BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.


15 Komentar

Bicara Melalui Film Bisu

Posting ini dimuat di Majalah Femina edisi terbaru.

Publik pecinta film terhenyak ketika sebuah film bisu dirilis di tahun 2012, apalagi kemudian menang Oscar sebagai The Best Picture setelah sebelumnya mendapat sederet nominasi di berbagai kategori. The Artist, film yang ditulis dan disutradarai Michel Hazanavicius ini memang luar biasa. Bagi kita yang biasa menonton film dengan aktor dan aktrisnya berdialog, disertai suara-suara lain penunjang cerita film yang dengan canggihnya memanjakan telinga kita, mungkin akan bertanya-tanya, apa sih enaknya nonton film bioskop yang sama sekali tidak ada suaranya? Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Lebih Muda dengan The Princess and The Frog

Ditengah ramainya era film animasi 3D masa kini, Walt Disney Pictures kembali merilis feature animation 2D berjudul The Princess and The Frog. Sejak openingnya, gambar-gambar manis ala Disney princess memanjakan mata di layar lebar. Saya pun mendadak merasa 15 tahun lebih muda, seperti nonton film Disney di bioskop di era pertengahan tahun 1990an.

Dengan setting di New Orleans, Lottie, seorang gadis kecil kulit putih kaya raya berteman dengan Tiana, gadis Afro seumuran, anak nanny-nya Lottie. Lottie sangat percaya akan fairy tale, termasuk mencium kodok yang akan berubah jadi pangeran. Sementara Tiana yang dari keluarga miskin sejak kecil dididik ayahnya untuk kerja keras demi mewujudkan impian mereka, membuka restoran. Tiana memang mewarisi bakat memasak ayahnya. Maka Tiana pun menghabiskan seluruh masa mudanya bekerja sebagai waitress, menabung setiap sen yang dia hasilnya untuk modal buka restoran.

Trus ceritanya gimana? baca disini…