Teman-teman yang sering atau minimal pernah bepergian ke luar negeri pasti familiar dengan formulir Custom Declaration seperti ini kan? Saya biasanya mengisi dengan seluruh tanda centang di bagian ‘No’ karena memang tidak pernah membawa barang-barang seperti yang tertulis di daftar ini. Membawa barang dari luar negeri senilai lebih dari 1000 USD? Lha, jalan-jalan aja dengan uang saku pas-pasan, pas buat makan, transport, dan nginep serta clubbing. Hari ini saya baru pulang dari jalan-jalan singkat ke luar negeri, dan saat mengisi formulir Custom Declaration saya sempat termenung, formulir ini setelah kita isi dan serahkan, lalu diapakan sih sama pihak Bea Cukai? Apa saja sebenarnya pekerjaan Bea Cukai di perbatasan antar negara?
Sepertinya alam semesta berkonspirasi untuk menjawab pertanyaan di kepala saya itu. Begitu meninggalkan bandara dan menyalakan ponsel, saya baca situs berita online bahwa Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin sempat tertahan di bandara gara-gara membawa uang tunai terlalu banyak, lebih dari 10.000 USD! Ahay! Saya pun keterusan browsing link-link berita terkait Ditjen Bea dan Cukai ini dan menemukan bahwa mereka telah banyak sekali menegah aliran barang-barang haram tidak resmi di perbatasan Indonesia. Gara-gara browsing ini saya bahkan belajar kosa kata baru dalam bahasa Indonesia, yaitu ‘menegah‘ dari kata dasar ‘tegah‘ yang menurut KBBI online artinya adalah menghentikan sesuatu yang tidak dibenarkan. Oke sip!
Salah satu kasus yang bikin saya terbelalak adalah ketika KPU Bea Cukai di Batam menggagalkan masuknya 1400 gram lebih methamphetamine dari Johor Bahru, Malaysia (buat yang udah nonton serial Breaking Bad pasti tau kayak apa dasyatnya crystal meth ini, salah satu drugs yang bernilai jual tinggi dan jahat banget efek ke pemakainya). Saya kaget karena si pembawa barang tersebut menyimpan barang haram ini di dalam sebuah kipas angin! Lah, kok ya nekat! Sementara drug smugglers lain kan berusaha mati-matian mencari cara menyembunyikan barang yang mereka selundupkan sampai rela menelannya, lah orang ini kok ‘cuma’ dimasukkan dalam kipas angin, yang sangat berisiko ketahuan…. ck ck ck… Si pelaku berkelit kipas angin itu titipan temannya, dan dia diupah sebesar 14 juta rupiah untuk membawa dan menyerahkannya pada seseorang di Indonesia. Lah, ongkos membawa kipas angin masa 14 juta rupiah?!? Duit segitu kan bisa dapet kipas angin buat dibagiin satu kampung! Masa si kurir itu nggak curiga?
Kasus lainnya menyebutkan Bea dan Cukai di bandara Soekarno Hatta berhasil menegah 9.5 kg narkotika yang diselundupkan dengan berbagai modus, antara lain disimpan di dalam gear box mesin, lilin, patung bunda maria dan 1 buku Bible yang dikirim melalui perusahaan jasa titipan di Bandara Soekarno Hatta. Ada juga yang dimasukkan dalam bungkus minuman cokelat instan. You see? Sejuta cara udah dicoba, tetep aja ketahuan. Penyelundupnya nggak mikir kali ya kalau petugas customs itu pasti udah terlatih untuk mendeteksi adanya aneka rupa narkoba baik dalam barang kiriman maupun dalam tubuh pembawanya. Saya pernah baca berita dimana penyelundup terdiri dari seorang pria dan wanita, pura-pura sebagai suami istri dan menggendong bayi dibungkus selimut. Pihak customs menyetop mereka, dan ternyata bayi tersebut sudah lama tidak bernyawa, hanya dipakai badan mungilnya untuk menyimpan narkoba selundupan. Keji ya?
Memang pantas kalau Bea dan Cukai kita punya slogan yang tegas dan gahar soal penyelundup narkoba: Anda datang, kami tangkap! Bayangkan betapa kerja keras pihak customs mempelajari beragam modus penyelundupan itu, lalu menerapkannya dalam situasi nyata. Perbatasan Indonesia ini kan sangat luas. Di darat kita punya perbatasan dengan Malaysia, Papua New Guinea dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Di laut, jangan ditanya! Kita berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan PNG. Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau. Bayangkan berapa banyak tenaga kerja, teknologi dan biaya yang harus dikerahkan di perbatasan secara terus-menerus. Namun itu semua penting banget juga untuk menjaga perekonomian Indonesia.
Tak hanya soal narkoba, barang ilegal yang melintasi perbatasan juga sangat merugikan ekonomi. Dalam satu kasus saja KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok berhasil menegah ribuan barang impor dan ekspor ilegal. Dalam seminggu saja nilai barang yang ditegah bisa mencapai 11 milyar rupiah, dalam setahun sudah berapa banyak kerugian ekonomi Indonesia yang berhasil dicegah? Silakan hitung sendiri.
Jadi, nggak main-main tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berada di bawah Kementrian Keuangan ini. Mereka punya tugas dan fungsi sebagai pelindung masyarakat dari barang ilegal, pemungut bea dan cukai atau revenue collector (misalnya memungut bea masuk berikut pajak terkait impor dan cukai), mengawasi kegiatan ekspor dan impor serta sebagai fasilitator perdagangan. Ini semua ujung-ujungnya ya demi perekonomian kita. Jadi sebagai warga negara biasa, paling nggak kita bisa ikut meringankan beban kerja petugas customs dengan mengisi dengan jujur dan mengembalikan lembar Customs Declaration (CD) yang fotonya saya tampilkan di awal blog post ini. Biar nggak ribet saat jalan-jalan ke luar negeri, mari perhatikan aturan berikut:
Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor serta Pembebasan Cukai diberikan terhadap:
Barang pribadi penumpang yang nilai pabeannya tidak melebihi FOB USD 250.00 untuk setiap orang atau FOB USD 1.000.00 untuk setiap keluarga.
Barang pribadi penumpang dewasa yang merupakan barang kena cukai paling banyak 200 batang sigaret, 25 batang cerutu atau 100 gram tembakau iris dan 1 liter minuman mengandung etil alkohol.
Barang awak sarana pengangkut yang nilai pabeannya tidak melebihi FOB USD 50.00 untuk setiap kedatangan.
Barang awak sarana pengangkut yang merupakan barang kena cukai dengan jumlah paling banyak 40 batang sigaret, 10 batang cerutu atau 40 gram tembakau iris dan 350 mililiter minuman mengandung etil alkohol.
Satu hal lagi, Ditjen Bea dan Cukai sekarang juga sudah semakin komunikatif dengan masyarakat, terlihat dari website mereka yang informatif. Kalau boleh usul, akan lebih keren lagi jika website ini juga menjelaskan sebab dan solusi bila ada barang kiriman dari luar negeri yang (entah karena alasan apa) tertahan di customs. Saya beberapa kali dengar cerita teman tentang kiriman DVD, barang elektronik atau barang fashion yang mereka beli secara online dari luar negeri tertahan di customs dan mereka bingung bagaimana cara mengurusnya. Paling tidak sebagai langkah awal pihak Bea dan Cukai sudah berupaya membuka jalur komunikasi melalui beberapa channel ini:
Telepon: 0800 – 100 – 3545 (bebas pulsa) atau 021-4890308 ext 821 / 822
SMS: 0821 – 30 – 202045
Faks: 021 – 489 – 0966
Email: pengaduan.beacukai@customs.go.id atau puski.beacukai@gmail.com
Jadi, kalau kamu masuk ke Indonesia dari luar negeri, apakah selalu mengisi dengan jujur dan mengembalikan lembar Customs Declaration?
PS: Dengan setulus hati dan segenap jiwa raga, blog post ini saya ikutkan dalam blogging competition di sini.
Agustus 23, 2015 pukul 10:08 pm
Belanja ribuan dolar dinegeri orang. Sampe sini disita trus diancurin. Gak heran negeri orang laen makin kaya duit kita kasih disono, negeri sendiri makin miskin. Orang gak punya apa apa, smeua semua disita diancurin. bawa cash gak boleh lebih dr 100jt, limit kartu kredit 500jt. sama aja.
Agustus 24, 2015 pukul 8:36 am
Ironis ya Ray?
Juli 29, 2015 pukul 10:38 pm
Tanya donk min, kmrn ak ke SG. Pas balik ke indonesia dibagi customs declaration. Udh diisi, tp pas nyampe imigrasi nggak ditanya n gak diminta. Sampe skrg jadinya msh ak simpen. Kira2 bakal ada mslh ngga ya gara2 ga ngasih lembaran itu? Takutnya kalo ke luar negeri lagi, jadi ganjelan. Trims
Juli 31, 2015 pukul 8:54 am
Nggak akan ada masalah kok, aku kadang juga gitu, gak ditanya dan gak diminta. Santai aja 🙂
Februari 26, 2015 pukul 9:51 pm
coba gugel-gugel tetap belum ketemu…lha itu kalau bawa uang tunai diatas 100 juta, dan sudah declare… kita bakal diapain? diikuitin sampai rumah? kan tidak toh…ambigu nya bea & cukai.
Mereka tidak berani menampilkan kewajiban-kewajiban nya, misal 100-200jt dikenakan PPH 25%, lalu 200-500jt dikenakan PPH 20%, diatas 500jt dikenakan PPH 15%, pembayaran langsung kas negara seperti kita bayar SSP (SUrat Setor Pajak)….tapi ini kan tidak.
Yang ada paling cuma ditahan di imigrasi, ujung-ujungnya ‘wani piro’ yang mana kita ketahui bersama tidak akan masuk ke kas negara.
jujur mba, saya masih penasaran ‘akan diapain si pembawa uang cash’. kalau ada yang punya informasinya, mohon bisa di-share.
Terima kasih 🙂
Februari 27, 2015 pukul 9:55 am
Nah, ini penting juga buat dicari tahu. Coba saya tanyakan ke pihak imigrasi ybs di website mereka 🙂
Januari 26, 2015 pukul 3:11 pm
aku baru balik dr museum hall of opium mba.. nah disitu ada dipajang tuh cara2 nyelundupin narkotics.. ada yg di sol sepatu, di perut, ampe di perut kucing!! bisa aja ya nyembunyiinnya? hebat petugas2 yg bisa ngelacak sampe k tempat2 bgitu 😉
Januari 26, 2015 pukul 8:27 pm
Oya? Ada dimana tuh museumnya? menarik banget!
Mei 22, 2014 pukul 6:01 am
baru tau ada blogging competitionnya x(
selamta mbak udah jadi juara satu 🙂
Mei 26, 2014 pukul 4:14 pm
Terima kasih 🙂
Mei 15, 2014 pukul 5:44 am
salah satu drugs yang bernilai jual tinggi dan jahat banget efek ke pemakainya……! setuju … tapiii ..Seberapa jahat …efek yang di timbulkan..?… selain babisdubis …(barang abis duit abis ..emosional control yang agak berantakan…mendadak galau…males berkepanjangan….sejujurnya ….kok masih saja …gw menginginkannya terkadang sugesti itu datang lewat ..mimpii ….. kasih gw pencerahan….(agar mampu melawan sugesti…yang sering di suarakan oleh para ..EDEB.. melalui trompet trompet setan yang hingar bingar memekakan telinga,,,,, “Tuhan Aku lemah dan Sesungguhnya Engkau Maha Kuat ….dan kamu ……cerdas…loh mbak Tika,,,Smoga keberkahan , petunjuk dan kebahagian selau tercurah buat mbak tika dan keluarga ….amien.. And Say No To Drug….( jangan kompromi dengan Dosa…..
)
Mei 15, 2014 pukul 5:46 am
Say No To drug ….Serius ..!!! nanti kayak gw di kejar- kejar Dosa …
Mei 18, 2014 pukul 8:55 pm
Agree. Say no to drugs.
Mei 14, 2014 pukul 10:02 am
Kami mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya sebagai pemenang dalam BLOGGING DAN TWEET COMPETITION #BeaCukaiKITA
Mei 14, 2014 pukul 10:09 am
Terima kasih banyak 🙂
Mei 13, 2014 pukul 7:45 pm
sangat membantu buat referensi untuk ujian kepabeanan besok, mohon doanya 😀 Bravo #Customs
Mei 14, 2014 pukul 10:08 am
aku doain, semoga lulus dengan nilai cemerlang!
Mei 8, 2014 pukul 4:56 pm
Selamat atas terpilihnya blog Anda sebagai pemenang pertama Blogging Competition #BeaCukaiKITA
Mei 8, 2014 pukul 7:26 pm
Terima kasih banyak. Sukses terus untuk Ditjen Bea dan Cukai.
Mei 6, 2014 pukul 11:26 pm
kalau dari dulu aku terlalu jujur untuk selalu mengisi formulirnya 🙂 meskipun dulu waktu masih kerja di UNDP sedikit lebih enak karena ada pembebasan cukai sebagai staff UN. Dan kalau mau lebih jujur lagi sebenarnya aku pengen kalau staf Bea Cukai di Indonesia bisa seperti jeli dan telitinya staf Border Security yang di National Geographic Channel. Semoga.
Mei 7, 2014 pukul 8:07 am
Memang staf Border Security yg di Nat Geo channel seperti apa sih?
Mei 6, 2014 pukul 4:50 pm
Belum pernah ngeliat fisik kerta itu, apalagi ngisi. Tapi aku mau ngucapin terimakasih buat yg sudah mengisi dan jujur. Buat yg belum, plis diisi dg lengkap dan jujur. Soalnya, alhamdulillah, negara kita menerapkan prinsip self assesment. Kalau tidak, pasti tiap orang yg masuk Indonesia bakal diperiksa satu2. Repot kan? Repot di anda, repot juga di kami.
Mei 6, 2014 pukul 7:57 pm
Sama-sama, saya yakin pemerintah kita juga inginnya menerapkan sistem yang memudahkan semua pihak tapi tetap efisien 😀
Mei 6, 2014 pukul 3:41 pm
iyalah isi sejujurnya kan aku gadis jujur he..he..
bawa oleh2 juga palingan coklat sam gantungan kunci murah meriah
Mei 6, 2014 pukul 7:56 pm
Hahaha… sama! Plus kadang oleh-oleh t-shirt bertuliskan, “My friend went to London and all I got is this lousy t-shirt” 😀
Mei 7, 2014 pukul 8:37 pm
selamat ya Tika…, jadi juara satu..
horeee
Mei 8, 2014 pukul 9:17 am
Aaaak… Thank you 🙂 Can’t wait to go to Atapupu *joget*
Mei 6, 2014 pukul 2:20 pm
Belum pernah ke luar negeriii Mbak Tika, tapi nanti kalau kesampaian ke luar negeri aku aku isi dengan jujur dan kembaliin formulir Custom Declarationnya *ihik* *amin*
Pantesan ya petugas bea cukai kadang mukanya suka jutek dan serem, emang harusnya gitu sih, biar si penyelundup itu belum apa-apa udah sedikit terintimidasi lah ya.. 😀
eh ya, aku juga baru tahu kalau Indonesia berbatasan langsung sama Republik Palau yaaaa.. o_o
Mei 6, 2014 pukul 7:55 pm
Iya, biar agak sedikit gahar lah… Harusnya sih petugas customs dikasih latihan psikologis, ngeliat gerak-gerik dan raut muka penumpang utk mencari mana penumpang yg jujur & penyelundup. Hehehe… ngayal gak sih gue?
Semoga Nia segera jalan2 ke luar negeri 😀
Mei 6, 2014 pukul 10:18 pm
Iya bener Mbak Tika. Kl bisa sekalian bisa menerawang dan membaca karakter lewat bintangnya dia… hihhii biar sekalian gitu expert abis… *kemudian ditoyor* 😀
Ih aaammiiinnn banget ya awlooh…
Mei 7, 2014 pukul 8:06 am
hahaha… ntar malah buka konsultasi jodoh dianya 😀
Mei 5, 2014 pukul 9:43 pm
Aku selalu ngisi jujur sih, soalnya kan memang jarang bawa barang-barang mehel. Ya itu tadiiii, pas-pas.an. Hahaha
Mei 6, 2014 pukul 9:31 am
Hahaha… sama kita Ka! Udah bisa jalan-jalan (dan belanja seperlunya yg murah meriah) aja gue udh seneng. Malah terbeban kalau beli barang mahal. Gitu juga gak Ka?
Mei 6, 2014 pukul 9:59 am
Bukan terbeban sih, Mbak. Duitnya nggak ada lagi biasanya. Hahaha
Mei 6, 2014 pukul 7:54 pm
itu alasan yg mutlak dan absolut 😀
Mei 5, 2014 pukul 6:23 pm
Aku jarang nyerahin kertas itu, mukaku innocent jadi sering dibiarin lewat aja. =)))
Mei 6, 2014 pukul 9:30 am
Apalagi kalau Chika pakai lipstick pink muda yg difoto ituuu… Apa merknya Chik?
Mei 6, 2014 pukul 9:42 am
Etude, mbak. :3
Mei 6, 2014 pukul 7:53 pm
oiya… jadi pengin beli 😀
Mei 5, 2014 pukul 12:20 pm
ada temen-temen seangkatan SMA saya yang bela-belain lepas kuliah semester 3 di PTN ternama cuman karena pengen masuk jurusan bea cukai di STAN. karena emang dia dari dulu pengen banget jadi petugas bea cukai — padahal ga ada keluarganya yang kerja di kementerian/instansi terkait. mungkin, karena dia mikirnya bea cukai itu salah satu posisi semi-militer tapi masih publik — selain pengen jadi petugas bea cukai, dia juga pengen jadi TNI sih.
Mei 5, 2014 pukul 1:54 pm
Terus sekarang temanmu itu bertugas di Bea Cukai mana Bil? Apakah dia bahagia dengan pilihannya?
Mei 5, 2014 pukul 11:22 am
iya dong. isi dengan jujur. dan kalau ada barang yang dideclare juga ditulis sih. terutama waktu ke australia. itu negara rada2 parno soalnya kalau liat yang pake jilbab lebar dan janggutan. jadi mending ditulis dengan jujur aja daripada ditulis sekedarnya terus jelimet menghadapi pertanyaan di bagian imigrasi. hahahaha.
Mei 5, 2014 pukul 11:44 am
Wiiih… pernah punya pengalaman ditanya-tanya petugas customs pas mau masuk Australia mbak?
Mei 5, 2014 pukul 9:53 am
Setiap hari ada saja berita tentang penyelundupan namun selalu gagal namun tetap tidak menyerah juga berbagai cara di lakukan penjahat untuk memasukkan barang haram itu ckckck..
Mei 5, 2014 pukul 10:11 am
Bener, dan kerugian ekonomi kita akibat barang selundupan ini gede banget lho…
Mei 5, 2014 pukul 8:28 am
Iiiihh, ternyata ikutan kompetisi. Sukses ya mbak Tikaaaa…! 🙂
Emang ya, kalo baca cara2 penyelundup menyeludupkan barang haram ke Indo macem2 banget, bikin shock! Apalagi yg pake bayi udh meninggal itu. Hiiiyyyy…!
Mei 5, 2014 pukul 9:18 am
Makanya kerja keras banget tuh petugas Bea dan Cukai berperang lawan penyelundup…
Mei 5, 2014 pukul 6:49 am
saya fokusnya malah sama yg tega bawa mayat bayi demi barang selundupan itu *arrrggghh^@)$&$(YHVI!!*
Mei 5, 2014 pukul 9:15 am
Iya om, tega banget….
Mei 5, 2014 pukul 4:15 am
iya jujur krn emang ga bawa cash sebanyak itu juga, kl pun bawa oleh2, selalu saya simpan bukti pembayarannya yg tertera angka resmi barang tsb
Mei 5, 2014 pukul 5:14 am
Wah, ini ide bagus soal nyimpen receipt oleh2. Nggak pernah kepikiran sebelumnya. Thank you!
Mei 5, 2014 pukul 4:06 am
Infonya berguna banget Mbak Tika, buat jaga2 biar ga macem2 di negara sendiri atau negara orang lain. Repot urusannya.
Mei 5, 2014 pukul 5:13 am
Setuju! Mending kita jaga2 biar perjalanan smooth ya 😉
Mei 4, 2014 pukul 11:12 pm
Aku dmanapun slalu isi apa adanya. Secara jg nyaris ga pernah bw apa2 d tas, paling banter coklat n oleh2 seadanya.
Klo balik ke perth slalu declare bw mknan dan untungnya sejauh ini selalu lolos pemeriksaan.
Mei 5, 2014 pukul 5:13 am
Yup, setuju! Btw, apakah Rendang termasuk dalam makanan yang dibawa kalau balik ke Perth? 😀
Mei 5, 2014 pukul 8:13 am
Rendang dsini msh banyak yg jual mba, tp kmaren aku sempet bw teri kacang n bumbu gado2 😋
Mei 5, 2014 pukul 9:19 am
Wah bumbu gado-gado penting dan enak banget ituh!! Di customs nggak pernah ditanya atau diperiksa ya bawa makanan macam ini?
Mei 5, 2014 pukul 10:58 am
Mreka buka tas yg memang ku siapin khusus buat isi mknan, dliat skilas n dtanya apa aja, lolos deh…
Kemaren adek ipar n bpk bw roti abon sebox n ditenteng, lapor n lolos jg mba 😉
Mei 5, 2014 pukul 11:45 am
Oh syukurlah ternyata nggak terlalu sulit ya kalau makanan matang. Mungkin petugas customs bisa ngelihat kalau kita ini orang baik-baik yang cuma pengin makan enak 😀
Mei 5, 2014 pukul 11:58 am
Hahaha iya bgt mba…
Lupa, aku malah kena random cek di domestik airport melbourne. Dicek pake alat deteksi bahan peledak itu loh, ga tau namanya apa. Agak gondok jg secara pas waktu itu orang asia-nya cuma aku sendiri dan cuma aku yg kena. Jd mikir yg enggak2 deh 😁
Mei 5, 2014 pukul 12:01 pm
HAH?!? Kena random cek pake alat deteksi bahan peledak? Kok bisa? Terus diapain? DIsuruh bongkar tas dan koper?
Mei 5, 2014 pukul 12:09 pm
Ga ngerti kok bisa aku yg dipilih sm mereka. Pertama ditanya pernah dicek sebelumnya ato ga, trus disodorin kertas yg isinya apa n kenapa mengenai pemeriksaan itu. Abis itu alat detektor ditempelin/diusap di baju n tangan. Kebetulan aku lenggang kangkung ga bawa apa2 n perginya jg sama M, dan hamil pulak 😅
Alatnya ga deteksi apa2, jd aku disuru lanjut masuk gate deh. Ajaib.
Mei 5, 2014 pukul 1:55 pm
Wah, beneran random yaaa…. untungnya nggak terlalu merepotkan, nggak sampai diminta membuka dan membongkar tas/koper 🙂