BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Mencari Mimpi Baru Di Pushkar, India

5 Komentar

Laksmi

Suatu sore di Pushkar, sebuah daerah yang gersang di Rajashtan, India Utara, saya bertemu dengan seorang perempuan yang mengesankan. Sore itu saya baru keluar dari kuil Brahma, lalu berjalan menyusuri pasar, ketika mata saya tiba-tiba saja bertemu dengan matanya. Padahal kami berada di tengah kerumuman pasar yang ramai. Sesuatu entah apa, membuat saya menoleh padanya dan menatapnya agak lama. Mungkin karena dia cantik, mungkin karena baju tradisional berwarna cerah yang dia pakai. Tapi kami hanya saling melempar senyum dan berlalu tanpa kata-kata, karena dia segera bergegas dengan rombongannya.

Di sudut pasar yang lain, lama kemudian, saya melihat sosoknya lagi. Saya tak mau lagi berdiam diri, saya sapa dan ajak berkenalan. Namanya Laksmi, usianya baru 21 tahun dan pekerjaannya mengajar keterampilan bagi sekelompok remaja puteri di desanya. Dalam obrolan singkat itu, Laksmi bercerita kalau dulu selepas SMP sebenarnya dia sangat ingin pergi ke Delhi, meneruskan sekolah dan kuliah agar bisa jadi akuntan, bankir atau pekerjaan kantoran lainnya sehingga dia mapan secara finansial. Tapi ibunya yang sudah tua butuh perawatan sehingga dia memadamkan mimpinya sendiri untuk sekolah lagi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Laksmi sempat berbulan-bulan seperti kehilangan semangat hidup, galau dan ingin marah kepada ibunya tapi dia tahu itu tidak pantas. Akhirnya, sambil menunggui ibunya, dia mengisi waktu membuat tapestri dan aneka kerajinan khas Rajashtan yang warna-warni. Satu persatu karyanya laku dijual dengan harga lumayan di toko-toko souvenir. Lama-lama pesanan terus berdatangan sampai tak sanggup dia tangani sendiri. Maka Laksmi melatih beberapa remaja puteri di desanya untuk membuat kerajinan. Kini mereka telah mandiri secara finansial, bahkan menafkahi keluarga. Ini adalah hal baru bagi lingkungan mereka yang patriarkis dan tradisional.

Di ujung ceritanya Laksmi berkata, “God helped me out in His own way. He made me stay in my village so I can pursue a new dream.” Laksmi tidak akan pernah melupakan mimpinya jadi akuntan, hanya saja kini dia memilih mengejar mimpi yang baru, menjadi pengusaha kerajinan.

So girls, what about your dreams?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

5 thoughts on “Mencari Mimpi Baru Di Pushkar, India

  1. Semoga mimpinya segera menjadi kenyataan !

  2. Merinding…
    Asli merinding banget!
    God has our blue print, indeed

  3. aaahhh lebih enak toh dia.. bisa jadi wiraswasta *yg amat aku impi2kan* hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s