BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Sumbawa Barat: Lokasi Shooting Film Baru!

46 Komentar

Seperti yang saya tulis dalam posting sebelumnya, saya bersama beberapa orang teman pergi ke Kabupaten Sumbawa Barat dalam rangka #KSBTrip 24-28 Desember lalu. Terus, ngapain aja di Sumbawa Barat? Wah, macam-macam! Soal main mata sama kuda yang merumput di kaki bukit, main di pantai Maluk yang kece banget dan snorkeling di teluk Benete sudah saya tulis di sini. Kalau mau belajar membuat pelopo, pundut atau gogos (snack khas Sumbawa Barat) bisa dilakukan di desa Taliwang, tentu jangan lupa makan ayam bakar Taliwang. Soal ragam kuliner yang menggoyang lidah itu sudah saya tulis juga di sini.

Bagaimana rute menuju Sumabawa Barat? Kami berangkat naik pesawat menuju Mataram, Lombok dan menginap semalam di sana sebelum besok paginya naik mobil sewaan ke pelabuhan Kayangan. Perjalanan memakan waktu sekitar 2.5 jam karena harus melintasi jalan raya dari kota Mataram di sisi barat ke pelabuhan di sisi timur. Kami menyewa mobil travel, meski sebenarnya ada angkutan umum ke pelabuhan ini. Dari pelabuhan Kayangan ada dua option untuk menyeberang ke Sumbawa Barat, yaitu naik ferry ke Pototano atau ke Benete. Kami masuk melalui pelabuhan di Benete.
PhotoGrid Batu hijau sumbawa barat
Sumbawa barat IG2

Nah, mumpung ada yang mengajak ke Batu Hijau, maka saya sekalian cek-cek lokasi buat setting film. Dari dulu saya ingin membuat cerita film dengan setting yang unik, yang sejauh ini belum pernah saya lihat di layar bioskop Indonesia, yaitu areal pertambangan. Dugaan saya, bukan karena nggak kepikir sama para filmmaker Indonesia, tapi karena area pertambangan biasanya tertutup dan dijaga ketat, tidak bisa dikunjungi dengan bebas sehingga tidak mudah untuk menulis ceritanya tanpa pernah mengunjungi langsung lokasinya.

Kami bertujuh, saya, Sasha, Nico, Aline, Ivan, Naimah dan Imad melihat tempat pengolahan ore milik PT Newmont Nusa Tenggara dan ke lokasi reklamasi yang konturnya berbukit-bukit luas sekali. Reklamasi ini adalah proses menanami kembali permukaan tanah yang sudah selesai dieksplorasi dengan jenis-jenis tumbuhan yang sedekat mungkin dengan ekosistem aslinya, sekitar 80% masih sama, dan luas lahan yang direklamasi adalah 20-30 ha pertahun. Rupanya cukup sulit juga prosesnya, karena harus mengembalikan posisi bukit-bukitnya dengan kemiringan tertentu, lalu menebar puluhan ribu benih tanaman, disiram pakai kendaraan semacam mobil pemadam kebakaran itu, dan permukaan tanahnya mesti ditutup coconet untuk mencegah erosi sambil menunggu tanamannya tumbuh besar.

Nah, apakah coconet itu? Bagi saya ini pengetahuan baru. Coconet adalah net dari coconut. Iya, jaring yang dibuat dari sabut kelapa. Sabut kelapa dipintal menjadi tali panjang, lalu dianyam menjadi jaring. Karena organik, setelah dipasang jaring ini tak perlu dilepas lagi, alias dibiarkan saja hingga rusak sendiri dan melebur dengan tanah seiring dengan waktu. Pembuatan coconet ini dikerjakan oleh kumpulan ibu-ibu di sebuah desa tak jauh dari Batu Hijau sebagai mata pencaharian mereka.

Bagi saya yang baru pertama kali masuk ke lokasi pertambangan, langsung tersusun adegan-adegan seru seandainya jadi beneran shooting di situ. Sehabis berkeliling, sudah terjalin sebuah sinopsis singkat calon film baru saya itu, mulai dari awal sampai akhir, tentu dengan adegan kejar-kejaran di perbukitan sekitar area reklamasi itu. Jadinya semacam film drama-action gitu. Pas saya lagi asik-asiknya merangkai cerita, tiba-tiba Ivan dengan sangat kreatif ngasih usulan judul: Hantu Tambang Gentayangan, terus Nico kasih judul: Pekerja Tambang Yang Tertukar. Duh… Nggak ada yang cocok blas judulnya! Anyway, semoga jadi beneran filmnya! Kamu ada usul film ini mau dikasih judul apa? Silakan lho…

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

46 thoughts on “Sumbawa Barat: Lokasi Shooting Film Baru!

  1. Ping-balik: Traveling Bikin Kulit Gosong? | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Balada Kerja Malam | About life on and off screen

  3. ntr bakalan ada pemain pekerja tambang dgn body kekar, tampang co bgt gitu kan :D???

    kulinernya yg bikin aku pgn kesanaa mbaaa ^o^

  4. ga pernah berani komen, postingannya bikin ngiri terus.
    dari lama pengen nanya kok nama blognya nggak sabai.com aja gitu ” 😐

    • hahahaha…. dulu aku pernah cek, Sabai.com udah dipakai orang, buat usaha spa di Thailand. Sabai memang artinya ‘fine/everything is alright’ gitu dalam bahasa Thai. Lalu mencari nama lain, dan ketemu yg ini. Anyway, bebas komentar lho Om 🙂

  5. Menurut saya judulnya perjuangan orang berompi.
    Karena kerja di tambang itu keras dengan resiko tinggi.
    Ditambah lagi yg kerja disana gak ada yg pakai jas dan dasi.
    Yg ada pake rompi dan alat safety lainnya.
    Klu gak judulnya berompi vs berjas..
    Jd ceritanya perbedaan kehidupan pada pekerja pertambangan dengan pekerja di metropolitan.. Pasti keren. 😁😁😁
    Kebetulan saya mahasiswa tambang juga.
    Hehehehe..

  6. Sumbawa Barat kece neh! Hayuklah kapan shooting? Sutradaranya udah siap lahir batin! Ini serius. Camkan itu.

  7. Bagus nih makin banyak sineas yang mengeksplorasi alam Indonesia yang jarang dilihat orang banyak. Semoga filmnya nanti sukses mbak!
    Hmm, judulnya sebenarnya tergantung genre filmnya sih, ga mungkin kan kalau genre filmnya thriller dikasih judul “Cintaku di Pertambangan”? Hehe 😀

  8. belum kesana sih tapi kalau searching tentang Sumbawa bagus juga lokasi buat shoting, riset terus ini ya mbak?

    lokasi yg di pake Pendekar Tongkat Emas sama kan ya mbak? yg paling asik tuh liat kuda diumbar bebas tanpa dituntun 🙂

  9. Huaaaaa. Kece ya, mba tikaaa.
    Sumbawa kudu jadi next destination. \o/

  10. Ah kangen malukkkkkkkkkk … berangkat 🙂

  11. eh aku mau dong jadi asistennya Mba… 😛 *serius… asal diajak pergi, hehehe

  12. haduuh..,, tarik nafas..
    temanku ada yg asli orang sini .. cerita pulkamnya seru.., naik bisa dari Jakarta soalnya, tapi dia nggak pernah cerita kampungnya secakep ini deh
    perlu tim medis nggak Tik? he..he..

  13. Mba, perlu orang buat bantu2 gak sih hehe

  14. Kirain judulnya “Ganteng2 Tarik Tambang” . ini sudah aktif lagi ya perusahaan pertambangannya?

  15. Masya Allah.. Bagus banget pemandangannya, Mbaaaak.. 😀
    Sumbawa Barat ini beda ya sama Pulau Sumba? Aku mupeng sama savanna en pantainya.. Kyaaaa >,<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s