BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Sudut Tua Kota Padang

55 Komentar

Sudah beberapa kali ke kota Padang, di Sumatera Barat, tapi biasanya selalu sibuk shooting atau liputan, sehingga tidak pernah bisa leluasa mengeksplorasi kota yang cantik ini. Baru minggu ini saya bisa ke Padang dengan beberapa jam waktu luang sehingga bisa mencari sudut-sudut kota yang menarik untuk foto-foto setelah kembali dari Festival Langkisau yang artikel dan fotonya sudah saya posting di sini.

Semua foto dengan bangunan tua ini diambil di kota tua Padang, oleh warga setempat sering disebut kawasan Pondok. Di sini dulu adalah pusat perdagangan yang sangat ramai, di mana para saudagar Cina dan Arab memusatkan kegiatan bisnis mereka. Lokasinya yang sangat dekat ke pelabuhan tentu mendukung area ini sebagai pusat bisnis. Setelah masuknya Belanda dengan bendera VOC ke Padang di abad ke-17, kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan emas, teh, kopi dan rempah-rempah. Memasuki abad ke-20, maka ekspor baru bara dan semen mulai dilakukan melalui Pelabuhan Teluk Bayur. Beberapa bangunan di area ini masih terlihat dipakai sebagai gudang semen dan komoditas lain. Sayang sekali sekarang banyak bangunan tua nan indah yang ditinggalkan dan tak terawat. Padahal beberapa bangunan kuno itu sangatlah cantik. Ini buktinya:

20150416_101958_1

20150416_110114_2

20150416_103235

20150416_105128_1

Foto di atas diambil di sebuah stasiun tua yang sudah tidak terpakai. Rel-nya masih terpasang, tapi sudah diselimuti rumput liar yang tinggi. Padahal area peronnya luas dan strukturnya masih terlihat kokoh. Lapisan cat dan dinding yang terkelupas di sana-sini justru memberi kesan rustic yang memperkuat karakter tempat ini. Saya membayangkan, seandainya gedung stasiun ini di revitalisasi, dirapikan sedikit tanpa mengganti unsur kuno-nya, tentu bisa dipakai sebagai galeri seni atau tempat warga Sumbar mengadakan pagelaran seni, seperti pentas tari, talempong atau memutar film ala layar tancep. Grafiti di dinding stasiun itu seolah menyuarakan jeritan hatinya. ‘Sabar’, entah sampai kapan dia harus bersabar ditelantarkan 🙂

Ah, sepertinya saya berkhayal terlalu jauh… Suasana nostalgic di tempat ini terbukti berhasil menyeret pikiran saya berkelana dan membayangkan banyak hal yang semestinya bisa dilakukan untuk merevitalisasi kawasan ini. Sudah banyak contoh sukses kawasan kota tua yang berhasil dibenahi dan sukses mendatangkan anak-anak muda untuk berkreasi di sana, bahkan bertempat tinggal di area pemukiman sekitarnya yang pada akhirnya mengangkat gengsi kawasan tersebut. Mestinya, hal kayak gini bisa dilakukan di Padang juga ya?

Painan Padang

Painan Padang 1

20150416_120102_1

Jadi, menurutmu, realistis nggak sih ide untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Padang ini sebagai pusat area seni dan budaya? Yuk, share ide-ide kamu di kolom komentar, siapa tau blog ini dibaca Dinas Pariwisata Sumatera Barat 🙂

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

55 thoughts on “Sudut Tua Kota Padang

  1. Ping-balik: Karupuak Di Lembah Harau & Aneka Jajanan Minang | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Jelajah Gizi Sepiring Nasi Goreng | About life on and off screen

  3. Aku sendiri orang Padang. Dulu hampir tiap hari lewat sini. Sudut kota tua ini memang tidak rapi tapi bagus buat lokasi foto. Pemerintahnya aja yang nggak nyadar…. Nice review mba 😀

    • Thank you San, gimana yah caranya kasih wake up call ke dinas pariwisata setempat?

      • Agak susah menembus pemerintahan daerah. Kalau mau, buat surat terbuka di blog ini saja untuk Dinas Pariwisata dan kirim ke link-link social media like infosumbar, padangmembaca, infominang atau apa pun lah. Nanti akan dilirik oleh para simpatisan

  4. Setuju banget, dari foto-foto yg dishare aja udah keliatan potensinya. Semoga pemda setempat bisa melek matanya, kalo ada potensi wisata didaerahnya. 😀

  5. Hahaaa nggeret2 koper habis dieliminasi ya? Keren banget gedung2 tua begini utk lokasi shooting film.

  6. Wajib banget Mbaaak, kalok menurut ku.. Sebagai orang awam, aku ngeliat bangunannya kayak yang uda Belandaaa banget. Mungkin kalok dibagusin jadi keliatan lebih wow 😀

  7. sekarang makinkeren koq,kawasan pondok di kota Padang,walaupun kena gempa,bangunan lama masih kokoh berdiri

    • ada yg masih kokoh, ada juga yg rusak tak terawat dan nyaris ambruk. Kemarin kami sempat masuk ke salah satu bangunan yang kondisinya sudah parah.

  8. Setuju dan realistis Un, suasananya enak di sana, dulu pas lagi kuliah kalau lagi suntuk salah satu tempatku jalan-jalan jalan kaki, selain di Kampus, by the way udah pernah ke UNAND Un? D ari pelataran parkir rektoratnya bisa lihat pemandangan kota Padang 🙂

  9. Emang spot cantik banget buat kamera

  10. Aku ke pondok biasanya buat nyari makanan doang karna makanan di sana enak-enak, malah gak kepikiran kayak Sabai gini hahaha.

    • Oya? Kemarin sempat mampir ke salah satu restorannya krn desain bangunannya unik, dindingnya segi 8. Itu ada di foto ketiga. Keren ya bangunannya?

  11. Foto-fotonya wow banget!!! Ternyata indah juga ya bangunan tua buat settingan foto 😀

  12. Latar kota tua Padang yang bagus buat foto-foto

  13. Ish aku kok ngak tau kalo padang punya kota tua hehehe, keren juga kok. Mesti segera di realisasikan 🙂

  14. Wah tempatnya bagus, tetap ke aslianya harus dijaga dan dirawat, memang sih biayanya akan mahal, namun bila di banding kan dengan wisatawan yang datang pasti akan seimbang, jangan sampai kija udah jauh jauh n mahal mahal kesana ternyata Zoonk…
    sayang kan.

  15. kangen kawasan pondok… kayanya setelah gempa 2009 udah kaya ga bagus lagi… banyak yang runtuh n rubuh

  16. Wah aku baru tau kalau ada kawasan antik yg cantik kayak gini di kota Padang!! Fotonya bagus kak buat foto kalender wisata 🙂

  17. Wii, padang juga punya kota tua 😀 Tempatnya fotogenik sekali kak~ Buat lataar pre-wedding baggus nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s