BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Museum Ullen Sentalu, Time Travel Ke Masa Lalu

29 Komentar

Letaknya tersembunyi di tengah rimbun pohon di Kaliurang, Jogjakarta, Museum Ullen Sentalu belum menjadi tujuan populer bagai traveler. Hal ini terbukti ketika saya bertanya pada 3 orang Jogja, bagaimana cara menuju ke Ullen Sentalu selain naik taksi, tak seorang pun bisa menjawabnya. Malah dua orang diantaranya mengaku belum pernah mendengar nama museum yang unik ini. Ullen Sentalu sebenarnya adalah singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Blencong adalah lampu minyak yang ada di atas dalang dalam pertunjukan wayang. Jadi diharapkan setelah time travel ke masa lalu di Ullen Sentalu, hidup kita akan tercerahkan, ya kan?
PhotoGrid_Ullen_sentalu4

Saya dan Venus ke Ullen Sentalu naik mobil sewaan, tentu setelah memastikan pengemudinya tahu jalan ke sana. Pertama kami bayar tiket masuk ke kawasan wisata Kaliurang, Rp 9000 untuk tiga orang, lalu tiket masuk ke Museum Ullen Sentalu Rp 30.000 per orang. Harga ini sudah termasuk guided tour selama 1 jam dan minuman Ratu Mas yang racikannya hanya diketahui oleh keluarga keraton. Meskipun hari Sabtu, museum ini sangat sepi. Hanya ada kami plus pemandu seorang perempuan mungil yang lincah, Antin. Dengan seragam batik warna merah muda, Antin bercerita dengan tangkas soal sisik melik Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman).

Guided tour ini memang perlu, karena ruang-ruang dalam museum dipisahkan oleh jalan setapak outdoor yang berliku seperti labirin. Tanpa guide, sangat mungkin kita nyasar! Antin seolah membawa kita time travel ke masa lalu dengan bermacam ceritanya soal keluarga keraton. Saya paling terpesona saat menyimak kisah Gusti Nurul Kusumawardhani, putri sultan Hamengkubuwono VII, lahir tahun 1921. Gusti Nurul sangat cantik, cerdas dan outspoken untuk ukuran puteri keraton pada masanya. Selain mengenyam pendidikan sekolah Belanda, beliau juga mahir berenang, main tennis dan berkuda. Soal hobi berkudanya ini sempat jadi polemik karena dianggap tidak pantas untuk puteri keraton. Tapi Gusti Nurul keukeuh, hingga sang ayah akhirnya mengijinkan, malah membelikan kuda dari Australia. Jangan bayangkan puteri keraton pakai kain jarit dan kebaya naik kuda yaaa… pasti ribet. Ada fotonya Gusti Nurul pakai kostum berkuda ala Eropa gitu, dan tetep anggun.

Kecantikannya ini mempesona banyak pria, termasuk Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IX, Sutan Sjahrir dan Kolonel GPH Djatikusumo. Ketika itu Soekarno orang nomor satu di Indonesia, Sultan HB IX orang nomor satu di Jogja, Sutan Sjahrir perdana menteri dan Djatikusumo adalah panglima tentara (KSAD). Coba bayangkan apa rasanya ditaksir petinggi-petinggi negara macam itu? Eh, atau malah jadi bingung ya?
gusti nurul

Sebagai puteri keraton Gusti Nurul mahir menari, sampai tahun 1937 pernah diundang untuk menari di depan Ratu Juliana di Belanda pada pesta pernikahannya. Dulu belum ada rekaman CD gamelan untuk mengiringi tarian. Alhasil, seperangkat gamelan tetap dimainkan di Jogja dan streaming suaranya melalui radio untuk mengiringi Gusti Nurul menari di Belanda. Jaman segitu udah ada streaming lho! Gusti Nurul sekarang tinggal di Bandung, di usia 90an tahun dan dulu beliaulah yang meresmikan museum ini tahun 1997.

Tentu Antin bercerita banyak hal lain seputar budaya dan kesenian Jawa, termasuk kenapa Surakarta dicabut statusnya sebagai Daerah Istimewa (dan Jogja masih memegang status itu sampai sekarang) pada masa Presiden Soekarno, lalu soal batik, bedanya batik Solo dan batik Jogja, motif dan makna ragam hias batik serta banyak hal lain. Oya, di beberapa foto puteri keraton Solo, terlihat berpose pakai kain jarit, kebaya tapi sepatunya gaya Eropa. Modis deh! Terus ada ratu Solo yang kalau plesir suka memakai topi model Eropa, sampai punya koleksi topi yang diimpor langsung dari Paris. Sayang di dalam museum kita tidak boleh memfoto, dengan alasan terkait copy right dan konon mengganggu taksu dari berbagai koleksi kuno di sana.

relief ullen sentalu

PhotoGrid_Ullen_sentalu2

Setelah sampai di sisi luar, semacam teras belakangnya, barulah boleh foto-foto. Sore itu ada beberapa anak perempuan yang sedang belajar menari. Saya betah duduk memperhatikan mereka menari di sana, pemandangan yang indah dan menenangkan. Nah, di lantai atas museum, ada cafe dan resto yang interiornya cantik sekali, menghidangkan masakan Eropa yang nikmat luar biasa… Soal resto ini layak menjadi posting tersendiri, nanti 🙂

Kekurangan museum ini adalah sulit menuju ke sana dengan transportasi umum. Seandainya lebih mudah dijangkau, tentu lebih banyak pengunjung yang datang. Jadi, kalau kamu pas ke Jogja, sempatkan mampir ke museum Ullen Sentalu, oke beib? 😀

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

29 thoughts on “Museum Ullen Sentalu, Time Travel Ke Masa Lalu

  1. Ping-balik: Harga BBM Naik, Apa Tetap Traveling? | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Di Balik Gemah Rempah Mahakarya Indonesia | About life on and off screen

  3. Ping-balik: Dicari: Dua Orang Buat Dibayarin Liburan Keliling Sumatera Barat | About life on and off screen

  4. Menarik nih, buat referensi klo pas jalan ke Yogya

  5. yg kusuka di ullen sentalu ialah bagian ruang yg berisi surat2 jadul, suka banget bacanya sambil ngikik2 baca gaya bahasanya. mungkin itu rasanya kl surat2 lama disimpan dan dibaca beberapa tahun mendatang,

    saya kalo ke ullen sentalu tinggal ngesot aja, wong rumah mertua di kaliurang. oh iya saya juga suka wisata merapi, naik ke rumah peninggalan mbah marijan. itu pemandangannya juga indah banget 😀

  6. Aku sudah ke Ullen Sentalu 3 kali sama orang yang beda-beda saking seneng nya kesini, dan gak pernah bosen lihat dan denger cerita nyaaaa hihihihih 🙂 Kalo kesini mungkin karena kebawa suasana kaliurang jadi nya enak gituh, hati rasa tenang hahahha 🙂

    • Wah keren udah 3x!! Aku pun pengin kesana lagi, tapi penginnya dapet guide yang ngomongnya lebih pelan dan mau menunggu kita lihat-lihat koleksi setelah dia jelaskan.

  7. eh itu ke ullen sentalu nya kapan ? gak nanya saya sih ck ck 😀

  8. Dari foto di atas tempatnya sangat tradisional, keren dan memanjakan mata
    pammadistro.blogspot.com

  9. Wahhh kyknya kapan2 hrs ke sini neh

  10. Beukenhof Restaurant ya Tik ?

  11. Saya udah kesana tapi nggak berjodoh karena pengunjung dibatasi, antri lama untuk masuk, apalagi waktu itu pas libur Lebaran. Sebenarnya akun twitternya cukup informatif, selalu menjawab pertanyaan. Mungkin memang harus dibantu dengan postingan2 blog supaya lebih banyak orang tertarik kesana. Apalagi sekarang makin tertutup dg info2 vulcano tour yang lebih diminati.

  12. wah bagus sekali museumnya, wih…

  13. Ish, aku selalu mudik ke Yogya, tapi belum pernah sama sekali ke sini, padahal udah tahu dan ngerencanain tapi selalu batal 😦
    Baca ceritamu yang seru, kudu mewajibkan ke museum ini.

  14. Girlls,thanks info nya.Kalian luar biasa.

  15. Wah tika baru 1 minggu kemarin saya antar tamu ke sana.
    Kalau aku memang selalu mengajak siapa aja yg mampir ke rumah aku buat mampir kesana lumayanlah 30 menit dari rumah .
    Tapi setiap aku kesana aku sering ktmnya sama bule bule jarang orang lokal.
    makanya aku berusaha mempromosikan ulen sentalu.
    jadi adakan tour kecilnya ke ulen, kaliuran telaga putri, merapi, jadah tempe dan berahkir makan di jejamuran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s