BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Very Easy Steamed Cupcakes

25 Komentar

Teman-teman kalau Sabtu-Minggu biasanya ngapain sih? Beberapa bulan terakhir saya lagi iseng bikin program week end tanpa ke mall, terutama dengan anak-anak. Saya jadi tertantang mencari alternatif kegiatan lain, dan bikin kue bertiga bareng anak-anak ternyata menjadi alternatif kegiatan yang seru! Beberapa kali kami mencoba bikin cookies yang sederhana, dan lumayan sukses. Saya jadi makin seneng mengeksplorasi resep-resep dari internet. Makanya pas dapat undangan masak bareng teman-teman bloggers di acaranya Panasonic, saya langsung daftar.

Setelah menembus kemacetan panjang dengan menuju Shangri La hotel Selasa malam lalu, sampailah saya di acara Panasonic National Gathering sekaligus perkenalan beberapa produk unggulannya. Senengnya datang ke acara blogger gathering tuh selalu dapet ilmu baru, plus kesempatan ketemu temen dan berbagi keceriaan. Begitu saya sampai di lokasi, langsung deh bertukar gossip kabar sambil becandaan sama temen-temen yang sudah sampai duluan.

Kami dibagi ke dalam 2 kelompok memasak, masing-masing 5 orang, dan lomba masak memperebutkan hadiah rumah idaman berisi semua home appliances Panasonic voucher belanja. Saya sekelompok sama Adit, Dita, Eno dan Icit, langsung khusuk memperhatikan chef bikin cupcake kukus yang sumpah gampang banget! Selain gampang, bahan-bahannya juga mudah didapat. Saya menulis blog post ini beberapa hari sesudah acara, dan masih ingat lho resepnya *bangga padahal nyontek foto

Bahan:
1 cup gula pasir lokal
4 butir telur, 2 diantaranya diambil kuningnya saja
1 cup mentega yang dicairkan
1 cup tepung terigu serba guna, dicampur 1 sdm tepung tapioka & 1/4 sdt baking powder
1/4 blok keju cheddar batangan ukuran standar yang ada di supermarket, diparut.

Cara Membuat:
Aduk dengan mixer gula dan telur sampai mengembang.
Masukkan mentega cair, aduk terus dengan mixer berkecepatan sedang.
Masukkan tepung terigu, tepung tapioka dan baking powder, aduk sampai rata.
Matikan mixer. Boleh dijilat pengaduk mixernya biar bersih. *eh
Masukkan keju parut. Aduk dengan spatula sampai tercampur rata.
Siapkan paper cup dalam cetakan alumunium (biar nggak ambruk).
Masukkan adonan dalam paper cup hingga 3/4 penuh (akan mengembang).
Masukkan paper cup berisi adonan ini ke dalam rice cooker, kukus 15 menit.
Setelah 15 menit, buka rice cooker dan… adonan tampak cantik mengembang!
Boleh dihias dulu biar cakep, boleh langsung dimakan biar kenyang.

Tuh kan bahan-bahannya sederhana dan mudah di dapat.

Tuh kan bahan-bahannya sederhana dan mudah di dapat.

Kami kelompok 1, dapet giliran masak kue duluan dengan menirukan apa yang kami lihat tadi tanpa resep. Kami pun langsung beraksi, berasa ikut Master chef gitu… cuma jurinya bukan Gordon Ramsay yang galak tapi ganteng itu. Kami pede dong mulai memasak sambil foto-foto. Semua berjalan lancar, sampai memasukkan adonan dalam rice cooker. Dan 15 menit kemudian…. moment of truth. Saatnya membuka rice cooker. Jeng… jeng… Ternyata jadinya bagus! Si Icit sampai jejingkrakan melihat cup cakes kami mlenuk menggoda gitu.

Nah, pas menghias cup cake inilah kami jadi terlalu semangat… anu… ehm… menimbun icing sugar di atas cupcakes sampai setinggi konde-nya Marge Simpson! Hahaha… Menurut saya hiasan cup cakes kami ini over the top, cuma karena teman-teman sekelompok lagi semangat menghias, jadi saya diam saja, enggak protes.

Dari kiri ke kanan: bukti bahwa kami beneran masak, cupcakes kami pas baru matang, cupcakes klp.2, dan paling semangat pas ngicipin :)

Dari kiri ke kanan: bukti bahwa kami beneran masak, cupcakes kami pas baru matang, cupcakes klp.2, dan paling semangat pas ngicipin 🙂

Kemudian giliran kelompok 2 memasak. Saya manfaatkan waktu luang ini untuk jalan-jalan di arena pameran, memperhatikan televisi dan home theatre Panasonic yang pasti ganteng untuk dipasang di rumah saya. Perhatian saya tertuju pada televisi Viera yang desainnya ramping tapi kuat, gambarnya sangat tajam dan audionya juga menggelegar. Apalagi kalau ditambah dengan home entertainment system XH330 yang menghasilkan suara jernih berkualitas ini. Saya sempat duduk dan mencoba memakai headphonenya… Wih, dentuman bass-nya sangat bertenaga, membuat adegan-adegan film yang saya tonton jadi semakin bikin merinding! Pasti seru banget ini kalau dipakai nonton acara konser musik.

Geser sedikit ke area kitchen appliances, ada sederet kulkas yang cakep semua, apalagi dengan penampilan bergaya Neo-glam sehingga dapur tidak hanya efisien tapi juga cantik. Salah satunya kulkas type Alowa yang detail di pegangan pintunya tampak glamour, duh rasaya pengin saya boyong menghiasi dapur rumah saya! Ada beberapa pilihan warna dan saya langsung jatuh cinta pada yang warna pink. Selain desainnya cantik, kulkas ini juga efisien dalam pemakaian listrik dan desain ruang dalamnya pas bagi kebutuhan saya.
panasonic home

Setelah kelompok 2 selesai masak, tibalah saat penjurian. Kami pun menahan nafas saat Chef Juna memasuki ruangan dengan ekspresi wajah yang dingin seperti gunung es itu…. Lalu mulailah dia mencicipi cup cakes buatan kami, dan memberikan kritik pedas bagaikan Mak Icih level 10. Eh, nggak deng, nggak ada Chef Juna kok. Fiiiuuuh…. *elusdada *dadaJupe

Singkat cerita, dewan juri memutuskan cup cakes buatan kelompok 2 pemenangnya. Kami kalah. Hiks. Tapi kami nggak patah semangat, cuma patah kuku, masih bisa dilem. Kami masih dapat voucher belanja senilai 200 ribu, setengahnya dari hadiah juara pertama tapi lumayanlah buat jajan cireng. Terima kasih Panasonic sudah mengundang kami masak-masak seru. Lain kali undang lagi masak bareng Chef Juna beneran yaaa…

Ssstt… Kalau kamu dapet kesempatan dimasakin 1 kali aja sama chef favoritmu, penginnya dimasakin apa?

Dari lubuk hati yang paling tulus, blog post ini saya ikutkan Panasonic blogging competition. Doakan semoga menang ya 🙂

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

25 thoughts on “Very Easy Steamed Cupcakes

  1. Terus aku baru ngeh dong kalau pas event itu aku nggak nyobain cupcake bikinan kita inih… wahahahahaha!

  2. kenapa elus dadanya dada Jupe bukan dada chef juna? hmmmmm =))))

  3. Wah, menarik! Saya baru tau kalau rice cooker Panasonic bisa untuk membuat kue. Tinggal pencet tombol yg sama untuk masak nasi ya?

  4. Aaaak….. aku suka cup cakeeee…..

  5. Wah canggih juga ya rice cookernya panasonic, bisa multi fungsi gitu…

    • Bener sekali! Saya jadi pengin ganti rice cooker di rumah dengan yg Panasonic ini. Kita beli bareng aja yuk? 🙂

  6. Mbak Tikaaaa…! Ini beneran gampil deh eng.. kayaknya ya. Aku mau praktekin ah besok pas libur… doakan saya ya kakaaaakkk…! 😀

    • Kukirim doa sepenuh hati, semoga percobaannya sukses, enak & disukai seluruh keluarga! Jadi nyobain hari ini?

  7. serunya nyobain buat cupcakes…, rame2nya itu lho..
    semoga menang ya

  8. Good luck ya u lombanya 🙂

  9. Ukuran cup BH bermacam2 soalnya.. *lah

  10. Apa aja boleh,asal udah dibuat gue makan gratis,wkwkwkwk
    Siap didoain menang..

  11. Pengen dibikinin Chocolate Cake Melted.. uhmmm nyam nyam..

    Smoga menang yah Mbaaaa 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s