BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Frozen: Beku Sampai Ke Tulang!

16 Komentar

Frozen, seperti judulnya, membuat saya dan teman nonton saya membeku dalam ketegangan di bawah terpaan dinginnya AC bioskop. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Adam Green ini ide dan dinamika ceritanya sederhana banget, tapi eksekusinya sangat realistis sehingga enak ditonton. Tiga orang mahasiswa lagi liburan akhir pekan di ski resort sampai hari Minggu malam dan mereka ketinggalan masih duduk di atas kursi besi (macam kereta gantung itu) sementara petugasnya sudah mematikan listrik dan pulang.

Dari awal film drama sudah dibangun, sekaligus menjelaskan karakter dan hubungan antara Dan dengan Parker, kekasihnya yang manis tapi cengeng serta Joe, sahabatnya sejak SD yang parah di mata pelajaran olah raga. Karena miskomunikasi antar petugas resort itu, mereka bertiga terjebak duduk di kursi gantung yang macet sampai week-end berikutnya, padahal pas musim dingin lengkap dengan badai salju, plus ancaman serigala yang berkeliaran di hutan lereng gunung itu.

Trus mereka musti ngapain dong? Lompat dari ketinggian 50 kaki atau manjat keatas gelantungan menyusuri tali besi ditengah badai salju? Atau duduk aja nunggu kalau ada orang lewat? Kalau ada orang lewat… lah diatas gunung sepi gitu. Nah, itulah serunya nonton film ini.

This movie is far from perfect. But very realistic, yet gripping enough to make me hold my breath every now and then. Ketegangan yang dibangun pas. Ada momen-momen yang menegangkan tapi kadang penonton dibawa santai mengikuti percakapan dan jauh-dekatnya hubungan antar karakter itu. Bagi yang pernah merasakan terpaan hujan salju di malam nan dingin, wuiiih…film ini sontak menghidupkan kembali sensasi tersiksa kedinginan itu.

Overall, Frozen is a really good movie made out of practically nothing. Modalnya cuma 3 aktor muda yang sama sekali nggak ngetop, 1 setting lokasi dengan kursi besi gantung sebagai properti utama. Tanpa spesial efek yang macam-macam sang sutradara berhasil mengolah materi minimalis ini menjadi tontonan yang mencekam.

Pokoknya setelah nonton ini, Clash of the Titans terasa macam film anak-anaklah! Sayang cuma main di Blitz aja. Mungkin 21 Cineplex merasa dirinya terlalu ‘besar’ untuk mendistribusikan film-film budget rendah dan non blockbuster.

 

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

16 thoughts on “Frozen: Beku Sampai Ke Tulang!

  1. terus akhirnya gimana???

    *penasaran*

  2. Wah, nonton di depan freezer yang terbuka ato AC dengan suhu minimum, yang mana yang pas buat film ini? 😆

  3. Saya belum nonton ini, kemarin baru lihat thriller nya waktu nonton Titans itu di Blitz. Maybe next week deh nonton.

  4. @Harits: YUP! udah dibaca & dikomentari tuh postingnya! Keren! Keep them coming!!
    @Warm: makanya, betah amat sih bertapa di pucuk gunung 😛

  5. ga ada blitz disini 😦

    nonton clash of titan aja ah
    jiwa saya kan masih anak2 :mrgreen:

  6. Hello Sabai..!
    Sy udah nulis tuh di bicarafilm.com, newbie nih, hehe..
    Profil aku: http://www.bicarafilm.com/profil/harits.html Comment ya..

  7. Semacam versi snowy-nya dari “Open Water” mungkin, ya? (sempet lupa judulnya dan setengah mati nyarinya).

    Salam kenal, Sabai. 🙂

  8. @Lia: kalau maksudnya DVD asli, pasti blm ada. Film baru.
    @joko: Lho…kalau dikasih tau nasib mereka ntar spoiler dong!
    @teaaddict: nah, itu dia. Hanya Tuhan dan twentyone yg tau!

  9. @kucingusil: iya, sayangnya cuma di bioskop mentereng nan mahal ituh…
    @bakulrujak: dasyat sih nggak ya, justru realistis bgt.

  10. cuman di blitz? aih aih aih, ongkos ke sana aja udah bisa beli satu tiket lagi 😥

  11. sedahsyat itukah ?
    *bersiap ke blitz*

  12. Wah..wah..jadi penasaran banget ne, udah ada dvdnya gak ya..

  13. yaaah.. kok nanggung sih critanya jadinya mereka mati atau gimana?

  14. Kenapa sih film2 seru yg non hollywood jarang main di 21??
    kan jauh dari rumah kalo musti ke blitz. sebel!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s