BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Herbalife Kids Dash, Lomba Lari Yang Berbahaya

60 Komentar

Pagi ini saya menemani kedua anak saya ikut Herbalife Kids Dash di Ancol. Sebenarnya lomba lari semacam ini adalah kegiatan yang sangat positif karena membuat anak-anak semangat berolah raga, latihan lari termasuk pemanasannya dll. Hanya saja, sangat disayangkan lomba lari pagi ini penyelenggaraannya tidak rapi, panitia tidak informatif dan yang paling penting tidak mengutamakan keselamatan peserta.

image

Kami tiba di venue Pasar Seni Ancol pukul 6.30 WIB. Masih cukup waktu untuk melakukan registrasi dan pemanasan, mengingat lomba Herbalife Kids Dash dimulai pukul 08.00 WIB. Pada saat daftar ulang, ambil t-shirt serta bibs, saya bertanya pada panitia, “Di mana start untuk Kids Dash dan bagaimana rutenya?”

Panitia tidak bisa menjawab, dan mengarahkan kami ke panggung utama dimana pertunjukan musik dangdut sedang berlangsung. Katanya di depan panggung ada denahnya. Baik, kami pun menuju panggung dan mempelajari denah yang dicetak di atas background hijau polos (terlihat di foto)

Apa yang ada di benak panitia saat mencetak  denah di atas background polos seperti ini? Tanpa menyertakan ancer-ancer atau penanda di mana lokasi start-nya, bagaimana kami tahu di mana titik startnya? Apakah panitia berasumsi peserta Herbalife Kids Dash adalah orang-orang yang biasa ke Pasar Seni Ancol dan hafal seluk-beluknya? Sebuah asumsi yang berbahaya.

Saya bertanya pada 2 orang yang pakai name tag seperti panitia, di mana start Herbalife Kids Dash, tidak ada satu pun yang tahu. Lalu bertanya pada petugas yang di tenda medis, juga tidak tahu.

Rupanya bukan kami saja, ada serombongan anak-anak dan orang tua mereka yang juga kebingungan mencari titik start. Ketika akhirnya anak-anak kami start, tentu paling belakang, dan kami pun bingung tidak tahu rutenya. Panitia di titik start yang saya tanya rutenya lewat mana, jawabnya “Ikuti jalan aja!”

Ini jawaban yang berbahaya, karena di sekitar Pasar Seni Ancol terdapat lebih dari satu ruas jalan raya dan tidak ada penanda jelas rute Kids Dash lewat mana. Di jalan raya ini pada hari Minggu pagi banyak mobil lalu lalang.

TIDAK ADA PACER YANG TAMPAK, DAN ANAK-ANAK ITU BERLARI SENDIRIAN AJA GITU DI JALAN RAYA. Saya dan seorang ibu lain berinisiatif mendampingi anak-anak kami lari, karena berlari di jalan raya itu berisiko ketabrak mobil. INI PESERTA HERBALIFE KIDS DASH BOCAH BERUSIA 5-8 TAHUN LOH! Bagaimana mungkin kami tega membiarkan mereka lari di jalan raya tanpa pengawalan? Bahaya banget. Setidaknya itu yang kami rasakan sebagai orang tua, entah apa yang panitia rasakan.

Ibu yang bersama saya mendampingi lari itu sepanjang lari ngomel tentang ketidakjelasan informasi dari panitia, hal yang saya aminkan. Selesai finish, saya merasa perlu menyampaikan keluhan secara resmi ke panitia, jadi kami diajak ke rumah panggung (terlihat di foto) di mana panitia berada.

Saya sampaikan keluhan soal tidak jelasnya informasi start, rute dan tidak amannya pelaksanaan lomba Kids Dash. Jawaban panitia dengan nada tak acuh adalah, “Lalu ibu mau apa? Mau lombanya diulang?”

Aduh… Jujur saja saya sangat kecewa dengan tidak adanya empati, apalagi permintaan maaf atau penjelasan memadai dari panitia. Mungkin panitianya mikir “Bukan anak gue ini yang ikut lomba, bodo amat kalau keserempet mobil,” Hih!!! Sungguh ujian kesabaran menghadapi panitia yang sangat ignorant dan arrogant.

Saya mendapat kesan, penyelenggara hanya peduli pada banyaknya jumlah peserta dan kemeriahan acara, tapi abai pada keamanan peserta anak-anak. Sungguh disayangkan. Di mana prinsip SAFETY FIRST yang seharusnya dipegang teguh penyelenggara lomba lari (dan kegiatan lain)?

Berikut beberapa komentar atas peristiwa ini di Facebook:

komen

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

60 thoughts on “Herbalife Kids Dash, Lomba Lari Yang Berbahaya

  1. Ya ampun bahaya banget. Jangankan anak-anak, orang dewasa aja riskan banget kalo lomba marathon di jalan .. Jalan raya pula. Ini EO-nya careless dan unresponsible 😦

  2. Gemes bacanya mbak…
    Arogan sekali EO-nya… semoga yang bersangkutan baca dan ditindaklanjuti.
    Plus jadi pengalaman buat penyelanggara lain yang akan membuat kgtn serupa..

  3. Waduh panitianya abal-abal.gitu sih ga niat bikin acara

  4. toyor aja tuh panitia mak..
    hadeehhh..gt amat yak..
    ditandain aja mak, nntinkalok eo ini bikin acara gk ush ikut lg.

  5. Gggggrrrrhhh,,, pengen ikut nonjok deh itu panitia, bahaya bangeeeeet 😦

  6. sebetulnya ini kegiatan seru ya mungkin panitia harus lebih profesional

  7. Ini parah banget Mba. Tahun lalu kayaknya Kids Dashnya jauh lbh aman ya. Anakku ikut tahun lalu, trus jatuh sampai luka tapi krn ada panitia ikut lari, jadi selamat ditolongin sampai finish. Serem juga kalau begini. Kesannya cuma ikut2an euphoria lomba lari anak aja.

  8. kancill,, tuh EO. jawabannya nggak enakin bangetttt ,,
    untung mba masih sabar ya,, kalo nggak kemarin mah di fot aja tuh wajah yang jawabnya ngeselin, dan bilang aja, ntar mau di komplain ke surat pembaca.

  9. Itu di kota dan lokasi yang amat terkenal seindonesia kaya gitu ya orang2 ( panitia) nya??
    Membuat kami orang kampung jadi malas ke kota 😅

  10. aku baru baca. Ini parah banget,kebayang sabai kalau harus lari sendirian 😦

  11. Padahal keamanan dan keselamatan anak2 itu lebih penting dari pada kemeriahan itu sendiri yaa kak

  12. Aku berada di lokasi pas lomba ini berlangsung, dan masih nongkrong di sekitar finish line deket panitia yang kasih medali/minuman pas jam 8 pagi itu. Tiba2 ada 1 panitia cook yg lari ke meja medalj sambil teriak-teriak kenceng banget, “Mana medail kids dashnya? Gimana sih kok belum siap kan start jam lapan!!!”

    Waduh… teriakannya kenceng dengan nada marah sampe kita-kita nengok semua. Terlihat jelas panitia kagak well organised, malah kayak kagak serius ngurus yg kategori anak-anak. Btw siapa sih EO-nya?

  13. Ignorant & arogan sekali ya panitia nya. Tapi sekarang menjamurnya EO membuat EO abal abal kayak gini bertebaran. Gak perduli keselamatan peserta yang penting rame acaranya. Mereka di bayar cuma buat bikin acara rame tok, bukan mikirin aspek dan konsep acara secara keseluruhan termasuk keselamatan dan keamanan peserta 😦

  14. sadis banget panitianya. Kritik lewat media nasional. Surat pembaca, tempo kompas, media indonesia. mantap tuh

  15. Sereeeem banget mba…panitia apaan coba kerjanya begini 😦

  16. turut prihatin.

    ada follow up dari panitia pelaksana atau EO yang bertanggungjawab so ga lagi kejadian seperti ini di masa mendatang ?Masyarakat perlu tahu, imho.

  17. Wah gak bener ini EOnya. Sebenernya ini bisa masuk surat pembaca sih. Event yang merugikan peserta dan non peserta.

  18. Hiiihhh.. ngezelin bingitsssss… ada signage aja belum tentu anak2 ngerti. Ini gak ada pacer dan lain2. Toyor aja mbak harusnyahhhhh

  19. Laaah nyebelin banget. Nanti kalau sudah rame di medsos baru ada permintaan maaf .__.

  20. Gilak!!! Itu kalo panitianya ngomong ke gw Udah gw tabok pake sendal kali.

  21. Parah banget. panitianya minta digigit anjing rabies.

    ramaikanlah kak.

  22. Arogan banget jawabannya. Pengen mites panitianya kok ga ada permintaan maaf sama sekali! Ga professional!

  23. Panitianya minta digiles ulekan

  24. Oh my… Parah banget jawabannya. Dan jelas-jelas membahayakan masih kayakngaknada rasa salah gitu ya… :'((

  25. tapi serulah, karena rame pastinya.

  26. Kasihan anak2, itu sebab nya saya kurang suka kegiatan outdoor diluar yang di selenggarakan sekolah Bu

  27. panitianya beneran ndak niat bikin acaranya, hih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s