BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

7 Cara Agar Cepat Kaya

16 Komentar

Judulnya bombastis banget ya? Intinya semua orang pasti pengin hidup berkelimpahan. Pertanyaan ‘Gimana caranya biar cepat kaya?‘ selalu muncul kalau ngomongin finansial. Padahal caranya sederhana, cuma ada tujuh.

Sekali-sekali blog ini ngomongin soal finansial ah… Justru karena saya bukan profesional di bidang ini, maka saya seneng banget akhirnya nemu jawaban untuk beberapa pertanyaan dasar soal melunasi hutang, menabung dan investasi.

Bicara soal mengelola keuangan, sejak pertama pegang uang sendiri saya selalu bertanya-tanya, sebenarnya berapa banyak sih kita harus menabung? Sejak kecil ibu saya selalu kasih nasehat untuk rajin menabung, tanpa pernah menjelaskan seberapa banyak dan bagaimana cara mengelolanya.

Saya menemukan jawabannya di buku klasik berjudul The Richest Man In Babylon karya George Clason. Buat orang-orang di bidang finance, pasti sudah khatam baca buku ini, karena sudah dicetak ulang jutaan kali sejak pertama terbit tahun 1926.

Buku ini menguak rahasia orang paling kaya di Babylon, sebuah kota yang makmur di tepi sungai Eufrat ribuan tahun sebelum Masehi. Berkisah tentang bagaimana Arkad yang tadinya kaum pekerja biasa (kayak saya ini) bisa terbebas dari hutang, lalu bisa menyisihkan tabungan dan mengelola tabungannya ke dalam investasi yang melipatgandakan nilai tabungannya. Jadi nggak perlu Dimas Kanjeng!

Kalau udah kaya raya, nanti beli pulau kayak gini 🙂 Eh, nggak jangan ding… Mending buat dipakai jalan-jalan keliling dunia.
nuhanera 1

Satu bahasan yang menarik adalah tujuh cara biar nggak bokek. Aha!

Sering deh denger cerita orang yang rajin bekerja dari pagi sampai malam, tapi penghasilannya entah kepake untuk apa, yang jelas merasa bokek terus. Kisah hidup manusia sejak jaman Babilonia kok masih relevan hingga sekarang ya? Terus gimana biar nggak bokek? Ini caranya:

1. Start thy purse to fattening. Berapa pun penghasilan kita, sisihkan 10% untuk disimpan, alias ditabung. Nggak peduli kamu berasal dari kelas menengah, atas, atau bawah, gak peduli kamu kerja kantoran, freelance atau dagang, sisihkan 1/10 dari penghasilanmu.
2. Control thy expenditures. Atur pengeluaranmu agar tercukupi dengan 90% penghasilanmu. Apa pun caranya. Bikin budgeting, dan pastikan membuat prioritas mana yang beneran butuh dan mana yang cuma kepengin. Pasti bisa, pasti ada caranya.
3. Make thy gold multiply. Atur agar tabungan yang sudah disisihkan itu nilainya terus bertambah, bahkan berlipat-lipat melalui instrumen investasi yang tepat.
4. Guard thy treasures from loss by investing only where thy principal is safe, where it maybe reclaimed if desirable and where thou will not fail to collect a fair rental. Consult with wise men. Ya, intinya pilihlah investasi yang dana pokoknya aman, bisa diambil bila perlu dan menguntungkan. Dimanakah itu? Apa saja instrumen investasinya? Tanyakan pada orang bijak, misalnya teman saya Dani atau Dini yang profesinya financial planner.
5. Make of thy dwelling a profitable investment. Intinya sih milikilah rumah (atau apartment) sendiri, karena akan mengurangi secara signifikan biaya hidup (yang harus dialokasikan untuk sewa tempat tinggal), dan biasanya rumah atau apartemen adalah investasi yang nilainya naik. Saya sering dengar cerita, lagi punya duit lebih, mending buat DP rumah/apartemen atau mobil? Jelas rumah/apartemen. Meskipun punya mobil sendiri akan terlihat keren dan sangat membantu mobilitas kita, tapi di antara dua pilihan itu, prioritaskan tempat tinggal.
6. Insure a future income. Wajib hukumnya membuat program dana pensiun untuk diri sendiri dan keluarga (bila sudah berkeluarga). Kalau di jaman modern seperti sekarang caranya bisa macam-macam ya, salah satunya membuka tabungan dana pensiun di bank pilihanmu.
7. Increase thy ability to earn. Ini favorit saya, mesti terus mengupgrade diri sendiri agar pengetahuan bertambah, keterampilan terasah dan network semakin luas sehingga ‘rate card’ sebagai seorang profesional pun semakin tinggi. Buat yang kantoran, ya upgrade diri agar karirnya makin meningkat, buat yang punya usaha ya cari peluang baru dan perluas network biar bisnisnya terus berkembang.

Cuma tujuh langkah ya… Nggak banyak, yekan?

Soal sedekah atau zakat kalau dalam Islam, juga disebutkan loh. Jadi bahkan di jaman Babilonia, sudah dianjurkan untuk menyisihkan uang secukupnya ke rumah ibadah, alokasinya diambil dari 90% penghasilan yang bisa kita gunakan (poin no.2).

Kata penulis buku tersebut, cara ini sudah terbukti ampuh dipraktikkan oleh siapa pun, apa pun pekerjaannya, dan berapa pun incomenya. Tujuh langkah agar bisa kaya raya di atas ditulis tanpa memperhitungkan beban hutang. Dalam salah satu bab terpisah, disebutkan bahwa kalau punya hutang (tunggakan kartu kredit, KPR, KTA dan lain-lain) maka perhitungannya menjadi:

Berapa pun income perbulan, sisihkan 10% untuk ditabung, sisihkan 20% untuk mencicil hutang, dan HARUS BISA hidup dengan 70% dari total income.

Begitulah resepnya, dan ini baru salah satu dari 11 bab yang masing-masing membahas soal finansial yang berbeda. Berikutnya kembali ke kamu masing-masing, apakah sudah siap kaya dengan resep kuno dari jaman Babylon ini?

Sekarang silahkan ingat-ingat, poin mana saja yang sudah dilakukan selama ini?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

16 thoughts on “7 Cara Agar Cepat Kaya

  1. Tikaaa. Makasih banget yaaa. Adih dah lama banget gak maen ke sini. Ini aslik bagus banget artikelnya dan gue baru tahu bukunya di sini. Hiks. Mupeng berat mau cari bukunya buat baca. Sekali lagi mkasih banyaaak…

  2. baiklah, beberapa langkah sudah saya lakukan, alhamdulillah gak kaya tapi tercukupi saja heheeh (bersyukur) tambah satu kak itu..yaitu bersyukur (dengan bersyukur hidup terasa kita udah kaya) 🙂

  3. baiklah, harus mengupgrade diri sekarang

  4. Inti nya mesti milih investasi yang tepat dan aman yaaa, agak trauman pernah nyoba invest tapi malah kejeblok ihik ihik
    Btw aku mau nya kaya hati, kaya sedekah buat akhirat hehehe

  5. ini nih artikel favorit semua orang,
    dan salah satu cara favorit kebanyakan karyawan simpan 10% penghasilan rutinmu.
    gampang ya 🙂

    thank Mbak Swastika Nohara

  6. Yang sudah dilakukan:
    No 1, 3, 4 – by investing 10% langsung ke tabungan emas insyaAllah aman.
    No 2 beli amplop yg ditulis habis buat apa2 saja.
    No. 6 – Aku emang punya target #FinancialFreedom40YearsOld sih mbak skrg umur 25 jd masih ada kesempatan lumayan panjang hehe.
    No. 5 – Aku juga lg ada hutang produktif yaitu nyicil properti di Bali.
    No. 7 – Rajin dateng seminar.

    Wah gak nyangka pas bikin daftarnya aku udah ngerjain semuanya *gasp* Ntar umur 40 pensiun dini lgsg leyeh2 aja lah *ngebayangin ini lgsg semangat* 😆

  7. jadi inget udah berbulan-bulan gak top up reksadana 😀

  8. suka nih dengan tulisannya, judulnya provokator banget :)))) .. aku sejak 2 tahun lalu mulai memaksakan diri untuk bikin pos2 keuangan berdasarkan kebutuhan.. awalnya ngikutin persenan2 itu, tapi lama2 kewalahan :))) akhirnya menemukan pola sendiri.. intinya konsisten dengan apa yang dilakukan demi masa depan ceria.. untuk investasi, so far masih saham, kalo reksadana baru memantapkan niat :)))) soalnya once reksadana ada, berarti ada pos2 keuangan yang menyesuaikan *sekian *turun panggung *matiin listrik

    • Nuniiiiik…. hahaha… judulnya ala-ala Tabloid NOVA ya? Gapapa deh, yg penting kegaruk SEO!
      #eaaaaa

      Itu bagus loh, aku aja susah konsisten bikin pos-pos keuangan, meski bisa konsisten nabung. Aku malah pokoknya setor ke rek tabungan sekian, sisanya dipake, pos apapun hajaaar!!!
      Jadi, gimana caranya bikin pos-pos keuangan ini?
      *malahnanyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s