BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Together

38 Komentar

Mereka berjalan pelan dan bergandengan tangan. Tepatnya, si pria menggandeng tangan si perempuan. Dari kejauhan keduanya tampak sudah lanjut usia. Aku mengamati mereka menyusuri taman, menikmati matahari musim panas di belakang kawasan Schonbrunn yang luas. Lalu saat menaiki undakan batu si pria dengan sabar dan penuh kasih sayang membimbing si perempuan. Ah, sebuah pemandangan yang romantis. Mereka pasti telah melalui banyak hal bersama. Anak-anak yang sudah besar mungkin sudah sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Maka tinggallah mereka berdua mengisi hari berjalan-jalan di taman.

Melihat mereka berdua begitu bahagia, rasanya aku ikut bahagia. Sebuah dorongan dari dalam hatiku mengatakan kalau aku harus menyampaikan rasa bahagia ini pada mereka. Aku pun memberanikan diri untuk menghampiri dan menyapa mereka.

“Excuse me sir, ma’am. One day, if I ever live to your age, I hope my husband and I would be as loving as the two of you.”

Mereka berdua menatapku dan tertegun cukup lama. Aku heran, apa ada yang salah dengan omonganku. Sampai akhirnya si pria menjawab:

“She’s my mother.”

#PeopleAroundUs | Day 12

Vienna, Austria. Back yard of the Schonbrunn

Vienna, Austria. Back yard of the Schonbrunn

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

38 thoughts on “Together

  1. Ping-balik: Urbanis Apartementus, Potret Urban Masa Kini | About life on and off screen

  2. Kalau suami istri masih ada ya mbak.. kalau anak ibu gini bener bener jarang.. berharao banget punya anak cowok suatu hari nanti dan bs seperti mereka

  3. kalo kejadian kayak gini, pujian buat ibunya, tapi pukulan keras buat anaknya ya, mbak…? 😀

  4. klo jalan2 di eropa memang selalu terlihat pasangan yang romantik berjalan di taman2, saya pun sering di buat kagum oleh keromantisan mereka, ingin sekali buat tulisan ttg mereka

  5. Hehehe, numpang ngakak mbak. Salam kenal ya Mbak. 🙂

  6. terkejut baca jawaban si cowok.

    oya, itu pohon, kenapa di indonesia nggak ada yg seperti itu? huhu..

  7. si cowok tampak terlihat tua ya kak? 🙂

  8. akuh suka photonyaaaaa…

  9. aku berharap terlalu banyak dengan tulisan ini…

    *kecewa dengan ending yang tak sesuai harapan

  10. yaaah.. tik.. udah siap2 terharu

  11. #eaaa
    *permisi numpang ngikik* 😆

  12. berarti si ibu yang awet muda, atau si anak yang nampak lekas tua?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s