BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Nabire: Perayaan Kemerdekaan?

20 Komentar

Tahun ini untuk pertama kalinya saya merayakan hari kemerdekaan RI di Nabire, Papua Barat. Yup, sejak orang tua saya pindah ke sana 21 tahun lalu, baru sekarang saya ‘mudik’ ke Nabire. Peringatan 17 Agustus di kota kecil yang terletak di teluk Cenderawasih ini sangat berbeda dari acara Agustusan di Jawa pada umumnya. Saya nggak pernah membayangkan sebuah kota kecil di pelosok Papua ini mengadakan street carnival yang meriah untuk memperingati hari kemerdekaan RI, pemerintah republik yang telah dengan semena-mena mengeruk kekayaan bumi Papua.

Image

Kalau di Jawa, karnaval 17-an kan biasanya anak-anak SD memakai pakaian adat dari berbagai provinsi, lalu jalan kaki kepanasan keliling kompleks atau kelurahan. Hal yang sudah terjadi sejak saya SD di jaman orde baru dan masih saja sama sampai sekarang. Anak-anak SD yang tidak menghayati kenapa mereka harus memakai baju adat dari daerah asing yang belum pernah mereka datangi. Anak-anak SD yang sekedar patuh dirias oleh ibu mereka dan disuruh baris oleh guru mereka. Tidak ada soul-nya.

Nah, di Nabire ini karnavalnya beda. Pesertanya remaja dan orang dewasa, memakai kostum tradisional dari berbagai suku di Papua atau daerah lain di Indonesia Timur dan mereka menari sepanjang jalan utama kota Nabire! Karnaval yang seperti ini, terasa lebih pas dan enak dilihat. Coba bayangkan kalau para pemuda-pemudi Papua ini memaksakan karnaval ala Jawa, dan memakai baju adat ala Jogjakarta atau Sumatera Barat misalnya, pasti garing.

Di sini pria dan wanita melangkah sambil bergoyang ceria, mengikuti musik rampak dari stereo set yang dibawa dengan gerobak genjot. Wajah-wajah yang tersenyum, kaki dan tangan yang bergoyang dalam koreografi tertata. Di tengah jalan pun mereka tiba-tiba barisannya membuka, berhadapan, joget-joget membentuk formasi tertentu, lalu merapat lagi, baris lagi, jalan lagi dan semua tertata mengikuti musik! Kerenlah! Karnaval 17-an yang paling semarak yang pernah saya lihat.

Image

Saya jadi mikir, provinsi lain di Indonesia kenapa nggak melakukan hal serupa sih? Menggali potensi seni daerahnya untuk dijadikan karnaval gitu. Kan kalau jadi keren dan disorot media, mereka akan bangga akan kesenian daerahnya. Jadi bisa sekalian promosi pariwisata daerahnya gitu. Siapa tau ada yang kemudian ngetop di tingkat internasional kayak Jember fashion carnival itu! Kira-kira, para gubernur kalau disodori ide ini, mau terima nggak ya?

Image

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

20 thoughts on “Nabire: Perayaan Kemerdekaan?

  1. Ahh.. papua memang punya gayanya sendiri ya mbak 🙂

  2. Itu mungkin gak gini:
    Mereka sekedar patuh dirias oleh teman mereka dan disuruh baris oleh ketua regu mereka demi manut pada aturan karnaval yg entah siapa yang buat… :p hehehe

    Tapi keren lhoo 😀 *acung jempol*

  3. Aku koq berkaca-kaca ya baca ini.. Suatu ironi…

  4. kerenlah. *pendapat yang lain sudah dimention kemarin* :p

  5. ah ini keren sekali. sumpah keren! ini aku kapan ya bisa berkunjung ke Papua sana? 😐

  6. aaahhhhh, kerennya….
    Siapa yang bilang INDONESIA cuma di JAWA?
    HAH??
    😀

  7. Aaakkk menyenangkan sekali….
    Meriah..
    Eh iya..ada lomba 17an nya?

  8. Super keren! Ini malah terlihat mirip dengan perayaan the 4th of july. Hebohnya itu lho :))

  9. Wooooo Nabire…..
    Aku besar di Jayapura kak!
    *teruskenapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s