BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Nyebur Ke Laut Pas Arus Dingin Di Pulau Alor, NTT

62 Komentar

Kedua kalinya mengunjungi Alor, saya menemukan pengalaman yang berbeda, lebih seru dan khas Alor banget. Apakah itu? Ketemu sama arus dingin dan ikutan pesta laut dengan warga di Alor Kecil! Padahal perairan Alor Kecil ini termasuk serem,sering disebut Bermuda Triangle-nya Indonesia karena ada pusaran arus yang bisa menyedot kapal.

.

Oke, sebelumnya sedikit info geografi dulu, jangan sampai ketuker antara Pulau Alor dengan Alor Setar. Pulau Alor ada di NTT, sementara Alor Setar adanya di perairan Malaysia. Jauh kan? Dari Jakarta (atau kota besar lain) bisa naik pesawat ke Kupang, transit lalu naik pesawat baling-baling TransNusa ke Alor. Sekarang pesawat TransNusa ini sudah ada setiap hari, meski begitu sering penuh! Sebaiknya booking jauh hari sebelumnya.

.
Sewaktu pertama ke Alor, saya pe-de aja gitu nyampe di Kupang tanpa booking tiket ke Alor. Eh, pesawat TransNusa penuh dong sampai 3 hari depan! Lalu gimana nasib saya dan dua orang teman yang keduanya cowok jomblo semua? Akankah kami telantar di Kupang dan numpang tidur di masjid terdekat? Mikir sejenak… Akhirnya saya mengajak mereka ke kantor Pelni di Kupang, mencoba peruntungan kalau ada jadwal kapal ke Alor. Rupanya Tuhan masih sayang kami semua. Malam itu ada jadwal KM Awu ke Alor, berangkat dari pelabuhan jam 12 malam tepat! Jam segitu mau naik kapal atau siskamling? Seperti apa kapalnya dan kayak apa perjalanannya sudah pernah saya tulis di sini.
alor 8
Swastika Nohara

Swastika Nohara

Kali kedua mengunjungi Pulau Alor ini kami sudah lebih siap dengan tiket connecting flight, sunblock dan snorkel. Kami semua bertujuh dan seperti biasa, saya yang paling cantik, soalnya yang lain batangan semua. Kami ada kerjaan, bikin coaching clinic di Alor selama 3 hari plus extend jalan-jalannya 4 hari. Sip kan? Oke sip.
.
Pas hari ke-2 coaching clinic berlangsung di Kalabahi, saat break makan siang, tiba-tiba seorang kenalan yang asli Alor bercerita dengan penuh semangat.
“Kak, lagi ada arus dingin di Alor Kecil sekarang! Mau kesana kah?”
“Apa tuh arus dingin?”
“Air laut jadi sedingin es, terus ikan-ikan naik ke pantai, jadi warga ada bikin pesta laut, turun ke laut semua tangkap ikan!”
“Hah? Nyebur ke laut? Menyelam?”
“Tidak usah! Cukup bawa serok atau gayung saja, ambil ikannya, sudah mengambang semua di dekat pantai! Tadi lumba-lumbanya sudah muncul, pertanda arus dingin itu!”
“Ada lumba-lumba?”
“Banyak kakak!!”
.
I’m sold! He had me at ‘lumba-lumba’. Demi mendengar nama mamalia laut yang cantik itu disebut, saya, Yusuf, Boy dan Aldi langsung batal makan siang dan segera tancap gas ke pantai Alor Kecil. Selama 20 menit perjalanan dari Kalabahi, mata saya selalu menatap sisi sebelah kiri, dimana ada bentangan laut biru dan pantainya.
.
Di dermaga Alor Kecil ada dermaga tempat bersandarnya perahu ke pulau-pulau lain di sekitar Pulau Alor. Kami berhenti 1 km dari dermaga. Benar saja! Puluhan orang, dari kakek-kakek sampai anak SD sudah nyemplung di sekitar pantai membawa saringan, serokan atau ember buat mengambil ikan yang pada pingsan di permukaan laut, karena suhu air di bagian bawah menjadi sedingin es padahal masih tengah hari. Air di permukaan saja masih terasa dingin meski tidak sampai bikin kaki membeku apalagi kena frostbite.
.
Sementara itu, pandangan kami semua tertuju pada satu titik di agak jauh di tengah laut, dimana serombongan lumba-lumba lewat, sesekali salto di udara. Cantik banget!!! Sayang kamera HP saya tidak sanggup menangkap moment indah itu dengan jelas. Penampakan rombongan lumba-lumba dan ratusan burung laut di perairan ini adalah tanda akan terjadinya arus dingin, fenomena yang menurut WWF hanya terjadi di perairan Alor Kecil saja. Air akan menjadi sedingin es selama sekitar 2 jam saja, dan ikan-ikan akan pingsan di permukaan laut sehingga mudah dimangsa burung laut dan ditangkap warga cuma dengan serokan.
.
Menurut cerita Pak Arifin Panara, salah satu pemuka masyarakat Alor Kecil, arus dingin seperti ini memang dinantikan penduduk, dan terjadi 3x dalam setahun. Setiap habis idul fitri, dipastikan ada arus dingin dan warga pun turun ke laut. Masuk akal sih, mengingat penanggalan Islam kan mengikuti peredaran bulan, sama kayak pasang surutnya laut. Eh, nyambung gak sih? Nyambung kan?
.
Menurut beliau pula, pernah ada diver senior dari Perancis yang menyelam di alor Kecil saat arus dingin, untuk sebuah penelitian. Tapi baru sampai di kedalaman belasan meter, dia sudah tidak tahan dengan suhu dingin airnya, jadi naik ke atas lagi. Beberapa kali dia coba, bahkan sudah memakai wet suit untuk perairan dingin, tetap tidak tahan. Wah, saya sih nggak kebayang kalau disuruh nyemplung ke air dingin, nyelup jempol aja gemeteran…. bbbbrrrr….
.
Jadi, kapan kamu mau wisata ke Alor? Mumpung destinasi ini belum seramai Derawan, Lombok atau Bunaken, jadi masih alami banget, sangat tidak touristy bahkan penginepan aja seadanya, sampai kalau mau mandi mesti lapor ke resepsionis agar menyalakan air keran. Soal penginepan dan transport ke Alor, akan saya tulis terpisah. Yuk ke Alor?

Di Alor bisa main di pantai, snorkling, diving, atau ke desa adat Takpala dll. Selengkapnya klik ini: https://pegimulu.wordpress.com/2015/02/02/menikmati-keindahan-pulau-alor/

atau email ke pegimulu@gmail.com
atau kontak Azis 082122908213

20141125_125329_1
20141124_155041_1

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

62 thoughts on “Nyebur Ke Laut Pas Arus Dingin Di Pulau Alor, NTT

  1. Ping-balik: Kapitalisme Wisata | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Pesona Pulau Lembata | About life on and off screen

  3. Ping-balik: 5 Hal Penting Sebelum 35 Tahun | About life on and off screen

  4. Hi, di alor ini bisa hanya snorkling atau diving aja? Krn arusnya lumayan denger2 sih yah.. Utk penginapan di alornya apa ada Cp? Trm ksh

  5. Jika teman temna punya kesempatan coba main ke sumba NTT..hidden paradise

  6. Ping-balik: Menikmati Keindahan Pulau Alor | PegiMulu

  7. Ping-balik: Balada Kerja Malam | About life on and off screen

  8. Nah, siapa mau Alor ayok kite atur waktunya!

  9. wow arus dingin, kerennnn, eh kk follow back please 🙂

  10. Lautnya cantik banget kak..

  11. Seru yah perjalanannya, bikin ngiri. 😀
    Saya tunggu postingan tentang penginepan dan transport ke Alor.. mau nabung dulu nih.

  12. semuanyaaa serbaa biruuu … cakep banget!

  13. Wuidiihh baru tau Alor secantik ini, biasanua denger cerita temen aja~
    Btw mbak kalo lumba2 sbg penentu suhu laut (arus dingin/hangat), berarti di pantai Lovina di Bali uda pasti arus dingin ya, banyak lumba2 begitu 😀 hehe. Kayaknya musti mampir Lovina dulu sblm ke Alor lol

  14. itu langat biru nyaaa udah paling bener deh ya…..**Menatap Nanar Langit Gelap dan 0 derajat celsius**

  15. keren bangeettt kakaa… 🙂 Nusa tenggara emang juara soal pantai yaa…

  16. beruntungnya Tika…, seringkali yg tanpa perncanaan malah bawa kejutan ya….., apalagi pemandangannya cantik banget …

  17. Eh baru nyadar udah ganti nama. Selamat yaaaa. Ga perhatian dan jarang bw lately. Selamaaaat!

  18. Ahhh always a dream for me to go there! Selalu gak sempet terus.. Beruntung banget yak pas lagi ada pesta rakyat gitu, pasti seru banget..

  19. Lihat pulau alornya dah eyegasm. Ah pengeeeeen.. kebayang itu serunya arus dingin.

  20. arus dingin cuma ada di pulau alor ya??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s