BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Korea: Mendaki Tebing Di Taejongdae National Park

49 Komentar

Tidak sah traveling ke Busan kalau tidak mampir ke Taejongdae national park. Kenapa? Karena lokasi ini punya spot-spot foto yang indah banget! Makanya saya bikin artikel terpisah khusus untuk tempat ini, setelah tulisan sebelumnya bercerita tentang kegiatan apa saja selama tiga hari di Busan, Korea Selatan.

20141028_131115_2
Meski terletak di pinggir kota, Taejongdae national park ini sangat mudah dijangkau. Kalau mau gampang, bisa berangkat pagi naik city tour bus dari depan stasiun subway Busan. Bus ini rutenya mengelilingi spot-spot menarik di Busan, lalu turun di gerbang Taejongdae. Luangkan waktu sekitar 3 jam untuk menikmati national park ini. Dari gerbang masuk, ada 2 pilihan: keliling jalan kaki buat yang gagah perkasa dan hemat budget atau keliling naik kereta buat yang butuh menghemat waktu dan rela membayar 2000 won (sekitar Rp 22.000). Saya pilih yang kedua karena keretanya unyu banget! Beli tiket, lalu antre menunggu kereta datang tiap 20 menit.
.
Sepanjang rute keliling taman ini kereta akan berhenti di setiap spot, pengunjung boleh turun, nanti naik lagi kereta berikutnya dengan menunjukkan tiket yang berlaku sehari penuh. Demi efisiensi waktu saya hanya berhenti di tebing, mercu suar dan salah satu kuil. Saya skip pantainya, karena sudah ke Haeundae beach sehari sebelumnya. Semua pilihan ini mengandalkan insting aja, dan ternyata hasilnya luar biasa!
.
Spot pertama saja sudah membuat saya ternganga… pemerintah Korea ini jenius dalam mengelola pariwisatanya! Sebenarnya lokasi ini adalah sebuah tebing batu di tepi laut… yang kayak gini di negara kita juga banyak. Tapi mereka menyediakan observation deck tiga lantai yang keren banget. Bangunan ini nangkring di atas tebing batu setinggi ratusan meter! Ada open hall luas tempat pengunjung foto-foto, naik tangga ada cafetaria dengan pemandangan ke laut lepas dari ketinggian, naik tangga lagi ada observation deck dengan teropong dan ruang pameran! Foto dari film-film yang shooting di Busan dipamerkan di sini. Bagus banget. Terlihat kerja sama yang kompak antara kementrian pariwisata dan industri filmnya untuk mempopulerkan kota Busan.
.
Di tepi tebing ada patung ibu menggendong anak dengan tulisan berbahasa Korea dan Inggris, “Buat kalian yang mau bunuh diri dengan melompat dari tebing ini, ingatlah kasih sayang ibu yang telah membesarkan kalian,” Wah, saya langsung merinding membacanya. Rupanya tempat indah ini memendam cerita pilu. Angka bunuh diri di Korea Selatan adalah yang tertinggi ke-3 di dunia dan pelaku bunuh diri laki-laki 2x lipat lebih banyak dari pada perempuan (tahun 2013). Kenapa ya? Padahal mereka punya negeri yang indah, perekonomian maju, sistem transportasi yang rapi, aman dan nggak ruwet kayak Jakarta, serta banyak sekali taman kota untuk melepas stress dan olah raga.
.
Spot selanjutnya adalah mercu suar putih tinggi menjulang yang tampak gagah dari kejauhan. Oke, saya pun melangkah mengikuti petunjuk jalan. Hap hap! Satu persatu saya melewati anak tangga yang jumlahnya seribu lebih, menuruni tebing batu. Udah kebayang aja nanti baliknya bakal pegel karena naik tangga! Hahaha… air mineral sebotol habis hanya di lokasi ini. Saya lihat ada beberapa perempuan yang repot sama sepatu high heels-nya. Duh! Ke taman nasional kok ya pakai high heels mbak…. Untunglah anak tangga ini berujung di sebuah spot foto yang spektakuler! Terbayar deh setiap tetes keringat selama jalan kaki.
2014-10-28 12.40.30
20141028_132743_1
busan taejongdae3
Busan taejongdae mercusuar
20141028_124715_1
Spot terakhir, sebuah kuil yang dulunya jadi tempat raja berdoa. Taejongdae memang tempat favorit mendiang raja Taejong Mu-Yeol (604-661) untuk berburu, jalan-jalan, dan melatih panahan prajurit kerajaan. Kontur tanah berbukit, hutan pinus lebat dan tebing karang setinggi 250 meter tentu komplit buat latihan perang di berbagai medan. Tiap berkunjung sang raja tidak lupa berdoa, dan mendirikan beberapa kuil tersembunyi di balik pepohonan. Kuil yang berusia ratusan tahun ini masih terawat hingga sekarang. Syahdu banget duduk-duduk di halaman kuil. Sekali lagi, saya meneruskan misi mencari ‘Swastika’ yang saya ceritakan di sini.
.
Satu hal yang sangat patut diacungi jempol adalah fasilitas bagi pengunjung di seluruh taman nasional ini. Kita nggak perlu kuatir haus, di seluruh spot pemberhentian tersedia water fountain, airnya bisa langsung diminum atau dimasukkan dalam botol. Kalau kebelet, jangan kuatir terpaksa pipis di balik semak atau di tebing atas laut… saru! Ada toilet yang bersih terawat di setiap spot. Semuanya tercantum di peta wisata yang bisa kita minta di information center di gerbang masuk. Jempol pengelolaannya!
.
Sebenarnya kalau mau jalan kaki mengelilingi tempat ini juga nggak jauh, ada trotoar luas yang sejuk di bawah deretan pohon pinus. Kita bisa duduk kalau pegel, ada bangku di banyak tempat sepanjang rutenya. Saya lihat banyak orang-orang muda berjalan kaki. Jadi berjalan kaki adalah pilihan tepat buat yang punya cukup waktu, serta yang sedang mencari jodoh. Seandainya punya waktu sehari penuh buat mengeksplorasi hutan kota ini, saya mau banget jalan kaki! Jadi, pastikan Taejongdae national park ada dalam itinerary kamu kalau berkunjung ke Busan, it’s worth every step of the way! Meski 28 Oktober lalu sudah musim gugur, Busan tidak dingin, terlihat dari baju saya yang cuma 1 lapis blouse batik timbul berbahan katun dengan aksen tenun. Blog post berikutnya soal keliling Seoul tanpa itinerary, modal lihat peta doang. Jadi kapan mau ke Korea?
busan taejongdae2
busan taejongdae1

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

49 thoughts on “Korea: Mendaki Tebing Di Taejongdae National Park

  1. Ping-balik: Lokasi Syuting Drama Korea Jadi Tempat Wisata | BLOG Swastika Nohara

  2. Nanti bulan November, ngejawab pertanyaan di bagian penutup.
    Wah, ini langsung masuk list di itinerary deh. Kalo mau puas, harus seharian nggak kak di Taejongdae Park? Keren banget soalnya! Aku waktunya longgar sih, mungkin sekitar 13 hari di Korea, jadi mungkin mau explore Busan 2-3 hari sebelum ke Jeju.

  3. Mba terima kasih banyak infonya, sangat berguna. terutama penginapan dan spot2 yg wajib didatangi. Saya insyaAllah Januari 2017 ke Korea rencana di Busan 3 hari 2 malam. Mba ke Gamchon Cultural Village ga?

  4. Okeh sip. Itenary selain ke kantor YG aku harus ke Taejongdae National Park…

  5. Ping-balik: Tips Hemat Traveling Ke Seoul Dan Busan, Korea | About life on and off screen

  6. Ping-balik: Senyum Manis, Senjata Pas Traveling Sendirian | About life on and off screen

  7. kapan aku bisa kaya mbak ya..jalan-jalan ke Korea 🙂

  8. Ping-balik: Korea: Empat Hari Super Seru Di Seoul | About life on and off screen

  9. salut kalo toiletnya selalu bersih ya.

    foto fotonya keren.

  10. Bagus2 fotonya Tika, love them all. Temen aku tinggal di Busan loh, mungkin satu hari aku harus kesana ya, ternyata cantik juga si Korea or Busan ini. Tadinya ga begitu tertarik untuk ke Korea, ga tau kenapa ya buat aku Korea dan Jepang ga begitu menarik. Padahal salah hya, terutama si Korea ini, Jepan tetap ga nge-fans 🙂

  11. ala ala Uluwatu ya tebing2 gitu 🙂

  12. Kece kece kaya di film nya. Oleh oleh postcard ya say.
    😉

  13. Busan itu masih di indonesia juga ya un? Hehehehe 😀

  14. aku pengen juga ke Korea jadinya mba 🙂

  15. Destinasi-mu selalu sukses bikin iri mbaaaa 😀

  16. jadi kapan ke Korea? andaikan ada yang mau ngajakin, free! #mirisbgt.

  17. keren banget pemandangannya… *mupeng

    Nabuuung nabunggg buat ke sanaa… 🙂

  18. Semoga bisa secepatnya ke Korea. Eh gw baru nyadar ato emang dalah dari awal alamat blognya beda ya Tik? Perasaan dah pernah nyimpen pake alamat sabai… maap salah fokus. Hahaha.
    Spot-spotnya emang keren-keren. Semiga secepatnya nyampe sana. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s