BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Ketemu Nobita Di Museum Doraemon

49 Komentar

Familiar dengan kata ‘Kawasaki’? Kayak merk motor ya… hehehe… tapi yang akan dibahas di sini adalah kota kecil bernama Kawasaki, tidak jauh dari Tokyo. Orang-orang dari berbagai penjuru dunia datang ke kota ini untuk mengunjungi satu tempat, Museum Doraemon!
Generasi 90an siapa sih yang nggak kenal Doraemon? Kucing dari abad ke-21 ini segitu populernya sampai dibikinin museum sendiri di Jepang! Sebenarnya ini museum Fujiko F Fujio, sang manga artist yang menciptakan Doraemon dan cerita lainnya. Museumnya sendiri keren banget, cocok buat dikunjungi anak-anak dan orang dewasa.

Outdoor playground di museum Doraemon

Outdoor playground di museum Doraemon

Ruang main Museum Doraemon, ada ruang nonton filmnya & ruang main untuk balita juga

Ruang main Museum Doraemon, ada ruang nonton filmnya & ruang main untuk balita juga

Kalau mau ke sana kita nggak bisa beli tiket mendadak di tempat, harus pesan atau beli tiket di gerai Lawson manapun di Jepang. Pergi aja ke gerai Lawson, terus bilang mau beli tiket Museum Doraemon ke kasirnya. Nanti kasir akan membantu kita mengoperasikan semacam vending machine buat membeli tiket ini. Kita sudah harus menentukan mau kesana berapa orang, tanggal berapa dan jam berapa. Ada pilihan jam kunjungan di pukul 10 am, 12 pm, 2 pm atau 4 pm, artinya tiap pengunjung dijatah maksimal 2 jam berada dalam museum. Belakangan saya baru tahu kalau penjatahan selama 2 jam ini tujuannya agar di dalam museum pengunjung tidak terlalu sesak. Gila, rapi banget ngaturnya!

Dari Tokyo kita naik kereta sampai ke stasiun Kawasaki, lalu ganti jalur kereta lokal sampai stasiun Noborito, semua tarif keretanya gratis karena kami pakai JR pass. Nah, dari stasiun Noborito ini sudah ada halte dan shuttle bus khusus Doraemon! Huaaa… anak saya langsung jejingkrakan liat bus Doraemon. Naik bus 10 menit sudah sampai deh!

Bus Doraemon, Giant kecebur sumur, mesin bola jahanam yang bikin anak-anak saya merengek minta beli bola melulu, ruang baca Doraemon, main 'senggol-bacok' ala Doraemon

Bus Doraemon, Giant kecebur sumur, mesin bola jahanam yang bikin anak-anak saya merengek minta beli bola melulu, ruang baca Doraemon, main ‘senggol-bacok’ ala Doraemon

Museum ini mengisahkan perjalanan hidup Fujiko F Fujio dengan cara yang sangat menarik. Ada diorama 3D dengan narator siapa lagi kalau bukan Doraemon yang mendongeng bagaimana awal mula Profesor Fujiko menciptakan Doraemon, Nobita dan teman-temannya. Untung kita dikasih audio guide yang berbahasa Inggris! Dari pilihan bahasa yang disediakan terlihat kalau mayoritas pengunjung berasal dari Jepang, China dan Korea.

Di salah satu sudut ada meja kerja Profesor Fujiko lengkap dengan segala pernak-pernik yang dia pakai saat menggambar manga, termasuk pensil ukuran 2B, 6B, penghapus, rautan, tinta, kuas dan sebagainya. Jadi Profesor Fujiko menggambar dengan tangannya sendiri itu ribuan halaman manga karyanya, karena sejak dia berkarya tahun 1960an belum lazim pakai komputer. Kebayang nggak sih betapa pegelnya menggambar ratusan lembar komik Doraemon pakai pensil dan tinta cair? Hiiii…. saya serem mbayanginnya!

Museum Fujiko F Fujio ini dibangun oleh pemkot Kawasaki sebagai penghormatan bagi Sang Profesor yang dulu tinggal di kota ini, sekaligus acknowledgement atas karyanya yang spektakuler dan mendunia sebagai manga artist. Segitu tingginya apreasiasi pemerintah kota kecil ini pada dunia seni ya. Kapan di Indonesia ada komikus yang dibikinkan museum tersendiri macam ini?

Kembali ke museum, di lantai atas ada ruang baca, ruang bermain indoor dan outdoor, cafe Doraemon dan souvenir shop. Di lantai atas ini berasa masuk playgroundnya Nobita deh! Apalagi di tamannya ada gorong-gorong beton tumpuk tiga tempat Nobita biasa ngumpet kalau dikejar-kejar Giant! Hahaha… Di pojok taman juga ada patung Nobita naik dinosaurus. Rupanya episode dinosaurus ini adalah favoritnya Profesor Fujiko. Tak lupa, ada Pintu Kemana Saja! Seandainya ini hari terakhir di Jepang, kali saya sudah memakai Pintu Kemana Saja buat pulang ke Jakarta 🙂

Demi memaksimalkan hasil foto di area outdoor playground Doraemon ini, lebih baik pilih jam kunjungan yang pukul 10 pagi atau pukul 4 sore karena pada jam segitu matahari akan lebih bersahabat untuk foto-foto. Kami datang jam 12 siang, akibatnya pas sampai di playground itu matahari lagi top light, jadi mau foto-foto mesti ngakalin agar hasil fotonya nggak silau atau over exposure, padahal kami cuma bawa kamera pocket.

Nobita dan dinosaurus ini episode favoritnya Prof. Fujiko, pintu kemana saja buat ke New York asik kali ya?, kue Dorayaki yang terkenal sampai Indonesia gara-gara Doraemon, Kucing perempuan temen Doraemon itu siapa  ya namanya? Michan bukan?

Nobita dan dinosaurus ini episode favoritnya Prof. Fujiko, pintu kemana saja buat ke New York asik kali ya?, kue Dorayaki yang terkenal sampai Indonesia gara-gara Doraemon, Kucing perempuan temen Doraemon itu siapa ya namanya?

Di cafenya, sudah pasti ada kue Dorayaki yang fenomenal itu. Dorayaki seharga 200 yen (sekitar 25 ribu rupiah) ini rasanya sih hanya di level ‘cukup enak’ tapi dia bergambar Doraemon dalam berbagai pose! So cute!

Makanan lain di cafenya juga penuh atribut Doraemon, malah ada Nobita Chocolate Bar dan ada Shizuka Happy Cheese Cake segala. Emang paling pinter deh orang Jepang bikin gimmick jualan gini. Mungkin karena penampilannya yang super cute, harga makanan di cafe ini sedikit lebih mahal dari pada makanan serupa di tempat makan biasa.

Buat pengunjung dewasa, seneng deh bisa mengenang kembali kegembiraan masa kecil ditemani Doraemon. Buat pengunjung anak-anak, lebih seneng lagi main macam-macam di play groundnya museum! Terbukti anak-anak saya masih betah bermain meskipun waktu kunjungan 2 jam sudah habis sehingga terpaksa saya seret pulang.

Di toko souvenirnya, segala sesuatu yang beraroma Doraemon bisa dibeli. Ada tempat makan bentuk segitiga khusus buat bawa onigiri, ada bando baling-baling bambu yang bisa muter beneran, bahkan ada CD album rekaman Giant menyanyi! Padahal tau sendiri kan di film TV-nya setiap kali Giant bikin konser penontonnya langsung sakit telinga… Sayang mereka nggak jual Senter Pengecil, padahal itu yang pengin saya beli 🙂

Menu di cafe Doraemon, souvenir, kotak Onigiri-nya bergambar Doraemon lagi sedih krn onigirinya nyemplung di got, CD album ke-5 Giant... siapa mau beli?

Menu di cafe Doraemon, souvenir, kotak Onigiri-nya bergambar Doraemon lagi sedih krn onigirinya nyemplung di got, CD album ke-5 Giant… siapa mau beli?

Info lengkap disini. Dan ini biaya yang kami keluarkan untuk main-main ke rumah Doraemon:
Kereta antar kota ke Kawasaki & kereta dalam kota Kawasaki: gratis, pakai JR pass
Shuttle bus Doraemon one way: 200 yen
Tiket masuk museum: 1000 yen (adults), 700 yen (12-18), 500 yen (4-11), Free (under 4)
Kue Dorayaki: 200 yen
Makan siang di cafe Doraemon: sekitar 1000 yen perorang
Di toko souvenir beli bando baling-baling bambu: 950 yen

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

49 thoughts on “Ketemu Nobita Di Museum Doraemon

  1. Ping-balik: Wisata Di Jepang Di Musim Yang Tepat | BLOG Swastika Nohara

  2. Ping-balik: Menyelami Aquarium Raksasa Di Jepang | About life on and off screen

  3. Ping-balik: Osaka Castle, Wisata Buat Segala Usia | About life on and off screen

  4. ngelihat semua biayanya, hmmmmmmm.. jadi mending uangnya dipakai buat resepsi dulu apa ke Jepang dulu, kak?

    • Dipakai buat resepsi dulu, nanti klo udah nikah KB dulu, kan double income sama istri, nabung buat ke Jepang skalian honeymoon 🙂 Okay?

  5. Wah wajib ke sini ya kalau ke Jepang. 😀

  6. bahkan saya dulu pernah menghayal, mempunyai peliharaan doraemon dirumah. jadi serba simpel dan mudah. ya, sekelas jin moderen lah 😉 jadi laper, dorayaki mana ???hehehe

  7. Aaaiihhh doraemon emang film sepanjang masaaa..

  8. aaaaak bawa aku kesini mbaaaa *brb* *ngerampok bank* :mrgreen:

  9. wah wajib dikunjungi nih kalo balik ke Jepang lagi bawa anak2.

    thanks for sharing yaaa

  10. Bukan pecinta doraemon sih, tapi bis doraemon-nya itu sepertinya bagus bgt, yaaa…

    • Semuanya yg di museum Doraemon ini bagus banget! Ke sana yuk?

      • Hayuukk… dibayarin, kan? Kalo terlalu berat bayarin kami ber-5, bayarin aku aja. The krucils biar dirumah sm bapaknya, huahaha… *dirajam bagindaraja*
        😆

        • Huahahaha… lebih mesra kesana sama baginda raja dan krucils dong! eh tapi anak2mu sbg generasi masa kini, familiar dg Doraemon nggak?

          • Mesra di badan, tapi kan galak di dompet, mbak.. 😆
            Anak2ku nggak terlalu kecanduan doraemon sih, mbak. Mereka lebih suka nonton thomas, cars, dora sm diego. Eh, tp mereka nggak akan nolak kok, kalo ditraktir liburan ke jepang. Sumpah! Haha… (ngana pikir ngana siapaaa?) *namanya jg usaha* 😛

            • Hahaha… usaha mah boleh2 aja :)) Maksudku, anak-anak seangkatan anak kita udah jarang yg kenal Doraemon krn udah nggak tayang di TV Indonesia. Anak sulungku tau Doraemon krn pas ku ajak ke India dia nemu Doraemon di dubbing bhs Hindi. Lalu pas balik ke Jakarta dia cari Doraemon di tv udah gak ada.
              Anakku yg kecil nggak kenal Doraemon, malah dia pikir itu temennya Dora the explorer :))

          • Nggak bisa reply di komen terbawah, jd kojen dimari sajah… 😀
            Ngakak di bagian anakmu tahunya doraemon temennya si dora the explorer! Haha…
            Eh, Doraemon msh tayang di rcti kok,mbak. Tiap hr minggu. Aaahhh, ketahuan nih, nggak pernah nntn TV lokal… katanya, “cintailah, produk2 dalam negeri”. Hayoooo…. ! 😆
            Anak2ku kadang nonton jg, jd familiar jg sm doraemon, cm ndak sampe kecanduan gitu, deh.. harus dibawa ke jepun dulu kali ya, biar suka beneran sm doraemon… ayolah, tanteee… ajak kami kesana… #eh? 😀

            • Ooooh… ada ya di RCTI tiap hari minggu? Wah thanks infonya. Soale kalo Minggu pagi biasanya kita rame2 CFD atau ngapain gitu yg lain, jarang nonton TV. Oke sip! Nanti aku pantau Minggu pagi yesss…

  11. yah, ini mah makin mengiming-imingi :)))

  12. Sejak kapan nobita gondrong? Oh itu Nobicup bukan Nobita :p

  13. aaaa.. kalo tau bakal ke museum Doraemon gini, titip beli boneka deh buat Cissy.. 😦

    *pengen ke sana*

  14. hahaha aduh aku mau bikin artikel museum doraemon belom sempet2… hahaha xD

  15. HAAAAAAAAAA LUCU BANGET BANGEEET !
    I wish someday I can go there with Mahira :’)

  16. huaaaaaaa kereeeennnn makkk *mupeng* huhuh i love doraemon! emang gila ya pemerintah sana, rapi bener dan bener2 mengapresiasi warganya…ckckck..andaaaiii oh andaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    diliat dari biaya2nya, mahal juga yah mak T_T

    • Yoi, mmg Jepang negara mahal, plus mata uang Rupiah mmg secara internasional lemah… *cry* Tapi tetep semangat, nabung Ran 🙂

  17. kucing perempuan itu adiknya doraemon kak, namanya dorami 🙂

  18. Di Kawasaki itu juga ada Parade Penis Pink lhoo.. andai elu datang sebulan lebih awal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s