BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Perang Lawan Kutu Putih!

37 Komentar

Jadi gini ya, saya lagi perang sama yang namanya kutu putih, sering saya temukan di daun dan batang tanaman tomat di halaman belakang rumah. Saya senang menanam sayuran, dan baru mulai sejak pindah rumah. Tapi ternyata…

memetik satu persatu daun tanaman yang kena kutu putih tidak gampang dan sedih banget melihat tanaman kena hama. Selain sayuran, ada beberapa pot sansivera di jendela kamar mandi saya:
PhotoGrid_1427007841845

Kembali soal kutu tanaman. Saya lagi menanam paprika, tomat, bayam, kangkung, selada dan daun katuk di beberapa pot di teras belakang. Kangkung dan katuk sudah sering dipanen. Tapi tanaman-tanaman lainnya masih kecil, saya semai dari biji, dan saya rawat sebaik mungkin. Awalnya mereka tumbuh sehat. Tapi beberapa hari ini daun paprika dan selada jadi berlubang dan banyak yang patah karena serangan ulat dan kutu putih.

Kutih putih ini seneng bagnet nempel di tananam tomat, mungkin karena batangnya agak empuk dan daunnya segar? Mungkin ya. Yang jelas hama tanaman ini ngeselin banget! Tapi saya nggak mau menyemprot dengan pestisida berbahan kimia, karena sayuran ini akan kita makan suatu hari nanti. Jadilah saya gooling dan membuat pestisida nabati. Ini hasilnya:

Ekstrak minyak bawang putih

Bahan: 100 gram bawang putih, 2 sendok makan minyak sayur, 10 liter air, 10 ml deterjen/sabun

Cara Pembuatan: Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan ½ liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring

Cara Penggunaan: Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga rata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang hama pada pagi hari

OPT Sasaran: Hama kubis, belalang dan kutu daun. Sumber dari sini.

Beragam cara membuat pestisida nabati yang mudah untuk pemakaian rumahan juga dapat ditemukan di sini tergantung hama yang hendak ditangani. Berikut saya salin yang sudah dan ingin saya praktekkan:

1. Kutu Putih pada daun atau batang. Dapat digunakan siung bawang putih yang ditumbuk dan diperas airnya serta dicampurkan dengan air sesuai dosis yang diperlukan. Jika kutu melekat erat pada tanaman, dapat digunakan campuran sedikit minyak kelapa. Semprotkan campuran tersebut pada tanaman yang terserang hama.

3. Berbagai serangga. Air rebusan cabai rawit yang telah dingin dan dicampur dengan air lagi serta disemprotkan ke tanaman akan mengusir berbagai jenis serangga perusak tanaman.

4. Aphids. Air rebusan dari campuran tembakau dan teh dapat mengendalikan aphid pada tanaman sayuran dan kacang-kacangan. Air hasil rebusan di campurkan kembali dengan air sehingga lebih encer.

5. Berbagai serangga. Air rebusan daun kemangi atau daun pepaya yang kering ataupun yang masih segar, dapat disemprotkan ke tanaman untuk mengendalikan berbagai jenis serangga.

Perhatikan teknis saat memberikan pestisida alami. Perhatikan curah hujan dan saat penyemprotannya. Usahakan menyemprot setelah hujan agar tidak luntur oleh air hujan.

Air rebusan cabe rawit itu sudah saya coba. Lumayan juga, tanaman bawang kalimantan saya yang tadinya daunnya dijadikan rumah ulat, jadi bebas ulat. Tanaman paprika saya yang tadinya sering dikerubutin semut, jadi tidak lagi. Tapi pestisida nabati ini kan efeknya tidak awet, jadi mesti diulangi. Sementara ini saya lakukan 1x seminggu, kira-kira aja, nggak tau patokan waktu pastinya.

Nah, teman saya yang namanya Dina, memberi tips unik. Katanya kalau mau tanaman tumbuh subur, siram secara teratur pakai campuran air dengan vetsin/micin. Sekitar 1 sendok makan micin diaduk dengan seember kecil air (kurang lebih 2 liter air), lalu buat menyiram tanaman. WOW! Micin gitu loh…. Siapa sangka micin bisa dipakai buat penyubur tanaman? Saya sih tertarik dan beberapa hari ini sudah mencobanya. Entah nanti hasilnya gimana. Kalau kamu juga suka menanam sayur, buah atau bunga, bagi dong tipsnya agar tanaman tumbuh subur dan sehat. Please?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

37 thoughts on “Perang Lawan Kutu Putih!

  1. Deterjen nya aman gak sama tanaman??.. Apa g ngefek kedepannya jika disemprot pake deterjen

  2. Untuk sabun mungkin memanfaatkn kndungan Na yg fungsinya sebg perata dan penembus pori/stomata serta membuka lapisan lilin daun.. Jd versi organiknya bisa d ganti dg sari buah mengkudu. Itu analisis saya.. Dan tq info kutunya..

  3. Itu gak bikin tumbuhannya jadi kering atau sebagainya kan mbak?

    Salam,
    Aci.

  4. kami coba meupuk tanaman dengan air cucian beras cucian ikan rutin hasilnya mantap yu…

  5. air bekas cucian beras,ato air rendaman bekatul/kulit ari padi ato juga air blenderan bawang merah segar buat perbanyak akar semua tanaman,terlebih cangkok baru,….kl dlm 1 mgu tanaman blm bertunas mk biasanya akar ada yg membusuk,bisa diobati dgn air blenderan bawang putih…sy koleksi kantil/cempaka putih,kuning,merah.cempaka mulya merah(camelia)tidak wangi..ni masih nyari cempaka mulya merah yg wangi….salam kenal 089622772188,sy di solo

  6. Ping-balik: Cara Alami Membasmi & Mengusir Semut | About life on and off screen

  7. ada pengalaman untuk semut Mbak,
    saya coba beberapa tips misalnya diberi daun jeruk di jalan hilir mudiknya semut, namun tetap saja masih banyak dan merek belok cari jalan lain 🙂
    thanks

  8. Klo Untuk walang sangit APA resepny ad yg pernh kna tuh hama

  9. sya. pernah mncoba membunuh kutu daun mnggunakan 3 siung bawang putih, satu sndok mkan diterjen dan satu liter air.
    dan hasil y sungguh memuaskan.

  10. saya pernah juga pake micin untuk bunga, memang sih bunga jadi subur tapi bunganya cepat rontok, layu. kalo telat nyiram micin lagi daunnya juga ikut rontok bahkan tanaman bisa mati walau tetap disiram air. kalo pake air bekas cucian daing/ ayam/ikan bunga lebih kokoh tahan lama

  11. Klo aq nanam nya kan d pot,jd klo ada hama putih nya q buang aja daunnya,tp tips bwg pth sm cabe td blh jg tuh d cb

  12. di coba juga pake abu bakar di rendam semalaman, kemudian disaring nah airnya ntar di tambah sabun pencuci piring (ga nyebut merk yah), setelah sejam di campur ntar tinggal di semprotkan ke hama kutu kebulnya (kutu putih, ada juga yang menamainya banci)..
    biasanya 3-4 hri sdah mlai rontok tuh si kutu kebul..
    dan ada juga teknik lainnya…

  13. Iya mba,,air micin emang bagus bwt tanaman,,
    Aku tanam kecipir,,cabe ungu, ma tomat,,tapi tomatnya jg keserang kutu putih ini kayaknya,,ngga jadi,,malah mati pohonnya,,
    Tengkyu udh berbagi mba 😀

    • My pleasure. Jadi kamu udah sukses nyobain resep air micin? Aku blm keliatan hasilnya krn tanamannya masih kecil2… Tiap hari ya disiram air micinnya?

  14. Deterjen/sabun bukannya kimia juga Un?

  15. Kebun mawar ku lagi ancur banget Mbak, soalnya di Medan rada musim kemarau. 😦

    Biasanya karena ngga pakek pot, aku rajin kasih pupuk organik. Kebetulan di halaman belakang ada tempat pembakaran sampah.. Trus biar sehat dikasih campuran air vetsin 😀

  16. bawang putih, cabe rawit, daun kemangi, daun pepaya, tembakau, minyak kelapa … catet!. Terima kasih telah berbagi

  17. Aku juga biasanya ada tamanan yang ada kutunya harus di pisah dulu, baru pencegahan pohon pohon yang sehat di semprotin aja. Biar tidak tertular juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s