BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Kampung Bajo Torobulu, Konawe Selatan

67 Komentar

Katanya kan nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarungi luas samudra. Jadi nggak lengkap rasanya bikin film tentang Indonesia kalau nggak mengeksplorasi lautnya, minimal sebagai setting, termasuk film Garuda 19. Shooting berlokasi di Torobulu, sebuah kampung terapung di atas laut. 

Rumah-rumah warganya ditopang tiang dan lantai kayu, di bawah rumah mereka laut menghampar luas. Mayoritas warganya nelayan, terlihat dari jala ikan yang menggantung di teras rumah-rumah mereka. Warga menyambut kami dengan ramah, mempersilahkan kami bikin base camp di salah satu rumah. Padahal jadi base camp kru film itu, walaupun cuma dua hari, pasti akan membuat rumah rusuh, riuh dan penuh sesak.

Namun rupanya mereka bangga kampungnya dijadikan lokasi shooting film. Jadi tak soal rumah berantakan sedikit. Malah kata ibu Ris, rumah di ujung dermaga yang menampung kru selama shooting, dia jadi terhibur dengan keriuhan kami selama shooting. Katanya, lucu juga mendengar anak-anak Jakarta ngobrol langsung, bukan melalui tayangan sinetron di televisi yang biasa dia tonton. Jadi sebenarnya, kami-lah yang jadi tontonan warga setempat. Hahaha… Nggak apa-apa deh, sekali-sekali menghibur warga.

Uniknya, di kampung ini anak-anak biasa main bola di dasar laut saat airnya surut. Nah, kami tentu pengin banget shooting adegan itu. Tapi kalau menunggu jadwal laut surut banget, bakal membuang terlalu banyak waktu… padahal dalam hitungan shooting film layar lebar, waktu adalah uang! Sehari aja molor dari jadwal, artinya keluar biaya tambahan puluhan sampai seratus juta lebih untuk biaya sewa alat, kru, logistik dan transportasi ekstra. Maka, demi efisiensi, adegan sepak bola pantai di geser sedikit ke sebuah ceruk pantai tersembunyi di samping kampung. Pantainya indah kan? Indah banget. Tapi juga kotor banget.

Serius. Kotor banget.

Saat kami datang, sampah plastik terutama botol dan gelas bekas air minum berserakan. Yak, saatnya kerja bakti! Tim art pun menyapu pantai dan mengumpulkan sampahnya lebih dulu sebelum shooting. Inilah alasan utama saya benci dengan semakin banyaknya jajanan dan minuman murah dalam kemasan plastik, dan kini sudah menjangkau daerah pelosok. Orang Indonesia pada umumnya masih belum punya kesadaran untuk menyayangi bumi dan masih suka buang sampah sembarangan!

Screen shot 2014-07-07 at 1.36.53 PM

Screen shot 2014-07-07 at 1.42.00 PM

Sutradara, astrada & line producer tampak akrab. Kira-kira kenapa art director yang berkaos ungu itu diam saja di pojokan ya? 🙂
Screen shot 2014-07-07 at 1.43.30 PM

Kembali ke soal shooting Garuda 19, warga kampung Torobulu mulai dari orang tua hingga anak-anak mengerumuni kami shooting sepanjang hari. Bahkan sampai kru naik kapal untuk shooting adegan di tengah laut pun, warga masih berkerumun dan menonton dari dermaga. Padahal ya jaraknya jauh, dari dermaga itu nggak kelihatan kegiatan shootingnya!

Screen shot 2014-07-06 at 11.11.11 PM

garuda19 kampung torobulu

garuda19 kru dilaut

Salah satu tantangan shooting di laut adalah harus ekstra hati-hati dengan alat yang kami bawa, juga hati-hati menjaga diri agar tidak kecebur. Nah, Gaza, pemuda 18 tahun yang memerankan tokoh Labio Yazid di film ini, tadinya agak ragu-ragu mau nyebur ke laut. Padahal tuntutan perannya mengharuskan dia nyebur ke laut persis di depan rumah-rumah warga, hanya beberapa meter dari deretan MCK milik warga yang hanya berupa lubang langsung menuju ke laut. Padahal, Zinedine, adik Yazid sudah asik nyebur dan main-main di laut. Apalagi dia melihat anak-anak di kampung ini dengan riang gembira salto dari dermaga terjun ke laut, dan dikompori kru shooting, lama-lama Gaza nyemplung juga ke laut! Begitu udah nyebur, dia malah asik berenang-renang dan males naik lagi untuk melanjutkan adegan berikutnya!

Cuma Amanda Khairunnisa, pemeran tokoh Mburi Maryam, yang kukuh pada pendiriannya untuk tidak berenang di laut. Alasannya, dia nggak bawa bikini baju ganti. Padahal, kalau cuma butuh baju ganti, bisa saya pinjami lho! Hahaha… Maryam dan Yazid adalah dua sahabat sejak kecil yang kini harus terpisah karena Yazid ingin pergi mengejar mimpinya menjadi pesepak bola dan mengikuti seleksi Timnas U19. Akankah Maryam merelakan Yazid pergi, atau justru menahannya demi kebersamaan mereka? Jawabannya: tonton film Garuda 19 di bioskop bulan September 2014 nanti!

garuda19 grid yazid maryam

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

67 thoughts on “Kampung Bajo Torobulu, Konawe Selatan

  1. Ping-balik: Apa Arti Tahun Baru Buatmu? | About life on and off screen

  2. Ping-balik: Harga BBM Naik, Apa Tetap Traveling? | About life on and off screen

  3. Ping-balik: Di Balik Gemah Rempah Mahakarya Indonesia | About life on and off screen

  4. Ping-balik: Akhirnya Nonton Film GARUDA 19 Di Bioskop | About life on and off screen

  5. Ping-balik: Dibalik Film Garuda 19 | About life on and off screen

  6. Mba,taun depan film ini tayang disini dong http://www.filmfest-muenchen.de/en
    biar bisa nonton :d

  7. hahaha wah seru banget tuh pasti ,, Indonesiaku yang absurd tapi indah. sukses yah mbae. gak sabar sama filmnya

  8. Foto-foto dan tulisannya bagus sekali. Indonesia memang indah. Sukses buat film nya. Salam kenal.

  9. Keren bgt pulau nya. Ditunggu felemnya deh, semoga keren hasilnya ya mba 🙂

  10. Tempat syutingnya indah banget, tapi kebayang deh itu kotornya akibat bungkus makanan kemasan murah (hiks, di sini jadi salah satu bank yang pinjemin dananya). Akhirnya bisa main ke sini lagi. Dan jadi penasaran sama filmnya. 🙂

  11. Disini istilahnya lapangan timbul tenggelam. Cuma muncul saat pasang surut.
    Semoga usai syuting pantai yang sudah dibersihkan gak kotor lagi yaa~ 😉

    • Nah, soal pantai yang gak kotor lagi itu agak sulit. Lokasinya cukup ramai, warga sering datang utk mandi2 di laut atau main bola, gak ada tempat sampah, dan tau sendiri kesadarang orang indonesia utk membawa pulang bekas kemasan makanan & minuman mrk sendiri masih sangat rendah 😦

  12. Wowwwww …. postingan yang menakjubkan … yaa isinya ..ya pemandangan alamnya … alangkah indah Indonesia ini … I love you … Nice 🙂

  13. Salam kenal yaa mba Swastika 🙂 foto-foto artikelmu bikin takjub saja. Asyiik banget so aku follow blog and twitternya ya. (

  14. Kyknya seru tuhhh … 😀

  15. laut,langit,&aktrisnya indah..eh..penulisnya jg

  16. Rindu laut biruu yg indaahh, rindu pemandangan pantai. memang indonesia terbaik. penulis skenarionya keren inii.. Mantap mbak.

  17. Mba……enak banget sih kerjaannya jalan-jalan sambil kerja…ajak-ajak aku donkkkk hihihihi

    Btw, aku juga sebel kalo didaerah pantai gitu banyak warung-warung yang jualan…jadi ga alami lagi ya. Dan ya itu..sampahnya banyak. Ini pemain garuda 19 ada yang cakep ga mba? minimum kayak Adam Lallana gitu pemain bola Inggris hahaha lagi naksir berat bok!!!!

    • Naaah… standar cakep tiap orang beda-beda. Kalo yang fotonya aku pasang di sini, cakep gak?
      Hihihi… yuk Joey, ikutan aku shooting! Eh, tapi kasian anak2mu di sekolahan ya?

      • Kalau dalam film kadang kekuatan karakternya bisa membuat yang kurang cakep jadi cakep, hahhaa..setidaknya buat aku sih. Yang difoto aku kira sih lumayanlah…..yowes kalo nggak bisa ajak liat syuting, ajakin aku nonton premierenya ajalahhh 😀

  18. Torobulu itu suku bajo jg ya Tik?
    aduh sesungguhnya gw pengen ikutan lu shooting deh bo, sakau laut 😀

    • Waaah… kalau ikutan lo bisa nyemplung tiap pagi, sore, bebas! Torobulu udah campuran antara Bajo, Bugis, Makassar, Tolaki. Tapi di bagian yang kita shooting itu lorongnya orang Bajo.

  19. Kakak …. salut dech angkat 4 jempol buat kakak cantik #resss. Eh itu jadi anak2 main bola kalo nunggu laut surut ??? mmg ngak berlumpur yaaa ??? atau hamparan nya mmg pasir ???

    • lhaaa…. ya berlumpur dan berpasir!! Tapi emang itu tantangannya. Kalau main bola di lapangan rumput sih udah mainstream. Ya gak? 😀

  20. Sekali2 di makassar…..

  21. wah, kebetulan, saya Aremanita 🙂

  22. Such a lovely place to have fun. 🙂

  23. kereeenn,makin mupeng jalan2 ni **ngumpulin dana 😀

  24. Wah seru jadi bikin kangen sama pantai dan langit biru sewaktu aku ptt di NTT…

  25. Itu anak kecil nggak takut ya mbak nyemplung ke laut. waktu aku ke Pulau Lae-Lae di dekat Makassar, anak kecil ya asik2 aja tuh nyemplung. Aku sih nyemplung kolam renang sih berani…kalau nyemplung laut tanpa peralatan lengkap untuk menyelam sih mikir mikir deh :p

  26. Semacam takjub ada pemandangan seperti itu di Indonesia..

    ah andai ke sana itu mudah (dan murah). Ga perlu nunggu-nunggu muncul di TV atau bioskop cuman buat ngeliat alam itu..

  27. warna langit biru dan biru laut yang bikin pengen segera jalan-jalan lagi…#sabarsetelahpuasa…
    ih..enak banget nih mbak Tika,, jalan-jalan k lokasi ekssotik sambil shooting atau ini shooting sambil jalan-jalan …haha
    :))

  28. Wah seru banget mbak! Soal sampah plastik, beberapa tahun lalu aku masuk Badui dalam dan di sana ada pedagang ciki-cikian, sampahnya pun berceceran. Menyedihkan.

    Btw, di Ambon katanya ada juga dasar laut yang bisa dipakai main bola.

    • Yup, sampah bungkus ciki2an gt juga banyak, miris aku liatnya. Snack kayak gitu isinya cuma ngerusak badan anak2, bungkusnya ngerusak lingkungan.
      Bete aku!
      Seandainya aku jadi presiden, kusuruh menteri perdagangan melarang peredarannya, dan menteri kesehatan kampanye makanan sehat-tidak sehat 🙂

  29. Langit biru dan laut biru-nya Indonesia, semoga terus ada ya…

  30. iini semacam suting sekalian wisata ya, keren pemainnya eh lokasinya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s