BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Puisi Lama Jadi Soundtrack Film

24 Komentar

YAAAYYY!! Puisi lamaku bakal dibikin musiknya sama Ananda Sukarlan dan akan dipakai di opening scene film Hari Ini Pasti Menang. Kabar hari ini, Ananda udah mulai nulis partiturnya. Wooohooo! Ternyata ada gunanya juga nulis di buku harian (soalnya jaman demo mahasiswa 1998 belum kenal blogging).

Aku dilahirkan dalam buaian merah saga
Di haribaan Bunda bernama Indonesia
Pada bahunya kusandarkan separuh nyawa
Membawaku kembali hingga akhir masa
Kutumpahkan keringat, darah dan airmata
Semua untuk menjawab sebuah tanya
Meski kepala terpaksa jadi kaki,
Sudahkah kita menjadi tuan di negeri sendiri?
Berjalan tertatih dengan tubuh penuh luka
Tak sekalipun keluh terdengar dari bibir Bunda
Putra-putrimu sendiri menoreh perih di dada
Tetap tak sekejap pun kasihmu sirna
Telah kujelajah semua sudut buana
Tempaan ujian berbalut pujian mengena
Kepangkuanmulah aku selalu kembali
Bagai tebing tinggi bagi sang rajawali
Kau mungkin tak pernah bisa beri aku semua
Lebih dari sekedar harapan hampa
Tak kan mampu hati ini berpaling
Cinta telah meracuni nadiku
Semburat rona jingga di ujung senja
Serta setangkai kembang kenanga
Sampaikan untaian doa bagi tanah pusaka
Selamanya jaya merayakan Indonesia
Hari Ini Pasti Menang

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

24 thoughts on “Puisi Lama Jadi Soundtrack Film

  1. woowww, hebaaaat. ternyata jago nulis puisi ya. 😀

  2. Kereeeen puisinya…pas banget kata2nya..bikin merinding…

  3. Film nya kapan tayang sih mba, salam kenal 🙂

  4. puisinya keren mbak… 🙂

    semoga filmnya sukses yak …

  5. Cool. Like the poem!

  6. selamat selamat……
    ditunggu rilis filmnya…

  7. berarti puisi lama mbak bakal jadi salah satu lagu di film hari ini pasti menang?? wah, hebat #acungjempol
    saya kok mbuat puisi itu syusah ya 😀

    • tepatnya bakal jadi lagu pembuka film! Ahay!
      pada dasarnya bikin puisi kan semacam curhat, tumpahin aja semuanya gitu 🙂

  8. sungguh keren!

    minta ttd nya juga kakak! *geser2 makchic*

  9. merinding baca puisinya 😐
    keren mbaakkk 😀

  10. ANANDA SUKARLAN? 😯 Wigh kakak Tika hebat euy!
    *minta tanda tangan*

  11. “Putra-putrimu sendiri menoreh perih di dada
    Tetap tak sekejap pun kasihmu sirna”

    duh… merinding..

    KEREN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s