BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Teriring Doa Dari Dapur Cinta

20 Komentar

Sesungguhnya berbagi makanan adalah salah satu ekspresi kasih sayang yang paling universal, dan sudah dilakukan manusia sejak jaman dahulu kala. Kami pun melakukannya, melalui Dapur Cinta. Apa sih Dapur Cinta itu?

Intinya Dapur Cinta adalah gerakan memasak & menyiapkan makanan dengan penuh cinta kasih, lalu membagikannya untuk siapapun yang membutuhkan. Dapur Cinta kali ini adalah yang ke-6 dan semoga masih akan ada terus. Lalu siapa yang mengadakan?

Bersama Gerakkan Indonesia, para relawan mengolah dan menyiapkan 4.300 kotak makanan lezat sehat di Dapur Cinta dengan penuh cinta dan kasih bagi saudara kita yang membutuhkan serentak di 6 kota (Jakarta, Bandung, Kuningan, Semarang, Cilacap dan Jogjakarta) selama dua hari, 18-19 Juni 2016.

Membuat 4.300 box nasi dan lauk komplit! WOW! Sebenarnya kalau mau berbagi makanan, kan lebih praktis pesan nasi kotak dari catering atau rumah makan, terus dibagikan ya? Kenapa repot-repot masak sebanyak itu?

Kegiatan ini tidak semata-mata soal membagikan nasi kotak. Prinsipnya, makanan yang dimasak dengan cinta kasih dan selama proses menyiapkannya juga disertai energi positif, insyaAllah ketika dibagikan turut menularkan energi positif tersebut.

Alhasil puluhan relawan dengan tulus ikhlas bahu-membahu mulai dari persiapan, memasak, mengemas dan membagikan makanan di tiap kota. Malah beberapa relawan di Jakarta sampai menginap, mereka bawa tenda dan camping di halaman rumahnya Julia, yang menyediakan base camp Dapur Cinta Jakarta.

Lalu, puluhan relawan ini datang dari mana saja?

Macam-macam. Sebagian relawan sudah pernah ikut kegiatan Dapur Cinta sebelumnya, tapi banyak juga yang baru ikut tahun ini, seperti saya. Kalau saya sih diajak Tika dan Bumi, dan langsung mau aja gitu. Padahal awalnya saya belum pernah dengar soal Dapur Cinta ini, cuma kok kayaknya menarik.

Beberapa relawan bilang mereka tahu informasi kegiatan ini dari social media, terutama twitter. Ada mbak yang selama beberapa jam duduk di samping saya mengemas nasi bilang, dia datang dari Grogol ke Pondok Labu membawa pisau dan talenan untuk jadi relawan Dapur Cinta selama dua hari. Wow… Grogol ke Pondok Labu itu jauh dan macet loh! Salut saya! Duh, saking fokus bekerja, saya tidak bertanya nama mbaknya.

Tim masak di Jakarta dikomando oleh Chef Igan, meracik menu yang terdiri dari nasi putih, ayam kecap, cap cay, bakwan tahu, tiga butir kurma, kue bolu dan air putih dengan pelengkap pisang.

dapur cinta 2016

Khusus soal pisang ini, gemes deh… bagus-bagus, besar dan mlenuk gitu! Duh pas puasa saya dikelilingi pisang Sunpride yang menggugah selera gini rasanya agak berdebar jadi tak sabar menuggu beduk maghrib. Hahahaha….

pisang sunpride dapur cinta
Pisang itu buah yang enak dan mengenyangkan. Kalorinya cukup untuk memulihkan tenaga namun karbohidrat kompleks dalam pisang tidak menaikkan kadar glukosa dengan drastis, jadi kenyang dan aman. Tambahan lagi vitamin A, C, dan B6 yang terkandung dalam pisang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Semoga maksud untuk berbagi berkah dengan buah tersampaikan ya.

Setelah pengemasan selesai, tim distribusi segera bergerak. Hap hap… membagikan box makanan yang dibuat penuh cinta ini!

dapur cinta 2016 jakarta

Keliatan di foto paling atas relawan di Jakarta banyakan anak muda, seperti saya gitu EHM!!! Dilarang protes, udah iya-in aja. Nah relawan di Cilacap itu mayoritas ibu-ibu yang cukup sepuh, usia 50 tahun ke atas gitu, tapi semangatnya tetap membara! Silakan klik video kompilasi para relawan Dapur Cinta dari berbagai kota yang dibuat Tikabanget.

Selain para relawan yang menyumbangkan waktu dan tenaga mereka, juga banyak donatur baik hati yang ikut menyumbang dana dan bahan makanan. Ada yang menyumbang beras, sayur dan lain-lain. Kami haturkan banyak terima kasih buat semua yang sudah ikut serta dalam bentuk apapun! Semoga cinta kasih yang kita bagikan bersama terus menyebar dan bersinar. Mari bersama-sama berpikir, merasa, berucap, bertindak positif. Shall we?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

20 thoughts on “Teriring Doa Dari Dapur Cinta

  1. Alhamdulillah yah kegiatannya lancar dan pesertanya banyak. Semoga tahun depan ada lagi, di semakin banyak tempat dan memberikan lebih banyak manfaat kebaikan buat sasama.

  2. Aku tau dapur cinta ini dari tahun lalu sih. Luar biasa ya semangat para relawan. 😀

  3. Ikut dong kalo ada lagi, aku bisa masak kok 🙂

  4. Selamat atas kegiatannya! Tahun depan ada lagi ndak?

  5. ya ampuun, sempet2nya poto2 di tengah pisang2, hihihi

  6. Keren dan saya salut dengan kegiatan dapur cinta ini.
    Indahnya berbagi.

  7. Luar biasa ya Mba… Sampe mau masak sendiri untuk 4300 box…. jempooooll buat para relawan…

    Itu, mbanya masih aja sempet narsisan kreatip di tengah2 pisang yakk…wkwkw.. 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s