BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Tanaman Hias Cantik & Gampangan

8 Komentar

Blog post ini bermula dari pertanyaan teman saya Fitri di komen Instagram. Fitri ingin mengisi rumah barunya dengan tanaman hias, tapi tanaman apa dan gimana perawatannya. Nah, karena kepanjangan untuk ditulis di IG maka saya tulis di blog.

Disclaimer ya, saya bukan ahli tanaman hias, cuma suka aja. Selama beberapa tahun terakhir ini saya eksperimen merawat dan menumbuhkan tanaman hias, cukup banyak yang berhasil hidup dan beranak. Namun namanya juga tanaman, kalau kita udah merawat tapi masih mati juga, ikhlasin aja.. let it go kalau kata Elsa dan Anna dalam film Frozen. Saya justru mempraktikkan konsep loving without attachment melalui tanaman-tanaman ini.

Banyak orang punya indoor plants karena seger dan cantik dilihat. Ini benar. Masih ada bonusnya loh… beberapa jenis indoor plants membantu membersihkan udara dari polutan!

Jadi, dengan memiliki indoor plants maka rumah/apartemen/kantor kamu lebih segar, cakep, oksigennya lebih banyak dan udaranya lebih bersih. Dengan manfaat sebanyak itu, masih ga mau punya tanaman hias?

Artikel saya tentang Tiga Tanaman Indoor Yang Ampuh Membersihkan Udara.

Buat saya, bangun pagi melihat deretan tanaman hijau segar itu semacam mood booster, apa lagi kalau muncul tunas baru, atau daun baru yang menggeliat malu-malu… Awww… bisa sepagian saya senyam-senyum senang.

Okay, kembali ke pertanyaan Fitri, tanaman apa bisa hidup di dalam rumah dan mudah perawatannya sehingga nggak ngerepotin?

Jagoan saya adalah spider plant, golden photos, sansevieria, Chinese evergreen (Aglaonema crispum) dan Monstera adansonii. Empat tanaman yang saya sebutkan pertama itu sudah pernah diriset oleh NASA dan terbukti ampuh sebagai air purifier alias membantu membersihkan udara dari polusi.

Spider plant itu yang tengah, daunnya panjang-runcing dan agak gondrong:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Monstera adansonii yang daunnya bolong-bolong. Ini foto lama dari IG saya, sekarang udah lebih gondrong dia!

 

 

 

 

 

 

 

Golden photos in water propagation mood:

 

 

 

 

 

Chinese evergreen, masih foto dari IG saya, gimana, cakep ga?

 

 

 

Kelimanya bisa tumbuh baik di dalam ruangan kok… Jadi jangan ragu kalau mau ditaruh di meja kantor atau di dalam apartment. Berdasarkan pengalaman saya merawat kelima jenis tanaman tersebut, yang wajib diperhatikan antara lain:

  • Tanah dalam potnya dicampur pasir Malang atau sekam bakar, perbandingannya kira-kira 1:1 deh, tujuannya agar lebih porous (nggak terlalu padat) sehingga akar lebih leluasa tumbuh. Boleh juga dicampur dengan perlite, tapi sekam bakar lebih mudah didapat dan jauh lebih murah. Bisa beli di tukang tanaman atau OL shop.
  • Pastikan potnya berlubang di bagian bawah agar air siraman kalau kelebihan bisa mengalir keluar. Sebab bila kebanyakan air dan tidak bisa mengalir, bisa menyebabkan akar tanaman menjadi busuk. Lebih baik pot dipakaikan tatakan (semacam piring) agar airnya nggak bleber…
  • Seberapa sering disiram? Kalau musim hujan, paling 2x seminggu (sansevieria  disiram 1x seminggu saja). Kalau udah musim kemarau bisa 3x seminggu. Kalau mesti siram tiap hari, ribet ceu… hahaha… terlalu sering disiram malah ada risiko akar membusuk atau kena jamur. Kita tinggal di negara tropis yang kelembaban udaranya mencapai 80% loh.
  • Ditaruh di tempat yang masih kena sinar matahari tidak langsung, dekat jendela gitu, karena sinat matahari penting untuk proses fotosintesis. Nggak harus kena cahaya sepanjang hari. Misalnya kena sinar matahari pagi atau sore saja cukup sih.

Selain empat hal wajib di atas, juga ada empat poin tambahan yang akan membuat tanaman kita makin happy!

  • Sesekali buka pintu atau jendela sebab tanaman suka kena angin semilir. Kalau musim hujan, saya jadi sering menutup pintu dan jendela rumah (agar tampias air tidak masuk). Nah sebagai gantinya, saya nyalakan kipas angin… hahaha.. sebentar aja sih, saya stel timer di kipas angin selama 1 jam, nanti mati sendiri.
  • Diberi pupuk organik cair 3 bulan sekali. Ada banyak jenis pupuk, dan saya pilih pupuk organik cair karena mudah pemakaiannya, yaitu dicampur ke air siraman dengan takaran sesuai label.
  • Diajak ngobrol! Hahaha… ini isengnya saya aja sih. Pas nyiram dari pada bengong tanaman-tanaman itu saya sapa, “Hai cantik…tumbuh subur ya kamu,” atau “Terima kasih ya udah bikin rumahku seger,” dll semacam itu.
  • Dilap daunnya! Hahahahahahaha… INI LEBIH ISENG LAGI! Tapi saya lakukan terutama untuk tanaman berdaun lebar seperti Monstera deliciosa, paling 2-3 bulan sekali. Soalnya di permukaan daun kan ada lubang-lubang keciiiil banget (stomata) yang penting untuk proses fotosintesis dan transpirasi (proses penguapan air). Selain itu juga biar daunnya mengkilap dan cakep difoto!

Monstera deliciosa ini jadi tempat nongkrong favorit Lily Potter, kucing kami.

Beruntung kita hidup di negera tropis yang kelembaban udaranya tinggi dan perubahan cuacanya cuma hujan-panas, nggak ada salju atau suhu yang rendah banget! Soalnya kalau baca buku plant-care yang ditulis orang Amerika atau Eropa gitu saya mumet saat mereka membahas winter dormancy period, mesti pakai humidifier, mesti pakai lampu tanaman kalau kurang matahari, mesti spray-spray biar lembab dll.

Mas dan mbak di Eropa sana seneng banget sama tanaman tropis sampai mereka rela berusaha ekstra keras dan keluar duit banyak untuk menghadirkan nuansa urban jungle di dalam rumah atau apartment. Contohnya mbak Mee, instagramer favorit saya.

Ssst… saya pernah ngintip IG salah satu toko tanaman di NY, satu pot kecil calathea pinstripe dijual seharga 35 USD (Rp 476.000), dan satu pot golden photos dihargai 8 USD (Rp 108.000)! Bok!

Di Jakarta calathea pinstripe yang masih anakan itu rata-rata harganya Rp 45.000 deh… dan golden photos dewasa rata-rata dijual Rp 30.000 atau kalau mau ke rumah saya kasih gratis! Kalau mau yang udah rimbun dan menjuntai juga boleh, asal kasih waktu 1-2 bulan sebelumnya.

Di foto ini Calathea pinstripe itu yang paling tinggi. Ini foto (agak) lama, sekarang alhamdulillah udah lebih rimbun.

Kalau menemukan hama pada tanamanmu, terutama kutu putih atau kutu kebul yang menjengkelkan itu, jangan buru-buru disemprot pestisida. Selain beracun, nantinya generasi kutu yang berikutnya akan kebal. Lebih baik pakai neem oil atau semprot pembasmi kutu nabati yang bisa kita bikin sendiri dari ulekan cabai, bawang putih dan detergent. Cara membuatnya pernah saya tulis di sini, klik saja.

Yak, nggak terasa udah panjang tulisannya. Kalau masih ada yang mau dibahas, misalnya pupuknya pakai apa dan beli dimana, dll silakan tulis di kolom komen saja…. Kalau kamu punya tips atau informasi menarik seputar tanaman, misalnya beli pot gerabah cantik & murah dimana, silakan bagikan di kolom komen. Saya akan seneng banget! Arigato! Terima kasih sudah membaca 🙂

 

Penulis: Swastika Nohara

I'm a freelance content and script writer for movies, television, commercials and internet-related content. With a team, I also do documentaries, video tutorial, video presentation and corporate video. I'm based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth. For me, life is like a cup of coffee. Life is the coffee while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead!

8 thoughts on “Tanaman Hias Cantik & Gampangan

  1. Cakepnyaa … lihat tanaman2 ditata dalam pot seperti ini.
    Bikin ruangan kelihatan jadi stylist.

    Wah keren … selain pecinta lingkungan, juga sukarelawan membagikan tanaman hias.

    Salut,kak.

  2. Lucu lucu banget ih tanemannya. Padahal ngga ada yang pakai bunga-bungaan tapi ternyata daun-daun aja beda beda warnanya juga bisa cantik cantik semua ya

  3. Huaaa kalau deket rumahnya, boleh minta dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s