BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Tertipu Travel Agent

32 Komentar

Image

Kesabaran saya benar-benar diuji pagi tadi. Ini bermula ketika Yusuf, suami saya, terbujuk membeli paket perjalanan untuk berakhir pekan ke Pulau Tidung, di Kepulauan Seribu. Namanya beli dari travel agent, tentu saya pikir perjalanan kami sudah ada yang mengatur. Terus terang saya nggak pernah pakai travel agent di Indonesia, dan penjual paket ini masih bisa dibilang temannya Yusuf, jadi saya percaya.

Saya, Yusuf dan 2 putri kecil kami berangkat jam 5 pagi dari rumah, lalu lintas lancar dan sampai di Muara Angke jam 6 pagi. Saya sempat heran sih, kok nggak berangkat dari Marina Ancol? Tapi saya pikir nggak apa-apalah, I don’t mind doing a little ‘adventure’. Dan saya pikir anak-anak kami juga perlu merasakan perjalanan kelas (super) ekonomi, biar nggak manja. Teman-teman yang tinggal di Jakarta pasti tahu, Muara Angke itu pelabuhan dan pasar ikan yang kumuh, jorok, semrawut dan bau amis.

Saat jalan menuju dermaga, saya heran melihat dermaga yang penuh sesak macam terminal Pulo Gadung dua hari menjelang lebaran. Sebanyak inikah orang-orang yang mau mengisi week end ke Kepulauan Seribu setiap pekan? Ngobrol sama seorang pemilik tenda mie instan di dermaga, ternyata iya, tiap Sabtu selalu ramai, sehingga jualannya laris. Beberapa orang tampak asik makan mie seduh di pinggir jalanan dermaga, meskipun bau busuk, sampah dan seonggok bangkai tikus tergeletak di jalanan di depan kami.

Okay, satu persatu kapal penuh. Dan penuh banget, sampai orang-orang bergelantungan di sisi jendela dek atas kapal. Macam naik metromini pas jam pergi kantor gitu deh. Saya mulai mikir, kalau se-sesak itu rasanya kok nggak tega juga mengajak dua putri balita kami. Tapi saya masih bertahan menunggu bagaimana kondisi kapal yang nanti kami naiki. Dijanjikan kami naik kapal jam 7 pagi.

Image

Matahari makin tinggi, orang-orang makin ramai berdatangan, dermaga makin sesak. Jam 9.25 kapal kami masih belum ada. Lalu saya ngobrol dengan orang yang biasa mangkal di dermaga. Ternyata tadi pagi sebagian besar kapal sudah di charter oleh sebuah LSM yang memberangkatkan 1500 orang ke Pulau Tidung untuk bakti sosial dari sebuah dermaga lain. Jadi memang tadi pagi stock kapal yang tersedia sedikit sekali. Dan ternyata kami tidak dipesankan kapal. Seorang pria penghubung dengan travel agent yang ada di dermaga hanya mencarikan kapal apapun yang tersedia untuk memberangkatkan kami bersama penumpang lain. Padalah kapal-kapalnya sudah dicharter orang. WOW!

Info ini saya dapatkan setelah kami menunggu 3,5 jam lamanya dalam kondisi yang panas, sesak, bau, dan semrawut. Anak-anak saya sudah bete, mengantuk dan keringetan. Okay, this is it. Saya telfon teman suami di travel agent itu. Tanpa tedeng aling-aling saya katakan saya merasa tertipu dengan perlakuan yang kami dapatkan. Karenanya perjalanan saya batalkan dan saya menuntut uang kembali. Orang tersebut mulanya menolak mengembalikan uang kami. Alasannya dia tidak tahu kalau kapal lagi langka. HELLO??? Sebagai biro perjalanan mereka harusnya survey, mengecek ketersediaan transportasi! Saya dulu juga sering mengatur perjalanan tim shooting ke berbagai kota, dan mengecek transport selalu jadi prioritas.

Saya keukeuh hingga akhirnya kami sepakat pada pengembalian dengan potongan 20%. Saya pikir tak apalah 400 ribu rupiah melayang dari pada kami sekeluarga bete berkepanjangan, belum lagi di Pulau Tidung juga lagi rendah dengan kehadiran ribuan orang Jakarta.

So that’s it. Saya kapok pakai travel agent. Berkali-kali saya mengatur perjalanan sendiri, nggak pernah sekacau perjalanan kali ini. Bagaimana dengan teman-teman, kalian lebih suka mengatur perjalanan sendiri atau pakai travel agent?

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

32 thoughts on “Tertipu Travel Agent

  1. Atur sendiri xD gak percaya travel agent. Lagian kalo sama travel agent agendanya pastilah ke tempat-tempat turis xD

  2. waduh apes Uni, makanya saya lebih suka sharing cost atau jalan sendiri, tapi tidak menolak juga kalo ada yg bikin event dan travel agentnya terjamin

  3. Apes banget kayaknya Mba’ Sabai dapet travel agent aneh kayak gitu. Terkadang pakai travel agent cari simple dan murahnya. Alhamdulillah.. 2X pakai travel agent waktu ke Karimunjawa dan Lombok gak pernah direpotkan hal seperti itu.

  4. buset. ini travel agent bego apa gimana? 😐

  5. ahh, padahal aku pingin lo sekali-kali jalan pake travel agent.
    mungkin, musti pilih bener-bener, ya

  6. yah, setidaknya pihak agentnya sudah menunjukkan itikad baik tu, mbak 🙂

  7. Sy mewakili cakra holiday mohon maaf atas ketidaknyamanan untuk perjalanan kemarin, dan saya tidak merasa menipu bu tika dan keluarga, karna saya bertanggung jawab juga untuk mengembalikan full payment, kl kami menipu, saya kabur tanpa ada tanggung jawab. Sekali lagi, saya mewakili cakra holiday minta maaf atas ketidaknyamanannya.

  8. eits ibu prod handal mau di cipoa in..
    *gulung tangan baju* nyang mane orangnye?!

  9. belom pernah liburan ke kepulauan seribu, kalo kesana pasti dalam rangka urusan kantor
    btw itu dermaga pelabuhan muara angke yg baru atau yg lama kak?

  10. Aku belom pernah pake travel agent sih. Kemarenan kan banyak promo-promo liburan dari travel agent. Pengen beli sih, tapi malesnya harus nunggu terkumpul sekian banyak orang duluuu..

  11. Kalau jarak dekat atau masih di Indonesia, aku ngatur sendiri saja, lebih enjoy dan tahu apa yang kita mau.
    Tapi lebih baik nggak jadi pergi, Tika, kalau nggak salah di Pulau Tidung itu lagi ada acara Gabung Mulung Tidung yang ramai banget pesertanya 🙂

  12. Saya juga lebih memilih liburan sendiri, anak2 juga senang kok liburan pake kendaraan sendiri, malah menikmati perjalanan

  13. Sama, ini juga pertama kali gw pakai travel agent 🙂

  14. saya pribadi lebih memilih mengatur sendiri daripada pakai travel agent .. selalu begitu kalau liburan .. agak capek memang, tetapi lebih terjamin .. well, masih doyan sate padang kah Uni? 🙂

  15. Aku sering banget kalau pergi-pergi pakai travel, mbak dengan alasan keringakasannya. Pernah beberapa kali memang ngerasa ketipu sama travel agent tapi itu perbandingannya 1 diantara sepuluh-lah. Jadi in overall aku masih enjoy pake agent.
    Ah ya kalau gak salah, wiken ini di Tidung lagi ada acara bersih-bersih sampah Tidung kalau gak salah…

  16. Aku sering banget kalau pergi-pergi pakai travel, mbak dengan alasan keringakasannya. Pernah beberapa kali memang ngerasa ketipu sama travel agent tapi itu perbandingannya 1 diantara sepuluh-lah. Jadi in overall aku masih enjoy pake agent.
    Ah ya kalau gak salah, wiken ini di Tidung lagi ada acara bersih-bersih sampah Tidung kalau gak salah.

  17. Sabar ya kak sabai…. at least uangnya masih bisa kembali walau dipotong 20 %. semoga ga terulang lagi

  18. Waaahh.. parah ah.. klo aku sampe skrg emang gak pernah pake travel agent sama sekali seh mbak.. Apalagi klo jarak deket..

  19. Oh, aku ngeh siapa LSM yang dimaksud di situ. Karena temenku seminggu yang lalu sempat nawarin ikut dalam project bersih-bersih Pulau Tidung bersama 1500 orang itu. Tapi aku nggak ikut karena emang lagi nggak pengen pergi-pergi aja. Aku kalo lebih suka pergi dengan bikin ittinerary sendiri, Jeng. Nggak diatur-aturin biro perjalanan. Bahkan beli tiket pun lebih sering via online ketimbang datang ke biro perjalanan. Sering dapet yang harganya lebih murah ketimbang di biro perjalanan, hihihihik…

    • Agree. Aku pun biasanya cari tiket dan semua keperluan lain sendiri, bikin itinerary sendiri. Kali ini apes, berhubung suamiku terbujuk beli paket perjalanan itu… Pelajaran yg sangat mahal, bete-nya itu yg seharian tak tergantikan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s