BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Shooting Film GARUDA 19 Di Jogja

42 Komentar

Saat mendengar kata ‘GARUDA19’ apa yang pertama kali terlintas di benakmu?

Kami baru saja menyelesaikan etape pertama shooting film GARUDA19, sebuah sport-drama yang mengisahkan perjuangan anak-anak muda dari berbagai penjuru Indonesia untuk masuk Timnas U19, serta blusukannya Indra Sjafrie yang meyakini negeri ini terlalu luas untuk tidak dijelajahi guna menemukan bakat-bakat sepak bola tersembunyi. Shooting tahap pertama berakhir hari Minggu kemarin, ditutup dengan adegan tarkam yang panas dan ganas di lapangan Bangunjiwo, Bantul, Jogjakarta. Tentu tak ketinggalkan seorang komentator sepak bola yang sering muncul di TV dan mengaku ganteng menjadi cameo sebagai komentator pertandingan ini. Lihatlah fotonya yang pakai peci ini, dan tebak, siapakah komentator yang saya maksud?
2014-06-24 09.31.16

Timnas Indonesia U19 saat ini memang tengah mencorong pamornya. Beberapa judul buku telah diterbitkan mengangkat kisah Indra Sjafrie, salah satunya berjudul Semangat Membatu karya FX Rudy Gunawan dan Coach Jarot. Buku inilah cikal bakal ide film GARUDA19 meski cerita film yang skenarionya saya tulis bersama Andibachtiar Yusuf ini sama sekali berbeda dari bukunya. Selain Evan Dimas, coach Indra Sjafrie dan para pelatih lain, film ini juga mengulik lebih dalam sisi personal Yabes Roni Malaifani, pemain U19 asal Pulau Alor, NTT. Keputusan ini diambil karena kisahnya unik, seperti yang pernah saya tulis di blog post ini dan artikel ini.

Selama dua belas hari shooting di Jogja dan sekitarnya, semesta telah mendukung. Cuaca cerah, malah kadang panas sekali, membuat shooting adegan outdoor berjalan lancar. Aktor senior yang memerankan Coach Indra Sjafrie tidak hanya tampil optimal membawakan perannya, tapi juga menularkan kinerja baiknya bagi aktor-aktor muda yang berperan sebagai pesepak bola Timnas U19. Mereka antara lain Yusuf Mahardika, Rendy Ahmad, Gazza Zubizareta. Rendy (sebelumnya main film di Sang Pemimpi, Mestakung dll) mengaku tidak terlalu sulit memerankan Syahrul Kurniawan, karena seperti Syahrul, Rendy juga tumbuh di kota kecil di Belitong, jauh dari hingar-bingar ibu kota. Namun, Rendy melakukan persiapan khusus untuk melatih kekuatan fisiknya dan footworknya demi tampil prima dalam adegan bermain sepak bola.

Salah satu adegan sepak bola tarkam, alias tarikan kampung dari film GARUDA 19. Foto di bawahnya itu crew bagian artistik tengah menyiapkan lapangan, meskipun harus bergumul diterpa debu beterbangan, semua dilakukan demi gambar memukau di film ini.
photogrid garuda19 tarkam

“Shootingnya seru, timnya asik! Aktor-aktor yang udah pengalaman ngangkat yang muda-muda dan masih baru, kombinasinya mantep lha!” kata sutradara Andibachtiar Yusuf (sebelumnya menyutradarai film Hari Ini Pasti Menang, The Conductors, Romeo Juliet) setelah selesai mengambil adegan yang paling mengharukan dalam film ini.

Menurut Yusuf tantangan terbesar justru karena shooting berbarengan dengan piala dunia. Yusuf yang biasanya tak pernah melewatkan satu partai pun selama World Cup digelar, kalau hari sudah sore berkali-kali memotivasi timnya dengan kalimat, “Yuk yuk yuk… set-nya udah belum? Australia-Belanda nih!” Maksudnya, jangan sampai shootingnya ngaret dan mereka ketinggalan nonton pertandingan Australia lawan Belanda jam 23.00 wib. Untung tim artistik pimpinan Rico Marpaung bekerja cekatan, bersaing ketat dengan camera department dipimpin Gunung Nusa. Andhu, sang astrada, tak kenal lelah menggalang koordinasi dengan departemen-departemen lain agar shooting berjalan efisien. Memang tak gampang bekerja sama dengan 90-an kru dengan kondisi berpindah tempat berkali-kali sepanjang hari sesuai keperluan adegan. Kadang, sambil menunggu persiapan pengambilan adegan, aktor dan kru menggeletak di tempat seadanya karena di lokasi di kampung terpencil yang cuma ada pepohonan dan tanah lapang berdebu.
photogrid garuda19 lapanganbola

Seperti yang sering kami jumpai pada saat shooting, warga berkerumun menonton kegiatan kami, kadang minta foto bareng para aktor di sela-sela pengambilan adegan. Ada dua aktor yang paling laris mendapat ajakan foto bareng. Dengan melihat foto ini, kalian pasti bisa langsung menebak, siapakah aktor laris itu? Dan coba tebak, siapa saja aktor yang memerankan Coach Indra Sjafrie, Coach Guntur, Coach Jarot, Coach Nur Saelan dan Adit sang kit man Timnas U19?
IMG-20140611-WA0001

Kerja keras di Jogja dan Solo kemarin baru langkah awal. Berikutnya shooting akan kami lanjutkan di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara dan Pulau Alor, NTT. Film di bawah bendera Mizan Productions ini akan tayang di bioskop bulan September 2014. Informasi seputar proses kreatif film ini dapat disimak melalui akun twitter @Garuda19movie dan @sabaiX, penulis skenarionya.

Credit: Foto komentator dari akun twitter @Garuda19Movie
Foto para aktor dengan kostum coach warna biru tua dari akun @ibnujamilo

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

42 thoughts on “Shooting Film GARUDA 19 Di Jogja

  1. Ping-balik: Tiga Tjeret: Angkringan Tampil Modern | About life on and off screen

  2. Kombinasi bintang senior n junior,yg bkin betah ad Akris Pendatang baru dari Alor ya Bilqis Utari ,aktingny keren tu mbk

  3. setahu saya, “tarkam” itu “antar kampung”.

  4. Ping-balik: Akhirnya Nonton Film GARUDA 19 Di Bioskop | About life on and off screen

  5. Ping-balik: Dibalik Film Garuda 19 | About life on and off screen

  6. sukur judulnya bukan Garuda merah mbak…

  7. Di fotonya Mathias Muchus keliatan beda banget. Sampe nyari-nyari mana beliau. Dulu penggemar film dan sinetronnya. Hihihi.

  8. ow jauhx.. di tmpat yabes… sukses saja mba.

    btw sya tnggu tulisanx mba tntang alor ya 🙂

  9. cma seminggu ya 😀
    siap mba.. bsok syutingx dimana aja mba..

  10. brapa lama syuting di alor mba

  11. ia mba.. ni jga lgi di alor, tpi blum smpat lhat syutingx 😀

  12. keren2. pngin cpat nntn filmx 😀

    btw prnah 1 kpal sama abang yg pake polo hitam kacamata, wktu itu blan april dari kpang ke alor pake kpal feri.. mrka rombongan. sya yakin mrka pasti dari jkt.. pasti mrka survei tmpat di alor ya mba 😀

  13. Ping-balik: Garuda19: Membelah Savana | About life on and off screen

  14. Gue suka nonton bola Indonesia kalo U19, makanya gak sabar nunggu tayang film-nya.
    Btw, kenapa foto cowok-cowok macho dan truk macho gak ada tag-namanya Swastika No Hara Yes? *lari*

  15. Aaaah pengen ikut syutingnyaaaaa. Jadi Apple Box gak papa deeeeh. *DM Ucup*

  16. keren banget liat nama teteh di foto kain panjang putih itu, hehehe,
    manteeeb deh teh,

  17. aku gak apal nama2 artis mba.. yg jelas di tunggu tanyangnya di bioskop… 😀

  18. Yang komentator pake peci aku nggak ngeh siapa, habis fotonya kurang jelas, euy. Yang foto di bawah cuma bisa ngenalin ibnu jamil, dan.. iti mathias muchus bukan sih?
    Nggak sabar pengen liat filmnya kalo udah release.. 🙂

  19. Garuda 19 adalah sebuah film karya anak bangsa yang sangat inspiratif, dengan goresan skenario Mbak Tika dan arahan Mas Andibachtiar Yusuf, didukung dengan tim yang solid yang secara bersama-sama bekerja dengan hati, saya yakin film ini akan sangat memberikan inspirasi kepada siapapun yang menontonnya. Dari 12 hari proses shooting di Yogyakarta, saya hampir tiap hari datang ke lokasi, dan saya benar-benar merasakan atmosphere yang luar biasa hangat penuh persaudaraan. Aktor senior tidak pernah pelit berbagi ilmu dengan para pendatang baru yang terlibat dalam film ini. Suasana kekeluargaan benar-benar terbina dengan baik. Hal tersebut benar-benar bisa saya rasakan.

    Pertama kali saya membaca script Mbak Tika yang muncul di benak saya adalah sebuah karya yang sangat mengesankan, dimana nasionalisme anak bangsa dijunjung tinggi untuk membela “Merah Putih” khususnya dalam kancah persepakbolaan. Berbagai keterbatasan tidak mampu menghalau impian putra-putra U-19 untuk menendang bola hingga menembus gawang dunia. Dunia persepakbolaan Indonesia mulai menggeliat bangkit dari tidur panjangnya demikian pula dengan dunia perfilman kita yang kembali bangkit, dan karya-karya semacam ini sangat dibutuhkan untuk memberikan inspirasi kepada masyarakat luas, tidak semata-mata sebagai hiburan, namun ada pesan moral yang jelas terkandung di dalamnya yang sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

    Terima kasih Mbak Tika atas sebuah karya yang hebat ini…. Salam hormat untuk keluarga….

  20. somehow, buat saya Garuda19 itu yang langsung kebayang adalah kode penerbangan.

    yah, mungkin arti kode penerbangan timnas Indonesia kelak bisa terbang lebih tinggi meraih supremasi yang tinggi.

    AMIN!

  21. Wah menarik dan seru ya tika,
    Tika Aku minta maaf kita tidak bisa kopdar lagi karena keluarga aku baru kena musibah tepat tanggal 19 pas kamu datang ke yogya. sampai aku lupa email kamu….
    😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s