BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Kanker Payudara: Lebih Baik Dicegah

6 Komentar

Kemarin saya dan seorang teman bezuk kawan kami yang tengah menjalani pengobatan untuk kanker payudara. Meski raut wajahnya pucat, dia tetap banyak tersenyum, kadang tertawa. Setelah ngobrol agak lama, dia bilang kini dia sudah bisa menerima kondisinya dan terus berjuang untuk sembuh. Dia mengakui beberapa bulan lalu ketika baru saja didiagnosis kanker, dia sempat menyangkal dan tidak menolak menghadapi kenyataan.

Jujur saja, saya kuatir karena beberapa tahun ini cukup sering mendengar teman atau temannya teman terkena kanker payudara. Kok kayaknya tambah banyak ya? Apa ini hanya perasaan saya saja?

Rupanya data statistik menunjukkan 1 dari 8 wanita di dunia didiagnosis menderita kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara adalah penyebab kematian akibat kanker nomor 1 pada wanita (data WHO tahun 2014). Kanker payudara terjadi ketika sel-sel normal pada payudara mulai berubah dan berkembang di luar kontrol. Sel-sel ini membelah diri secara cepat dibandingkan sel normal dan terus terakumulasi membentuk benjolan atau massa. Sel-sel kanker dapat menyebar ke kelenjar getah benih atau bagian lain tubuh.

Kedengarannya mengerikan ya?

Makanya ketika OMNI Hospitals mengadakan seminar Breast Cancer Awareness, saya langsung ikut. Penjelasan Dr. dr. Denni Joko, SpB(K)Onk sore itu sungguh membuka mata saya. Berikut beberapa poin penting:

Apakah kanker payudara bisa disembuhkan?

Bila diketahui sejak dini, masih stadium awal, dokter lebih optimis kanker payudara dapat diatasi. Tentu hal ini dengan mempertimbangkan kondisi penderita secara keseluruhan. Bagi perempuan yang keluarga dekatnya ada penderita kanker payudara maka akan semakin besar risikonya.

Ingat bintang Hollywood Angelina Jolie? Ibunya Angelina meninggal di usia 56 tahun karena kanker payudara. Neneknya juga menderita penyakit yang sama. Maka di usia 37 tahun Angelina Jolie memutuskan menjalani operasi mastektomi pada kedua payudaranya setelah hasil pemeriksaan menunjukkan dia punya risiko kanker payudara sebesar 87%.

Jangan pernah mengabaikan gejala awal kanker payudara.

Bagaimana gejalanya?

  • – Teraba ada benjolan di payudara
  • – Terjadi penebalan pada permukaan kulit area payudara
  • – Perubahan ukuran, bentuk atau penampakan pada payudara
  • – Perubahan pada puting (melesak ke dalam) disertai nyeri
  • – Keluar cairan tidak normal atau darah dari puting
  • – Kemerahan pada kulit payudara
  • – Kulit pada payudara berkerut seperti jeruk
  • – Teraba benjolan di bawah ketiak

Bagaimana kita tahu ada benjolan atau tidak?

Tenaaaang… kamu bisa melakukan SADARI alias periksa payudara sendiri secara rutin untuk cek apakah ada benjolan atau kelainan lain pada payudara. Sadari perlu dilakukan perempuan sejak berumur 20 tahun, dilakukan setiap bulan pada 7-10 hari setelah menstruasi.

Caranya seperti pada gambar ini:

Setiap tiga tahun sekali para perempuan juga perlu melakukan SADANIS (periksa payudara klinis) yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter di rumah sakit. Bagi perempuan berusia dibawah 35 tahun bisa melakukan USG payudara, atau mamografi untuk perempuan di atas usia 35 tahun. Pemeriksaan ini perlu diulang setiap 2-3 tahun, atau setiap tahun bila sudah berusia di atas 50 tahun.

Prevention is better than cure.

Tidak terkecuali untuk kanker payudara. Makanya buat para perempuan yang baca blog ini, atau buat para pria yang punya perempuan kesayangan bisa ibu, kakak, adik, keponakan, pokoknya para perempuan dewasa AYO MEDICAL CHECK UP!

Sesudah acara talk show di OMNI Hospitals kemarin, kami semua langsung konsultasi sama dokter dan melakukan pemeriksaan USG payudara di sana. Jujur aja, ini pengalaman pertama saya USG payudara. Sebelumnya saya ditanya macam-macam sama dokternya:

  • – Punya anak berapa?
  • – Melahirkan normal atau caesar?
  • – Dulu punya anak pertama usia berapa?
  • – Dulu menyusui anaknya berapa lama?
  • – Dulu menstruasi pertama kali usia berapa?
  • – Di keluarga ada yang kanker payudara?

Bukannya dokternya kepo yaaa…. tapi pertanyaan-pertanyaan itu memang penting. Sebab perempuan yang menstruasi pertama pada usia sebelum 12 memiliki risiko lebih besar, begitu pula perempuan yang melahirkan anak pertama pada usia di atas 35 tahun. Oh kini ku tahu!

Alhamdulillah hasil pemeriksaan saya semuanya baik-baik saja. Ini kawan saya Rere pas konsultasi sama dokter.

Oncology Center OMNI Hospitals merupakan salah satu layanan unggulan OMNI Hospitals untuk penanganan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara. Dilengkapi dengan fasilitas dan peralatan medis terkini mulai dari diagnostik hingga terapi. DR. dr. Denni Joko, Sp.B(K)Onk adalah Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi yang sangat berpengalaman dalam menangani kanker payudara dan kanker lainnya, seperti kanker tiroid, kanker jaringan lunak, dan kanker kepala dan leher.

Mumpung di OMNI Hospitals yang punya fasilitas dan peralatan medis terkini, saya langsung bikin appoinment untuk medical check up keesokan harinya. Harus besoknya karena perlu puasa minimal 10 jam sebelum check up. OMNI Hospitals punya beragam paket medical check up. Paket yang saya ambil meliputi pemeriksaan oleh dokter, EKG, tes darah puasa dan 2 jam sesudah makan, radiology dan…. PAP SMEAR!

Deg-degan mau pap smear euy…

Buat perempuan yang pernah pap smear pasti ngerti kayak apa nggak-nyamannya prosedur ini. Sebenarnya nggak sakit, cuma memang ada rasa malu dan sulit untuk rileks, meskipun yang meriksa perempuan juga. Oya, kalau mau pap smear pastikan tidak berhubungan intim selama 3 hari sebelumnya, dan disarankan periksa 5-7 hari setelah selesai siklus haid. Pas banget timingnya bagi saya!

Apabila ada pertanyaan mengenai kanker payudara, kamu bisa klik link: http://bit.ly/omniswastika

Dapatkan juga penawaran khusus untuk USG payudara di OMNI Hospitals Alam Sutera dengan klik link di atas.

Kabar gembira! Saya punya 1 voucher gratis pemeriksaan USG payudara nih, tentunya di OMNI Hospitals Alam Sutera. Syaratnya:

  • Follow instagram @omnihospitalsgroup
    • Komen di bawah sini dengan alasan kenapa kamu atau orang terdekat kamu perlu pemeriksaan USG payudara dan mention @omnihospitalsgroup
  • Ditunggu sampai tanggal 27 Mei 2019

Yuk ikutan! Kalau kamu laki-laki vouchernya bisa dikasih ke pacar, istri atau buat mama, kakak, adik, buat tetangga juga boleeeh…. Semoga kita semua sehat-sehat ya!

Penulis: Swastika Nohara

I'm a freelance content and script writer for movies, television, commercials and internet-related content. With a team, I also do documentaries, video tutorial, video presentation and corporate video. I'm based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth. For me, life is like a cup of coffee. Life is the coffee while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead!

6 thoughts on “Kanker Payudara: Lebih Baik Dicegah

  1. makasih ka artikel,, lebih baik mencegah daripada mengobati,, jauh2 dah kena penyakit kanker payudara

  2. NAH INI DIA!! Aq udah pernah denger dan baca-baca info soal SADARI, udah mayan ngerti juga sik kak, tapi untuk beneran ngelakuinnya di rumah itu aq masih sulit kak. Maksudnya lupa terus padahal kan harusnya rutin yak…

  3. Artikelnya menarik and informatif. Terima kasih Bu. Breast cancer ini bisa menyerang laki-laki juga atau enggak sich? Secara laki kan enggak mepunyai breast kayak wanita gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s