BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Hidup Di Masa COVID-19

15 Komentar

Sudah sebulan keluarga kami menjalani home quarantine alias tinggal di rumah saja karena wabah Covid-19 atau corona. Periode ini terhitung sejak anak-anak mulai diliburkan dari sekolah tanggal 13 Maret lalu. Rasanya…

sudah lama sekali…. tapi home quarantine ini baru sebulan, dan masih akan berlangsung paling tidak dua bulan lagi. Siapkah kami?

Pengumuman dari pemerintah sudah keluar, warga Jakarta perlu melakukan home quarantine paling tidak hingga 2 Juni. Sekolah anak-anak juga sudah mengabarkan seluruh murid belajar di rumah hingga periode kenaikan kelas. UAS mungkin akan on-line. Jadi nanti masuk sekolah mereka akan sudah naik kelas. Aneh ya? Tapi nyata.

Lalu bagaimana rasanya sebulan penuh di rumah saja?

Saya saat ini sudah pasrah, terima saja keadaan ini, jalani saja. Dahulu, 1-2 minggu pertama, saya masih gelisah. Setiap hari cek berita, antusias mendengarkan perkembangan berapa banyak kasus corona dan aneka tips agar tetap sehat. Kabarnya rumah-rumah sakit sudah kepayahan, jadi yang masih sehat harus tetap sehat agar tidak menambah beban tenaga medis.

Segala tips saya coba, bermacam kabar saya cerna. Tapi lama-lama saya jenuh. Akhirnya masuk minggu ke-3 saya berusaha mengabaikan sebagian besar berita yang beredar. Kecuali berita yang link-nya mampir di 2 whats-app group yang saya anggap penting, ini masih saya pantau meski fast reading.

Sebagai pekerja freelance, saya sudah biasa kerja di rumah. Tapi sekarang ini saya susah banget fokus ya Allah…

In this past one month, I am not working from home, but I am staying at home during a pandemic while trying to work.

Ternyata, tantangan paling besar selama masa di-rumah-saja ini adalah mendamaikan pikiran dan menenangkan perasaan. Bagaimana dengan kamu? Apa tantangan terbesarmu selama masa home quarantine dan gimana kamu mengatasinya?

Saya membuat gratitude list setiap hari, dan banyak hal-hal yang saya syukuri. Paling utama adalah saya melalui masa pandemik ini bersama keluarga yang menyenangkan, anak-anak yang manis dan suami yang penuh kasih. They’re my rocks!

Sementara saya asik lihat HP untuk beli sayur online, tau-tau mereka udah sibuk bikin kue.

Saya nggak kebayang di luar sana banyak orang yang tinggal sendirian di kost, apartment atau berada dalam situasi lain yang menantang. Izinkan saya berdoa untukmu semua, semoga tetap sehat, tetap semangat dan semoga kita semua dapat melalui masa sulit ini dengan selamat.

Btw, saya ingin mendengar ceritamu selama melalui masa home quarantine ini. Apa aja boleh diceritakan… siapa tau kita bisa saling bantu secara online. Semoga yah….

Penulis: Swastika Nohara

I'm a freelance content and script writer for movies, television, commercials and internet-related content. With a team, I also do documentaries, video tutorial, video presentation and corporate video. I'm based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth. For me, life is like a cup of coffee. Life is the coffee while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead!

15 thoughts on “Hidup Di Masa COVID-19

  1. Kalau aku masih bekerja di kantor seperti biasa mbak. Tapi lebih menakutkan seh denger orang berin batuk dan pilek itu rasanya mau diusir aja langsung. Apalagi sampai sekarang masih ada aja yang gak mau pake masker dan menjaga jarak.

    tapi ya udah lah ya, aku berdoa aja biar cepet selesai seh.

  2. Ping-balik: Tetap Waras Di Masa Covid-19 | BLOG Swastika Nohara

  3. Bosan jg ya 3 bulan dirumah heehee, smua kgiatan hampir sudah dilakukan semuanya. Entah kgiatan apa lg yg bsa dilakukan selama 3 bulan dirumah nantinya haha

  4. kalo cuma WFH saja sih sepertinya udah kenyang dengan pengalaman. yang bikin pusing itu kalo tidak bisa ke mana-mana, atau keluar-keluar cari hiburan. tapi ya, untungnya dua minggu terakhir pemerintah memperbolehkan warga untuk jalan-jalan keluar dan duduk-duduk di taman (setelah 2 minggu sebelumnya dilarang). lumayan lah bikin segar sejenak dan bikin badan gerak.. hikmahnya, jadi agak rajin update blog juga.. 😆

  5. Kalau aku sendiri, karena masih tinggal sama orang tua dan kakak aku, jadi peran keluarga emang berpengaruh banget kak, walaupun udah bosan. Tapi masih betah betah aja karena di rumah jadi banyak ngobrol bareng sama keluarga. selain itu juga banyak belajar hal hal lain yg belom pernah aku coba hehehe.

    Semoga kita semua tetap dalam lindunganNya ya kak. Sehat selalu kak! :>

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s