BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Tiga Tjeret: Angkringan Tampil Modern

59 Komentar

Konsep ‘angkringan’ yang tadinya populer di kota Jogja dan Solo kini telah merambah Jakarta dan mungkin kota-kota lain di pulau Jawa. Ketika mendengar kata ‘angkringan’, kesan yang muncul umumnya berupa makanan sederhana yang murah meraih, sambil duduk ngangkring dan ngobrol ngalor-ngidul dengan teman-teman atau dengan pemilik warung. Nah, di Solo ada angkringan yang tampil lebih modern dengan nama Tiga Tjeret (ceret=teko tempat air minum).

Tempat ini masih mempertahankan hidangan ala angkringan, yakni nasi kucing, nasi dalam porsi kecil dibungkus daun pisang biasanya dikasih sambal dan lauk ikan asin atau lauk lain yang juga sedikit banget, sehingga masih membutuhkan lauk lainnya. Nah, lauk lainnya inilah yang dijual terpisah, bisa berupa tahu/tempe bacem, sayap ayam, sate telur puyuh, hati ayam, usus, jeroan dan sebagainya. Makanan semacam inilah yang terhidang di Tiga Tjeret.

Kalau kamu datang ke tempat ini, urutannya gampang saja. Datang, pilih makanan, perlihatkan di kasir untuk membayar, lalu biarkan petugas membakar lauk pilihanmu di atas bara api yang menyala. Sekejap kemudian, makanan hangat siap disantap! Tantangannya adalah memilih menu apa yang mau dimakan. Banyak banget pilihannya! Ingin rasanya saya mencicipi semuanya, tapi apa daya kapasitas perut terbatas.

Dari ujung kiri ada nasi bandeng, nasi teri, nasi oseng kikil atau nasi terik daging dibungkus daun pisang. Pilihan lauknya sangat beragam, mulai dari sate brutu, sate keong, sate kerang, ceker ayam, tahu dan tempe bacem dan lain-lain. Pokoknya tak terasa piring saya dan Sasha, teman jalan saya, udah penuh makanan aja! Dan rasanya enak semua… Sebagai penutup, saya memilih minuman hangat berupa racikan wedang jahe, kencur dan jeruk. Penutup yang hangat sekaligus menyegarkan!

tiga tjeret 1

tiga tjeret 2

Angkringan ini terletak di seberang Mangkunegaran, Solo, dari jalan raya terlihat jelas bangunannya dengan logo tiga buah ceret alias teko air. Tempatnya sangat nyaman, tempat makannya semi outdoor gitu. Malah meja-meja di halamannya dihiasi payung cantik warna-warni. Cocok juga kalau buat nembak gebetan 😀 Tempat ini buka sejak jam 11 siang hingga jam 01.00 dini hari. Sekali makan bisa menghabiskan Rp 10.000 hingga Rp 40.000 tergantung kapasitas perut dan lauk apa saja yang disantap. Jadi, kapan mau ke Solo bareng saya?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

59 thoughts on “Tiga Tjeret: Angkringan Tampil Modern

  1. Di Pwkto banyak angkringan, tiga tjeret blm ada baru satu tjeret

  2. Wuah … Murmer …. Pingin ke Solo juga ….

  3. tiap mudik ke solo, aku slalu mampir minimal sekali kesana ;p..favoritku, nasi granat 😉 Enaakkkk pedeeesss ^o^… tp terakhir ksana rada kecewa mba… bbrp gorengannya rada berubah, agak asin… trs, masa bill ku ama billnya temen, aneh deh… dimasukin makanan yg ga kita pesen… untung suamiku org nya teliti bgt…dia lgs komplen…trs temennya ikut2an ngecek bill, dan iya ada hrg makanan yg ga dipesen… ga tau deh apa sengaja ato emg dia siwer saking ramenya yg mkn di sana…

    tp kalo boleh milih, dari segi rasa sih, ttp lbh enak yg model tradisional 😀

  4. Sering lwt dan sering ke sana

  5. Waktu di Jogja, hari-hari diisi dengan makan di angkringan, Mbak. Hahah.. 😀 Sekarang uda balik ke Medan kok ya kangen.

  6. Ikut…. Duh Indonesia memang surga jajanan

  7. Tempat nongkrong yang ramah kantong. Nice :3

  8. aku kapan yaaa ke solo *menerawang

  9. Yah, saya engga beruntung, belum ketemu mbak. 🙂 Favorit saya nih, sate puyuh sama usus. Hmmmm.

  10. Kenang-kenangan ke tiga tjeret, ntah kapan bisa nongkrong lagi disitu. Denganmu. 🙂

  11. Waaaakkk.. Pengen 😀 pernah lewat tapi blm pernah mampir. Di Magelang dan sekitarnya org menyebutnya Kucingan.

  12. waah, di solo ya, kota asalku itu memang nyaman buat liburan dengan keramahtamahan warganya. Kalo mudik, tak tengok. 😀

  13. besok kalo ke Solo lagi, ke sini ah.

  14. Ah, iyaaaa … angkringan di Solo itu menu2nya bikin “psing”. Banyak macemnya dan pengen dimakan semua 😆
    Jadi pengen ke Solo lagi

  15. di solo yaa ternyataa… kirain dijakarta fufufufuuu

  16. Wah.. Saking ramenya yang di Solo, Tiga Tjeret baru aja buka cabang di Jogja mba 😀

  17. tapi memang lebih nikmat kalo di warung angkringan versi orisinil-nya mbak.. lebih membumi. kalo yang ini kan lebih meng-kafe.

  18. Enak banget nih kayaknya. Cocok sama lidahku hihi

  19. agenda wajib kalo ke Solo bulan depan, makasih infonya mba 😀

  20. Ini angkringan elite ya Mbak 🙂

  21. Nice info nich, di daerahku menyebutnya warung koboy Non, warung seperti ini yg asli memang relatif terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s