BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Penulis (Skenario) Harus Bersedia Kompromi

27 Komentar

Hari ini, bertepatan dengan hari ulang tahun ibu saya, ada artikel di Liputan6.com tentang salah satu skenario film yang saya buat. YAY!!! Berhubung nggak ada fitur ‘reblog’ dari websitenya Liputan6.com maka saya copas saja artikel tersebut dari websitenya.

Liputan6[dot]com

Swastika Nohara: Penulis (Skenario) Harus Bersedia Kompromi

Liputan6.com, Sepak bola di Indonesia begitu populer, sampai ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau google map. Namun sampai sekarang masih sedikit sekali film yang berbicara mengenai sepak bola, apalagi film dokumenter sejarah sepak bola Indoneisia.

Dari yang sedikit itu salah satunya adalah bogalakon picture yang memproduksi film-film tentang sepakbola. Setelah beberapa waktu lalu memproduksi “The Jak”, “Romeo & Juliet”, maka 11 April mendatang Bogalakon Pictures akan merilis “Hari Ini Pasti Menang”, sebuah sport-drama tentang timnas Indonesia setelah lolos ke Piala Dunia 2014 di Brazil.

Swastika Nohara, penulis skenario Hari Ini Pasti Menang (HIPM) menceritakan pengalamannya kepada pembaca Citizen6.com

GO8 suporter amuk mobil rantis

Bagaimana ceritanya sampai bisa menulis skenario Film Hari Ini Pasti Menang?

Sebelum menulis skenario film Hari Ini Pasti Menang, saya sudah menulis skenario film Mbak Lastri untuk PH yang sama yakni Bogalakon Pictures. Sayangnya film Mbak Lastri yang sudah selesai shooting ini tidak jadi tayang. Bogalakon kembali menugaskan saya menulis skenario film Hari Ini Pasti Menang, sebuah sport-drama tentang timnas Indonesia setelah lolos ke Piala Dunia 2014 di Brazil. Mengkhayal? Memang iya! Hahahaha… Selain gemerlapnya dunia sepak bola, film ini juga membahas sisi gelap permainan sepak bola di Indonesia, termasuk soal judinya.

Pengalaman menarik selama mengerjakan skenario Film Hari Ini Pasti Menang?

Dalam proses riset film Hari Ini Pasti Menang, saya bertemu dan wawancara santai seorang bandar judi kelas kakap. Dari dia lah saya belajar soal seluk-beluk judi bola di Indonesia, termasuk istilah-istilah khusus yang dipakai. Saya sempat bengong pas mendengar cerita betapa mudahnya para high rollers itu mempertaruhkan uang dan aset bernilai milyaran rupiah hanya untuk sebuah pertandingan sepak bola!!! Gila! Bagi saya, uang milyaran rupiah itu kayak tabungan seumur hidup!! Sementara sang bandar malah tertawa ngakak melihat ekspresi bengong saya. Wah, kena deh saya ditertawakan bandar… hahahaha…

Apa tantangan menulis scenario Film tersebut?

Bulan April nanti, film Hari Ini Pasti Menang akan tayang di bioskop, terus terang sekarang saya deg-degan menanti bagaimana respon penonton. Sebagai penulis, enaknya adalah kita bisa move-on ke project film selanjutnya meskipun film ini belum rilis. Sekarang saya sedang menulis skenario film Cahaya Dari Timur yang akan shooting di Desa Tulehu, di dekat Ambon. Selain menulis skenario, saya juga mengajar part time di jurusan film Binus International, semester ini untuk mata kuliah Film Production

Sekarang boleh dibilang salah satu impian masa kecil saya mulai terwujud. Sejak SD saya sangat suka membaca buku-buku fiksi karya Enid Blyton dan Alfred Hitchock, dan bermimpi suatu saat saya juga menulis karya fiksi yang bisa dinikmati orang banyak.

Poster HIPM final

Bagaimana awalnya sampai menjadi penulis naskah/ skenario seperti sekarang?

Sebenarnya saya sudah mulai menulis naskah atau skenario film dokumenter pendek sejak bekerja sebagai reporter & anchor TV. Kemudian saya resign dari pekerjaan tersebut dan mendapat beasiswa British Chevening untuk mengambil program Master di London, dan disinilah saya sering mengikuti kelas penulisan skenario meskipun statusnya sebagai mahasiswa sit-in (tidak masuk SKS karena saya ambil jurusan lain).

Ada alasan khusus kenapa memilih menjadi penulis naskah?

Ketika itu saya sudah mulai menulis skenario fiksi untuk FTV. Setelah kembali ke Jakarta, saya terpilih ikut work shop penulisan skenario dengan tutor Tom Abrams, seorang penulis skenario dari Hollywood. Disinilah kami mendapatkan banyak hal tentang penulisan skenario, dan mendapat bimbingan intensif. Seluruh peserta workshop ditantang mengembangkan kerangka skenario dan Tom selalu saja berhasil menemukan cara untuk membuat cerita kita lebih menarik.

Saya berangkat dari dunia jurnalistik TV yang dituntut untuk memikirkan aspek visual sejak awal menulis. Kebiasaan berpikir visual ini terus terbawa sehingga saya merasa menulis skenario adalah outlet yang pas dibandingkan bidang penulisan fiksi yang lain.

Apa keasyikan menulis skenario, dibanding dengan menulis cerita fiksi lain, cerpen, novel?

Terus terang saya belum pernah menulis novel dan cerpen. Salah satu tantangan menulis skenario adalah kita harus bisa bekerja dalam tim, karena proses kreatifnya selalu melibatkan sutradara dan produser. Rasanya puas sekali kalau di meeting produksi, sutradara terlihat excited saat membahas skenario yang saya tulis. Kadang penulis harus bersedia kompromi, in a good way, misalnya terkait budget produksi. Keterlibatan produser juga ‘memaksa’ saya menyelesaikan skenario dalam tenggat waktu tertentu, dan ini bisa jadi tantangan tersendiri. Satu hal penting adalah lancarnya komunikasi dan terbuka menerima masukan selama proses menulis skenario.

komik GO8 finale

Lebih personal, apa kegiatan atau kesibukan lain?

Selain skenario film, tahun ini untuk pertama kalinya saya menulis naskah komik, bersama Estu Ernesto. Judul komiknya GO8, ilustrasinya dikerjakan tim Makko. Sekarang sudah selesai dicetak dan segera beredar di outlet-outlet Seven Eleven di Jakarta. Komik kok jualannya di minimarket? Agak aneh ya. Hahaha… kami memang suka sesuatu yang berbeda. (KW)

*Karmin Winarta adalah pewarta warga

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

27 thoughts on “Penulis (Skenario) Harus Bersedia Kompromi

  1. Ping-balik: Urbanis Apartementus, Potret Urban Masa Kini | About life on and off screen

  2. Mbak sabaiii, selamat yaaaa. 😀

    titip salam buat Adddelinee. *keingetan lucu pas dia sebutin nama di bukber langsat kemarin* 😀

  3. akhuw mau ikutan nongton dwuong bu tik!!!! 😀

  4. aku juga pengen terkenal kaya kak Tika

  5. Selamat ya Tika….Bisa banyak belajar tentang tulis-menulis sama Tika nih….

  6. wahh mau cari komiknya ah di Sevel ^^

  7. kaya aku, harus banyak belajar nulis sama mba, soalnya pengalaman dalam tulis menulis mba kan udah berpengalaman 🙂

  8. Iya Dito, di Binus JWC. Hayuk atuh maksi bareng…

  9. Premiere filmnya, kalau ada Tika Putri aku mau ya, Kak. *gelendotin Kak Tika*

    Jadi kamu ngajar di Binus toh, Kak? Binus depannya Senayan City itu kan? Makan siang bareng dong :p

  10. Yeaaaayyy gak sabar nonton pelemnya. Pelem romie & julier berhasil bikin sayah nangis sesenggukan.
    Selamat yah mba Tika ^^

  11. Ada tiket gratis buat nonton filmnya? #dikeplak

  12. Selamat mbak Tikaa 🙂 salam buat Adeline 🙂

  13. Congrats Tikaaa! ^^

  14. sudah punya novel dan jerseynya, tinggal baca komik dan nonton filmnya aja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s