BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Balada Ojek Jakarta

32 Komentar

Tinggal di Jakarta yang makin macet dan semrawut ini, kita mau nggak mau harus tahan banting dan fleksibel. Soal transport, sudah lama ojek jadi andalan saya, dan sudah berkali-kali berhasil menghadirkan saya nyaris tepat waktu di berbagai janji-temu.

Btw, saya sebenarnya masih belum sreg dengan kata ‘janji temu’ sebagai pengganti kata ‘appointment’. Ada pilihan yang lebih enak nggak sih?

Saya pernah sudah jam 3 sore  masih naik taksi sampai di depan Blok M Plasa padahal saya harus pulang ke Cilandak, lalu packing dan naik bus AKAP jam 5 sore dari Lebak Bulus untuk ke Semarang. Dan sore-sore gitu Jakarta maceeeetnya…. ampun deh.

Akhirnya, saya turun dari taksi dan berganti ojek. Oya, saya ngajak Sabai kecil yang belum pernah naik ojek. Tak apa. Selalu ada saat pertama. Sabai kecil waktu itu umurnya masih 2 tahun, saya dudukkan di tengah, lalu saya suruh pegang jaket pak ojeknya yang entah seperti apa baunya (maap ya nak!).

Wusss… pak Ojek selip sana selip sini. Kalau saya sendiri sih sudah biasa. Diserempet bus patas saya pernah, jatuh ngglosor di kolong Semanggi juga pernah. Syukurlah saya baik-baik saja. Tapi pas sama Sabai kecil, saya agak was-was juga. Saya pikir Sabai takut.

Eh, komentarnya cuma satu: “Enak ya buk’e, anginnya banyaaaak!”

Fiuuuh… saya lega. Kayaknya dia ada bakal easy going lala-lili kayak ibunya.

IMG_3623

Waktu masih ngantor dulu, ojek langganan tentu punya. Mangkal di pengkolan dekat kantor, kalau perlu tinggal telfon, direct line ke HPnya. Berhubung sekarang freelance, jadilah koleksi nomer telfon tukang ojek di HP saya nambah, punya satu ojek langganan di pangkalan terdekat dengan kantor klien.

Sampai suatu hari, saya pernah ditelfon seorang perempuan dari sebuah nomor tak dikenal. Si perempuan ngomel panjang pendek, kasar dan ngeselin. Pengin saya tutup gitu aja, tapi penasaran juga. Jadinya saya dengerin omelannya.

Tampaknya dia cemburu, berkali-kali tanya, ngapain saya ketemu Budi. Budi siapa??

Eh ternyata, itu salah satu tukang ojek saya! Kekasihnya cemburu karena dia buka HP Budi dan ada missed call dari saya sampai 5x. Tentunya saat itu saya lagi desperate butuh jasa ngojek sama si Budi.

Setelah ketemu & cerita sama Budi, ternyata dia memang punya kekasih gelap!! Dan pacar resminya itu mengendus ulah nakal si Budi, lalu berusaha menyelidiki. Oalaaaah Bud… jangan-jangan nganter pelanggan dia jadiin alesan, padahal pergi wakuncar!

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

32 thoughts on “Balada Ojek Jakarta

  1. Ping-balik: Menikmati Simpang Lima Semarang | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Balada Ojek Jakarta (2) | About life on and off screen

  3. Pengalaman pertamaku naik ojek adalah di Jakarta, di umur 24 tahun. Sebelumnya, selalu ngerasa aneh kalau dibonceng motor sama orang asing. Lama-lama jadi ketagihan ngojek 🙂

  4. Kekasih gelapnya Budi namanya siapa? #eh 😀 😀 😀

  5. wkwkwkwk… sampe kebawa ke masalah pribadi gitu mbaa, gara2 ojek! 😛

  6. Hahaha… Kocak abis!! Playboy cap kampak situ mah dibasmi aja! Apa kabarnya si budi tu sekarang kak?

  7. Kirain naik ojek online kak hihihi.

  8. Wkassssss kamu di cemburui istri tukang ojek. Ganteng kah mas budi mu itu kak ???

  9. jari siapa itu yang nongol?

  10. judulnya lebih tepat “balada si Budi” mba hihihi, so funny.

  11. Ojek langgananku waktu di Bali juga banyak tingkah mbak hahaha

  12. Hahahaha Budiiiiii!!! Nakal sekali dia.

  13. HUAHAHAHA… Bud, udah deh gak usahlah coba-coba selingkuh! 😀

  14. Kok berujung lucu Mba tikaaa. :))))

  15. huahahaah ada2 aja dehh mas Budi

  16. Kalau yang motornya merah itu ojek di mana kak?

  17. Oalah kak tik. Ini bisa jadi cerita FTV kayanya :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s