BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Buka Mata, Buka Cerita

11 Komentar

Mata adalah jendela dunia. Sebuah penelitian bilang 80% pengalaman dan pengetahuan manusia berasal dari indera penglihatan, melalui mata kita. Apa yang kita lihat, biasanya lebih mudah kita ingat dibandingkan hal-hal yang hanya kita dengar. Jadi udah semestinya kita jaga baik-baik kesehatan mata, ya kan?

Coba dalam sehari kita tutup mata, ditutup pakai kain (blind folded) gitu aja. Terus berkegiatan. GIMANA RASANYA? Repot kan?

Meski mata sangat-sangat penting, tapi banyak orang take it for granted, alias dianggap udah semestinya bisa melihat sehingga nggak memberikan perhatian atau perawatan khusus buat kesehatan mata. Buktinya hasil survey ini nih:

insto obat tetes mataMata udah iritasi aja dibiarin! COY!!! Ngga bersyukur amat!Sungguh teganya…

insto mengobati

Nah, Insto, leading brand untuk tetes mata di Indonesia lagi mengangkat topik pentingnya menjaga kesehatan mata dengan cara yang unik, yaitu mengajak anak-anak muda kolaborasi bikin film menggunakan kaca mata khusus yang canggih banget! Namanya Snapchat Spectacles, bentuknya kayak kaca mata gaul gituuuu…. tapi di gagangnya ada lensa kamera yang auto focus dan bisa merekam video-audio sambil kita pakai jalan-jalan. HOW COOL IS THAT?

Insto memberikan kesempatan bagi anak-anak muda terpilih dari berbagai daerah untuk mempelajari dunia perfilman dari salah satu sutradara/produser terbaik di Indonesia. Hal ini juga berarti menjadikan mereka orang-orang pertama di Indonesia yang membuat film dokumenter dari sudut pandang yang unik dengan menggunakan kamera yang terpasang pada Snapchat Spectacles.

Siapa aja yang terpilih?

Coy, seleksinya ketat, seketat celananya Ahmad Albar waktu masih muda! Ribuan anak-anak muda dari berbagai daerah di Indonesia boleh mendaftar di websitenya Insto dengan menceritakan momen-momen menarik dalam kehidupan mereka sehari-hari dan kirim foto. Pendaftaran ini sudah dibuka sejak Oktober 2017. Lalu di bulan Januari 2018 Nia Dinata memilih 20 semi-finalis yang kisahnya menarik tentunya untuk diberikan workshop sama Teh Nia. Kemudian Teh Nia memilih lagi 9 orang co-director untuk diajak kolaborasi bikin film dokumenter bareng.

Nah 9 orang co-director ini kembali ke daerahnya, merekam footage pakai Snapchat Spectacles dan mengirimkan footage mereka ke Teh Nia untuk diedit dan disusun membentuk sebuah film dokumenter yang bercerit a dengan apik! Puncaknya adalah launching film dokumenter pendek berjudul Buka Mata Buka Cerita di XXI Lounge 12 Maret 2018. Diputar di layar lebar bok!!!

Nggak nyangka, film yang footagenya dishooting oleh 9 orang co-directors muda ini hasilnya bagus! Ceritanya mengalir lancar dengan visual yang menarik dan beragam. Seneng deh nontonnya! Heart warming gitu rasanya… kalau mau nonton filmnya klik langsung ke akun Insto yang ini.

insto finalis

Oh, iya… ada aktor muda berbakat Dion Wiyoko di acara launching filmnya!! Awww… Dion Wiyoko dari deket matanya bagus loh… pasti dia rawat dengan baik! Ihik! Makanya saya pun nggak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencoba merekam video menggunakan Snapchat Spectacles ini, sekalian selfie sama Dion Wiyoko coooyyyy!!!

Saya hanya sempat test-drive alias merekam video dengan device ini selama beberapa menit, dan saya sudah merasakan sensasi uniknya. Unik karena kameranya benar-benar menunjukkan apa yang kita lihat, dan kalau kita mau mengambil gambar dari dekat kita beneran harus berjalan mendekati obyeknya (alias nggak bisa zoom in, atau zoom out). Dan kalau mau gambar low angle, kita beneran harus jongkok atau ngglosor sekalian biar maksimal! SERU BANGET!

Kamera dalam kaca mata ini membuat gambar-gambar yang dihasilkan nampak genuine, spontan dan akrab, seolah tidak berjarak seperti kalau diambil dengan kamera biasa. Kalau sudah merekam, videonya bisa langsung ditransfer ke ponsel pakai bluetooth, dan bisa diedit.

insto tetes mata movieDion Wiyoko

Dion bilang dia terkesan dengan film pendek hasil kolaborasi 9 orang anak muda ini. Kami semua nonton video dokumenter ini dan memang keren-keren! My personal favorit adalah video yang diambil peserta dari Yogyakarta, karena menampilkan perpaduan yang menarik antara kehidupan zaman now dan tradisi yang masih dipegang teguh. Kalau mau nonton video-video karya mereka, klik ini.

Saya membayangkan Insto bisa mengajak lebih banyak anak muda dan orang dewasa untuk berkolaborasi membuat video serupa. Pasti menarik banget! Ibu-ibu kayak saya, lalu mas-mas dan mbak-mbak kantoran, atau para business owner, pasti senang diajak kolaborasi seperti ini, karena sangat playful dan exciting! Saya yakin tiap orang punya cerita seru sendiri-sendiri dan ini sangat menarik untuk disampaikan melalui mata kita.

The best part adalah…. footage yang mereka ambil itu dilombakan gaes!!! Ada juara 1, 2, dan 3 loh. Hadiahnya juga menarik banget! Bisa buat modal bikin film indie gitulah!

Pemenangnya adalah:

  • Sri Sulistiyani dari Subang sebagai juara 3,
  • Yudhistira dari Tangerang dengan judul Di Bawah Flyover juara 2
  • Gharafa dari Bandung dengan judul Yang Berdiri Sejak Lama juara 1

Selamat untuk para pemenang! Selamat untuk 9 orang co-director, kalian sungguh beruntung punya kesempatan workshop dan bikin film bareng ahlinya. Selamat untuk Insto yang sudah menginspirasi banyak anak muda agar terus berkarya dan membuat konten positif, semoga kami semua selalu ingat untuk menjaga kesehatan mata. Ada amin?

Penulis: Swastika Nohara

I'm a freelance content and script writer for movies, television, commercials and internet-related content. With a team, I also do documentaries, video tutorial, video presentation and corporate video. I'm based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth. For me, life is like a cup of coffee. Life is the coffee while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead!

11 thoughts on “Buka Mata, Buka Cerita

  1. waahhh. kacamatanya gak dijual bebas kah mbak?

  2. Hahahha, sempet selfie dgn Dion rupanya.. *irii*

  3. Mata aq suka lelah klo kelamaan liat layar HP gitu ka… bagusx diapain ya kaka?

  4. wah mau dong diajak bikin film pendek pakai kaca mata ini!!! kayaknya seru deh!!

  5. entah kenapa saya langsung lihat kacamatanya hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s