BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Museum Kata Di Belitung, Bukan Museum Biasa

28 Komentar

Satu kata untuk menggambarkan Museum Kata: bersahaja. Bagi siapa pun yang bepergian ke Belitung, nggak sah kalau belum mampir ke Museum Kata yang terletak di Kabupaten Belitung Timur. Lupakan imej museum yang serius dan angker. Di sini setiap ruangan cerah ceria dan terasa akrab. Ada apa saja di museum yang unik ini?

Sesuai itinerary yang saya tulis di artikel ini, di hari ketiga kami menyeberang dari sisi barat pulau Belitung menuju ke sisi timur untuk mengunjungi replika SD Muhammadiyah yang populer setelah film Laskar Pelangi menjadi hits tahun 2008 lalu. Kenapa replika? Karena lokasi asli SD ini di kampung Manggar sudah berubah bangunannya, jadi untuk keperluan shooting dibuatlah SD sangat sederhana dengan 2 ruang kelas seperti deskripsi di novelnya, begitu penjelasan Pak Yadi, pria asli Belitung yang menemani kami. Selamat menikmati foto-foto dari SD si Ikal, Lintang, Mahar dan teman-temannya ini!

20150508_082718_1

20150508_083820_1

Tak jauh dari SD ini sampailah kami ke Museum Kata, tempat di mana beragam pencapaian Andrea Hirata sang penulis novel Laskar Pelangi dipajang, termasuk recognition dari berbagai negara untuk novel yang telah diterjemahkan ke lebih dari 20 bahasa ini. Konsep museumnya keren, jauh dari suasana formal dan sangat playful, seolah dirancang agar pengunjungnya betah berlama-lama melihat koleksinya dan berfoto di semua sudutnya.

Sebuah ruangan di bagian belakang museum ini langsung jadi favorit saya karena ada dapur dengan tungku kayu api lengkap dengan teko-teko jadul untuk menjerang air kopi. Kita beneran bisa menyeduh Kupi Kuli di sini! Boleh seduh sendiri atau pesan sama petugas. Bubuk kopinya direbus bersama airnya! Dinamai kopi kuli karena inilah minuman para kuli tambang timah di Belitung tempo dulu. Berada di dapur ini seperti kembali ke masa kecil saya, dimana hidup masih begitu sederhana dan semua terlihat indah nggak seperti sekarang dimana lalu lintas aja udah bikin stress dan ruwet.

PhotoGrid_museum kata

20150508_090018

20150508_091028

20150508_084820_1

Bagi pecinta sastra, atau paling nggak buat kamu yang suka baca buku, akan senang menemukan display foto dan quote dari para sastrawan ternama dunia. Asik juga membacanya satu persatu sambil mencerap maknanya, dan mencari hubungannya dengan kehidupan kita masing-masing. Di beberapa spot museum ini desainnya mengingatkan saya pada Gaudi, seorang arsitek paling keren yang pernah hidup di muka bumi. Gaudi inilah yang membuat Barcelona menjadi kota nan cantik, dan salah satu masterpiecenya adalah Parc Guell yang pernah saya tulis di sini. Kalau kamu lihat foto ornamen hias di Parc Guell, susah menyangkal bahwa pengaruhnya terlihat nyata di museum ini. Anyway, sah saja kok terinspirasi dari sebuah karya seni, ya kan?

Kapan terakhir kali kamu mengirim kartu pos? Atau jangan-jangan belum pernah? Ngaku deh… Di Museum Kata kamu bisa mengirim kartu pos! Iya, kartu pos klasik gitu. Kamu bisa beli kartu pos ala Museum Kata, menulis alamat tujuan dan pesan singkat, tempel perangko, masukkan ke kotak surat dan biarkan Pak Pos membawanya. Seru juga! Tempat ini menarik buat dikunjungi anak sekolah jaman sekarang supaya bisa lebih mengapresiasi karya sastra (dan mengirim kartu pos pakai perangko). Satu hal yang kurang adalah saya tidak melihat ada koleksi buku menarik yang bisa dibaca di tempat, atau lebih bagus lagi kalau ada perpustakaan yang meminjamkan buku yang bisa dibawa pulang warga sekitar. Jadi Museum Kata tidak hanya sebagai tempat untuk dikunjungi pelancong tapi juga ada manfaatnya bagi warga setempat. Setuju nggak?

Jadi kalau kamu ke Belitung, selain main di pantai-pantainya yang cantik, naik ke mercu suar putih di pulau Lengkuas dan nyicipin MIe Atep yg sedap betul, sempatkan juga mampir ke Museum Kata. Kalau mau tau itinerary selengkapnya di Belitung dan habisnya berapa, bisa baca artikel sebelum ini, atau boleh tanya-tanya di kolom komentar. Yuk ke sana (lagi)?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

28 thoughts on “Museum Kata Di Belitung, Bukan Museum Biasa

  1. Ping-balik: Pulau Lengkuas: Mendaki Mercu Suar Tua Jaman Belanda | About life on and off screen

  2. Museum yang nyaman dan penuh inpirasi ini asik, tenang dan terbawa suasana untuk merangkai kata, surganya para pecinta sastra dari segi konsep suka banget 🙂

  3. Kak kangen kopi kong djie di tanjung pandannn 🙂

  4. iih keren belitung 😀 semoga bisa ketularan mampir ke museum ini juga nanti~ 😀

  5. eh itu pintu warna warni nya disebalah mana yaaa ??? #Mengingat

  6. Aku pengen banget mengunjungi museum ini. Wish I was here too Mba 😀

  7. Noted! Kalau ke belitung mau kesini juga 😁

  8. Keren, belum pernah berkunjung kesana moga aja bisa kesana kaya mba tika 🙂 hihihi

  9. noted dulu ah, moga bisa kesana 😀

    amiiin

  10. bagus bangeeet, pengen ke sana
    dulu ke Belitung tahun 2010 belum ada 😦

  11. Moga-moga bisa segera ke sanaaaa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s