BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Ayam Goreng Tepung Pembawa Penghargaan

23 Komentar

Kalian kalau wiken biasanya ngapain sih? Beberapa bulan ini saya lagi berusaha keras untuk nggak ngajak anak-anak ke mall saat akhir pekan, karena mall selalu penuh sehingga males cari parkir dan saya ingin membiasakan anak-anak berkegiatan yang produktif dari pada konsumtif di mall. Alhasil, saya jadi cukup rajin memasak selama akhir pekan. Saya dan anak-anak belajar memasak bersama, soalnya saya nggak merasa jago masak, meskipun di mata anak-anak semua masakan saya enak. Hahaha… Kali ini giliran ayam goreng tepung.

Biasanya kami bertiga mengandalkan resep-resep mudah di youtube, soalnya dua anak saya seneng nonton video memasak. Kalau dikasih resep tertulis, si Adek yang masih playgroup belum bisa baca juga sih… Jadi lebih seru kalau resepnya nonton di youtube. Setelah beberapa kali bikin cookies, kali ini si Kakak ingin masak yang beda. Setelah diskusi seru dengan kedua anak yang lebih heboh dari pada debat capres, inilah eksperimen kami: Ayam Goreng Tepung! Aha! Simple banget ya?

Saya seneng juga bikin resep ini karena setelah ayamnya ditepungin, sebagian bisa disimpen di freezer, digoreng besok paginya buat bekal sekolah si Kakak yang sudah SD dan bawa bekal makan siang lengkap tiap hari. Memang resep ini butuh minyak goreng agak banyak dan saya biasanya cukup hati-hati sama makanan yang digoreng. Misalnya dengan memilih minyak goreng yang bermutu dan tidak memakai minyak goreng lebih dari 3x (oke, idealnya 2x tapi kadang masih dipakai sampai 3x sih. Hihihi…).

SunCo menggoreng

Bahan utama:
1. 1 ekor ayam broiler, dipotong dgn ukuran sesuai selera
2. Air es yg cukup utk mencelup potongan ayam,
3. Minyak goreng yg cukupnya untuk menggoreng.

Bumbu dihaluskan untuk daging ayam:
1. 10 siung bawang putih, haluskan.
2. Garam dan lada bubuk secukupnya.

Bahan dan bumbu adonan tepung:
1. 100 gram tepung tapioka.
2. 375 gram tepung terigu.
3. 1,5 sendok teh baking powder.
4. 1,5 sendok teh bawang putih bubuk (atau 3 siung bawang haluskan).
5. Garam, gula pasir sedikit dan lada bubuk secukupnya.

Cara membuat:
1. Balur daging ayam yang sudah dipotong dengan campuran bawang putih, garam dan lada bubuk, diamkan sejenak agar meresap.
2. Balur dengan tepung tapioka sambil ditekan-tekan supaya menempel, celupkan sebentar dalam air es, angkat, tiriskan.
3. Balur lagi dengan campuran tepung terigu, baking powder, bawang putih bubuk, garam, gula pasir dan lada bubuk, sambil diremas sedikit supaya tepung menempel.
4. Celupkan lagi ke air es, balur lagi adonan tepung, diketuk-ketuk agar tepung yang tidak menempel rontok. Lakukan 2 kali hingga adonan tepung dan ayam habis.
4. Panaskan minyak goreng yang cukup untuk deep frying (menggoreng terendam).
5. Setelah minyak goreng dalam kondisi panas (harus dalam kondisi panas untuk mulai menggoreng), api dikecilkan hingga tingkat paling kecil atau sampai sedang.
7. Goreng ayam yang sudah dibalur tepung dengan api sedang hingga matang, bagian tluar berwarna kuning kecokelatan.

Puji syukur, anak-anak saya selalu mengacungkan jempol setiap kali mencicipi hasil masakan kami bersama. Walaupun sejujurnya saya sendiri kadang dalam hati masih merasa kurang puas sama hasilnya, kurang ini, kurang itu. Tapi melihat binar mata anak-anak saya saat mengacungkan jempol sambil menyuap makanan, itu priceless…

Terutama si Kakak, dia sangat gampang soal makan, gak pernah pilih-pilih, semua yang dihidangkan atau dibawakan sebagai bekal selalu dia habiskan, licin tandas! Malah pekan ini dia dapat piagam penghargaan dari sekolahnya karena (ini saya copas dari statemen sekolahnya) “Penghargaan yang tulus diberikan kepada ananda karena menyukai semua menu makanan sehingga selalu menghabiskan makan siangnya.” SD anak saya memang setiap pekan memberi penghargaan kepada beberapa siswa dengan tema ‘Kecil Tapi Bermakna’ untuk mengencourage kebiasaan positif siswa.
Abigail dpt penghargaan Gemala Ananda Foto bareng bu Jasmin, Kepala Sekolah 🙂

Jadi makin semangat masak bareng anak-anak nih! Wiken depan masak apa ya? Ada ide? Eh, tapi jangan yang susah-susah… hahaha…

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

23 thoughts on “Ayam Goreng Tepung Pembawa Penghargaan

  1. Wih ide bagus tuh ya, kecil tp bermakna… Smcm ngasih ide baru buat nanti klo Eden udah gedean.

  2. luar biasaa yaa.. jadi pengin punya anakkkkk 😀

  3. Bikin tempe bentuk love gitu gimana caranya mba hehehe .. bisa bangeet .. lucu yaa .. tambah satu lagi, mba rajin bangeet yaa hehehe… sampe komplit gitu euy 🙂

    • Hihihi… bentuknya gampang kok, dipotong pakai cetakan cookies! Rajin? Aaaah… jadi malu! cuma kadang2 kok, kalau pas bangun lebih pagi :))

      • Oh jadi setelah di potong tempenya trus tinggal cuss ke cetakan cookiesnya yaa .. mau coba tapi nggak punya cetakannya 😦 ehehehe… kadang2 nanti malah keseringan kok bu hihihi …

  4. Aku pas kecil dulu jarang bawa bekal, mulai ngantor malah rajin karena alasan kesehatan.
    Dibiasakan bawa bekal gini tindakan yang bagus, Mbak. Tuh buktinya sampe dapat award segala 😉
    Thumbs up!

  5. itu foto bareng gurunya ya?

  6. Waaah asiknya punya naak yang gampang makan. Anakku ayam aja gak doyan. 😀 Pening deh emaknya setiap hariiii. 😀 😀

    • Iya, saya pun tak henti-henti bersyukur kedua anak doyan makan. Mungkin mencontoh ibu-bapaknya yang juga mau makan apapun tanpa pilih-pilih 😀 😀

  7. Bikin Ayam goreng mentega aja Mba.. hehehe.. ayam lagi ayam lagi yah mba 😀

  8. Nama penghargaannya lucu Mbak :))

    • Iyaaa…. Kecil Tapi Bermakna, karena kadang kita cenderung mengabaikan kebiasaan baik yg kecil, padahal perlu diapresiasi juga biar terus dilakukan 🙂

  9. Selamat BUNDA :smille:
    Wah anak anak sudah biasa makan nasi merah ya mba, aku juga makanya nasi merah tapi suami ngak suka jadi tiap hari masak 2 jenis nasi .
    nasi merah dan putih 😀

    • Thank you Bunda… Mungkin bisa dicoba mencampur nasi merah dengan nasi putih, 50%–50%, aku pun sering mencampur biar anak-anak dan suami mulai terbiasa makan nasi merah. Semoga suami jadi suka…

  10. aku kira itu fotonya mba sabai :))

  11. takira mba sabai yang dapet penghargaan x))

    *catet resepnya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s