BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Forgiveness Is Easy

21 Komentar

Sejak menjadi ibu bagi dua anak kecil, banyak banget kejutan yang kadang bikin marah, tapi saya cuma bisa pasrah. Setiap hari selalu ada polah Sabai dan Adek yang bikin saya mengurut dada dan pengin nyender ke bahu Benedict Cumberbatch. Saya pikir setelah Sabai meninggalkan usia balita, dan baru-baru ini masuk SD dia akan lebih kalem, bisa momong adiknya untuk tidak melakukan hal-hal konyol di rumah, tapi ternyata… itu semua cuma harapan. Huhuhu…

Mandi(in) Bola
Suatu Minggu pagi yang cerah, Adek minta main ke mall buat mandi bola. Tapi saya berusaha konsisten dengan program tidak ke mall di akhir pekan. Jadi saya membujuknya untuk berkegiatan lain, main sepeda di luar dan menjanjikan siangnya kita akan bikin cookies bareng. Adek pun terbujuk. Sip. Kami bertiga pun main dengan bola-bola plastik warna-warni dalam tenda di dalam rumah dengan riang gembira.

Sampai pas Adek mandi, saya tinggal sendirian di kamar mandi dan hasilnya adalah dia sibuk memandikan bola di wastafel!! Kamar mandi pun banjir… saya pun harus nge-pel… *lapkeringet

Memotong Poni
Suatu malam yang mendung, Adek dan Sabai sedang gosok gigi di wastafel kamar mandi. Kegiatan rutin mereka tiap malam, sudah tidak perlu saya tungguin sehingga saya menyelesaikan pekerjaan di kamar tidur yang bersebelahan dengan kamar mandi. Terdengar mereka berdua tertawa-tawa gembira, saya pikir mereka bercanda biasa saja. Sampai Sabai berseru dari kamar mandi, “Buuuu…. Adek rambutnya lucu nih!!”

Saya masih biasa aja dan terus mengetik. Ah, paling mereka lagi main salon-salonan, saling menyisir dan memasang jepit rambut gitu. Terus Sabai teriak lagi, “Buuuu… rambut Adek di lantai banyak banget nih!!” HAH?! APA?!?! Rambut di lantai? Barulah saya panik, langsung salto ke kamar mandi! Ternyata si Adek lagi asik menggunting poni rambutnya sendiri! Dan pas saya masuk kamar mandi, poninya udah trondol, gripis, panjang pendek gak karuan…. Ya ampuuuun….

Saya mau marah gak bisa, karena mereka berdua tampangnya lempeng, tak berdosa dan menganggap itu hal lucu, tanpa menyadari itu bisa melukai mereka. Saya cek dahi si Adek, memastikan tidak ada luka. Barulah saya kasih tau untuk tidak mengulanginya karena menggunting rambut sendiri itu bisa berbahaya (dan saya simpan guntingnya di tempat aman).
adek

Memasak Di Dinding
Kalau ini kejadiannya nggak lama setelah kami pindah ke rumah baru. Tentunya sebelum kami huni, dinding rumah dicat dulu biar fresh dan terasa baru. Jadi saat melangkah masuk rumah ini, masih tercium aroma cat tembok khas rumah baru. Seneng doooong tinggal di rumah yang warna dindingnya masih fresh, bersih dan mulus.

Tapi kegirangan ini tidak berlangsung lama. Suatu sore, saya pulang kerja dan menemukan noda tumpahan entah apa berwarna kecoklatan di dinding ruang keluarga. Duuuuh…. mau marah rasanya. Selidik punya selidik, ternyata anak saya yang kecil baru saja menumpahkan semangkok bubur kacang hijau yang dimasak dengan gula merah. Huhuhuhu…. Nodanya kan lumayan banget tuh.

Saya berusaha mengelapnya dengan perasaan terluka, takut banget akan tetap terlihat jejak nodanya. Untunglah di rumah ini saya cat pakai Dulux Easy Clean, jadi akhirnya dengan lap sedikit basah, nodanya bisa dihilangkan. Lumayan, saya jadi senam lengan sore-sore 🙂

Begitulah. Sejak punya dua anak kecil, setiap hari selalu ada pelajaran baru bagi saya. Salah satunya adalah belajar memaafkan, karena sesungguhnya forgiveness is easy. Don’t you agree?

PS: Info lebih lengkap bisa dicari di FB, twitter, instagram dan YouTube.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

21 thoughts on “Forgiveness Is Easy

  1. hahaha Sabai n Adek kompak partner in crime yg bikin emaknya ngurut dada ya 😀
    Soal kreatifitas yg bikin kotor rumah ini emang kudu sabar bgt yak. Jadi selalu inget taglines-nya iklan apa tuh ‘gak kotor, ya gak belajar’ ;D

    • Hahaha… bener banget!! Saya kudu ekstra sabaaaar kalau mereka udah kompak main ini itu 😀 Apalagi sekarang lagi pada seneng bikin origami daaaan… di-lem ke tembok! *laptembok

  2. setujuuu, kreatifitas anak-anak jangan di curtailed karena kita takut kotor atau berantakan :D…..sempet datang di press conferencenya dulux di Chipmunk ya mbaaa…ngg sempet ketemu ya?…

  3. y ampun unguilty banget y mbak dek sabai habis motong poni ya…
    tapi kan punya kenangan lucu buat dikenang ntar klo udah gedhe..haha… ^^
    cuma ibunya yang jadi kena shock teraphy y mbak…

  4. Si adek mukanya bapaknya banget ya 😀
    Wah aku harus siap-siap nih, corat-coret tembok tampaknya jadi hal yang wajib buat tiap balita ya

    • betul! itu udah fitur bawaan setiap balita dan susah banget di rem, udah disediain kertas, white board tetep aja tembok dihajar juga 😀

  5. kebetulan aku lagi mikir mau ngecet rumah… kayaknya blog post ini jawaban atas pencarianku deh! moga-moga dulux yg easy clean ini pilihan warnanya bagus!!

  6. hihihihihi aku bacanya malah ngikik2. lucu ya anak2 itu ya..
    kalau di rumah, anakku coret-coret tembok, paling aku diemin.. semacam pasrah. selain gak tau gimana bersihinnya, juga karena rumah kontrakan. biarin deh yg punya rumah aja yang refot 😀

    • Wah, itu enaknya tinggal di rumah kontrakan, asal ngga ada klausul saat meninggalkan kontrakan rumah harus dlm kondisi sama spt saat dimasuki 😀

  7. Itu 2 anak yah Mba, ini aku br ada 1 anak aja udh sering teriak2 hahahaha *lebay*

  8. Iya tuh di rumah untung pake dulux juga. Ponakan suka oret-oret tembok, tinggal bersihin pake tisu basah. =))

  9. Forgiveness is Easy.. judulnya aja udah semacam memberikan petunjuk atas apa yang harus aku lakukan.
    trus jadi keingetan deh, bahwa masalah yg lagi ada dan bikin aku marah berhari2 hingga hampir mengambil keputusan yang (mungkin) salah sebenernya just a piece of cake.
    thanks kak Sabai 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s