arifin dengan mata terbinar-binar bercerita sambil mengusap jaket olah raga bersejarah yang dipakainya itu.

Seluruh proses shooting di Jogjakarta, Konawe Selatan dan Pulau Alor yang semua pernah saya tulis terpisah, semua sudah selesai dan kini film berada di penghujung tahap penyuntingan gambar alias editing. Bila tak ada aral melintang, akhir Agustus ini harus sudah picture lock, alias sudah selesai tahap editing gambarnya. Selanjutnya masuk studio untuk merapikan suaranya, menata musiknya dan seterusnya hingga siap ditonton di bioskop pada akhir September tahun ini.

indra sjafrie garuda19 edit
Malam tadi saya dan sutradara film ini, bung Andibachtiar, baru saja selesai preview film Garuda 19 di sebuah post house (tempat untuk melakukan editing film) terkemuka di Jakarta Selatan. And it’s looking good!!! Jalinan gambarnya sudah semakin apik, padat dan mengalir untuk menuturkan cerita film ini. Bagi yang familiar dengan proses pembuatan film pasti ngerti banget, bahwa meskipun sudah ada skenarionya, gambar juga sudah dishooting berdasarkan skenario tapi tahap terakhir di meja editing akan menentukan banyak hal di film kita, terutama soal tempo ceritanya. Sebagai penonton film, teman-teman pasti pernah merasakan film yang terlalu lambat, atau malah terlalu cepat sampai ceritanya terasa lompat-lompat dan tidak tuntas, ya kan?

Saya, sutradara, produser, seluruh crew dan para aktornya sangat menantikan kehadiran film ini di bioskop. Semoga Garuda 19 mendapat sambutan meriah di layar bioskop nanti, setuju?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

37 thoughts on “Di Balik Film Garuda 19

  1. Ping-balik: Akhirnya Nonton Film GARUDA 19 Di Bioskop | About life on and off screen

  2. ngga sabar pengen liat film nya.. 😀

  3. bikin pelem tentang bolaaaaaa mulu. ngga sanggup bikin yang lain ya?

  4. Goodluck mbak ^^

    Jadi teringat pembicaraan soal film nasional beberapa saat yang lalu dengan Mbak Tika hihihi~

  5. Kapan launching-nya nih mbak…boleh nih diundang hahahah

  6. Good luck ya mbak!! Nanti mau nonton! 😀 Btw judulnya kayaknya lebih pas “Di Balik Film Garuda19” deh 😉

  7. ditunggu tayangnya, kakaaakkkk

  8. Aku bakalan nontooon mbak, ga sabar ga sabar !

  9. Plisss buruan tayang,udah ga tahan pgn liat film yg kece dan dtggu ini!

  10. mba tikaaa jangan lupa donk undangan premierenyaaa 🙂

    eh smoga filmnya sukses yaww mba

  11. Semoga sukses terus kak! Dan bikin orang ngiler ama Alor seperti akuhh:-))

  12. liat foto2nya aja deh :0 seruu banget disana ya mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s