BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Nursing Room, Pentingkah?

24 Komentar

Kedua anak saya memang sudah melewati masa menyusui. Namun sampai sekarang saya masih suka ‘kepo bahagia’ kalau melihat ibu muda menyusui. Kepo bahagia itu semacam perasaan bahagia melihat si bayi mendapat ASI, sambil mengira-ngira tantangan apa yang dihadapi si ibu saat menyusui bayinya.

IMG_6912

Saya masih ingat saat saya menyusui dulu, ada-ada saja tantangannya. Misalnya nih, saya kerjanya bikin film, termasuk film pendek, dokumenter, iklan dan video profile. Nah, pas menyusui anak pertama dulu, saya masih ngantor di sebuah PH (Production House) yang kadang sampai malam masih shooting. Saya sih seneng saja menjalaninya, karena memang pekerjaan ini sesuai passion saya. Hanya saja soal memompa ASI yang jadi persoalan.

Pernah suatu hari saya beserta 3 orang crew pria lagi shooting di sebuah pemukiman KUMIS, kumuh-miskin, di Jakarta. Sekitar jam 1 siang saya harus memompa ASI. Maka saya bisikin cameraman, kita break dulu satu jam. Saya pamit ke mobil untuk pumping, sementara 3 crew teman saya duduk-duduk di teras rumah warga sambil ngobrol sama pemilik rumah. Saya sudah terlatih untuk pumping di dalam mobil, saya keluarkan pashmina sebagai tutup bahu dan dada, letakkan breast pump electric mini, dan segeralah terdengar bunyi seeerrr… seeerrr… Pompa ASI sedang bekerja.

Lagi asik mompa, tiba-tiba HEPPP!!! Pompa ASI saya mati!

Ternyata batere habis! Aduh, gimana dong… Padahal lagi dapet LDR tuh… LDR adalah Let Down Reflect, kondisi dimana ASI otomatis mengalir lancar tak terbendung. Ibu-ibu menyusui pasti bisa kebayang deh, kayak apa paniknya pas ASI lagi mengucur, eh, pompanya abis betere. ALAMAAAAK….

Saya tampung ASI yang mengalir ke dalam botol. Tapi baru dapat sedikit. Saya harus ganti batere nih! Duh, gimana dong?

Akhirnya masih menutup bahu dan dada dengan pashmina, saya buka kaca jendela mobil dan teriak, “Guys, tolongin dooong… Beliin batere A3 dua biji plis?”

Tanpa diduga audioman saya, seorang pria tegap berambut gondrong, dengan sigap membuka clip-on microphone yang memang selalu dia bawa, mengeluarkan dua batere A3 dan memberikannya pada saya. Katanya itu batere baru dipasang, powernya masih full. Wow! GERCEP! Saya pun bisa lanjut pumping dalam damai. Sementara mas audioman lari-lari mencari warung buat beli batere baru 😀

Memompa ASI di mobil sering saya lakukan karena sangat terbatasnya nursing room di area publik. Saya beruntung ada mobil kantor saat shooting, dan bisa naik mobil pribadi di luar urusan kantor. Bagaimana nasib sekian banyak ibu-ibu menyusui tanpa kendaraan pribadi yang perlu beraktivitas di luar rumah saat mereka harus pumping? Butuh banget nursing room kan?

Tak hanya pumping, kadang para ibu juga sungkan menyusui anak di ruang publik. Menyusui, meskipun itu hal natural yang sudah sejak dulu dilakukan perempuan, memang perlu privasi. Dengan adanya nursing room, kegiatan menyusui dan memompa ASI bisa lebih nyaman bagi ibu maupun bayinya. Jadi saya mendukung banget siapa pun yang menyediakan nursing room di ruang publik, salah satunya program CSR Cussons Baby.

Kita semua juga bisa mendukung program ini, plus meraih kesempatan menangin hadiah. Caranya ikutkan foto atau video si kecil dalam lomba foto Cussons Bintang Kecil alias #CBK4 di website Cussons Baby. Simak kapan deadlinenya di FB dan twitter Cussons. Bagi setiap anak yang ikut #CBK4 Cussons akan menyumbang Rp 500 untuk membangun nursing room di ruang publik. Bila ada 200.000 anak yang ikut, sudah terkumpul dana Rp 100.000.000 buat bikin nursing room!

IMG_6504

Hadiah lombanya BANYAK BANGET LOH! Total hadiahnya sampai 1 Milyar rupiah! Langsung saja klik website CBK4 untuk upload fotonya. Kapan lagi bisa ikut lomba sambil beramal baik?

CBK4

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

24 thoughts on “Nursing Room, Pentingkah?

  1. Hai mbak, salam kenal. Senang baca-baca blog nya mbak. Bakal sering main ke sini nih.

  2. Aku pernah nyusuin di area terbuka. Terutama kalau lagi traveling. Susah kan nyari nursery room kayak lagi di pattaya atau lagi di puncak. Ya langsung buka nyusuin di tempat. Ditutupin pake kerudung 😆

  3. Nursing room itu perlu, tapi lebih perlu lagi pandangan tidak sinis terhadap bapak2 yang lagi ajak main bayi-batitanya bedua aja dan lagi butuh sebagian fasilitas nursing room.

    Pengalamanku, pernah lagi main bedua sama anakku yang pertama waktu dia masih batita trus perlu ganti popok ke salah satu mal baru di Jakarta. nursing room-nya ada, dan kebetulan privat — ga gede & share sama orang banyak gitu. pas kosong, masuklah dan ganti popok. pas keluar, diliatin sinis sama ibu2 yang lagi nunggu. 😦

  4. Penting banget kadang aku syock liat ibu ibu nenenin cuek gitu di tempat umum…

  5. Wah, gerakan yang bagus membuat nursing room sebagai CSR dan lomba foto anak. Go Cussons!! Sayang aq lom punya anak 😀

  6. Setuju banget! biarpun belum jadi ibu tapi seneng kalo ibu ibu bisa di dukung dengan nurseri room yang oke. Inget dikantor lama (dan di kantor sekarang), banyak ibu ibu yang mesti pumping ASI di toilet. Sebersih2nya toilet tapi kan kayaknya lebih nyaman di nurseri room ya.

  7. Program Cussons ini keren. Inilah yang dibutuhkan ibu2 sekarang. *berdaasarkan curhatan teman-teman di kantor*

  8. Paling penting banget itu nursing room. Setuju banget sm program nya cusson ini 🙂

  9. nursing room emang penting bgt mbak biar ada tempatnya khusus

  10. SETUJU BGT! Semoga pihak Cussons sukses program CSRnya dan berhasil bikin nursing room dimana-mana……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s