BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Perlu Gonta-Ganti Pasangan

8 Komentar

“Mau kondangan tapi nggak punya baju!” Sering denger cewek ngomong begitu? Nggak usah kondangan deh, kadang mau pergi kerja aja merasa nggak punya baju, padahal ketika dibuka lemarinya, satu lemari penuh isinya baju semua…. Kenapa sih kok bisa gitu?

Aku juga kadang ngerasa nggak punya baju. Sebenarnya perasaan ini muncul karena bosen dengan baju yang udah sering kita pakai. Jadi semacam pengen ‘new look’ gitu.

Nah, sebelum buru-buru buka apps blibli.com atau shopee buat beli baju baru, biasanya aku mengaduk isi lemari, mencari baju-baju dan celana/rok yang sudah lama nggak dipakai. Pasti akhirnya nemu sepotong dua potong baju yang udah lama ngumpet di dalam lemari…. malah kadang lupa aku punya baju itu. NAH INI DIA!

Kadang baju yang udah lama nggak kita pakai, kalau dipasangkan dengan celana atau rok yang beda dari pasangan biasanya, bisa ‘terasa baru’. Emang perlu gonta-ganti pasangan, biar nggak bosen. Kamu pernah merasa begini?

Seandainya kamu sekaya Nia Ramadhani pun, sebaiknya nggak usah sering-sering beli baju baru. Kenapa? Karena limbah tekstil di dunia ini makin banyak. Pertumbuhan industri fashion yang pesat menyumbang 92 juta ton sampah di dunia setiap tahunnya. Jumlah ini BANYAK BANGET!

Proses pembuatan tekstil, baju, celana dll baik secara tradisional ataupun industri pasti menghasilkan limbah, yang bisa merusak lingkungan.
Baju ini hasil bongkar lemari. Rok lawas tahun 2009 ketemu! Atasannya pakai jaket yang bukan pasangannya.

Dengan gonta-ganti pasangan baju-baju lama semoga kita nggak sering beli baju baru. Itung-itung kita aktif dalam gerakan sustainable fashion gitulah… Jadi kita tetep tampil fashionable tapi dengan bertanggung-jawab dan beretika. Tujuannya agar kita ikut menjaga lingkungan biar bumi nggak penuh sampah sisa guntingan kain, benang, pewarna tekstil, resleting macet, kancing lepas dan sisa industri tekstil lainnya.

Selain gonta-ganti pasangan baju, apa lagi yang bisa kita lakukan biar nggak sering-sering beli baju baru? Tukeran baju sama kakak/adik/nyokap/bokap mungkin? Atau ada ide lain?

Btw, Nia Ramadhani pernah merasa nggak punya baju juga nggak ya?

Penulis: Swastika Nohara

I'm a freelance content and script writer for movies, television, commercials and internet-related content. With a team, I also do documentaries, video tutorial, video presentation and corporate video. I'm based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth. For me, life is like a cup of coffee. Life is the coffee while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead!

8 thoughts on “Perlu Gonta-Ganti Pasangan

  1. Saya yakin Nia Ramadhani tetap merasakan kehabisan baju juga kok, xD

  2. kalau beli baju mending yang bagus sekalian, walau kadang agak mahal. Tapi bisa tahan lama. Kemeja dari tahun 2011 masih gw pakai, masih pantas juga

  3. engga usah jauh-jauh mikirnya sampai ke limbah idustri segala bu, buat saya kalau engga perlu beli baju baru malah lebih irit kan yah dari pengeluarannya

  4. klo aq suka ngerombak baju-baju lama kak… biar gag boring kan… macam dipasangin beads atau bows, atau pompom atau apalah gitu ngerti kan kak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s