BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Incredible India: Fatehpur Sikri

10 Komentar

Dengan teman jalan baru yang lebih menyegarkan, kami pun semangat melanjutkan perjalanan ke Fatehpur Sikri di negara bagian Uttar Pradesh. Meskipun kini dijuluki kota hantu karena sepi, dulunya pernah jaya saat Kaisar Akbar dari dinasti Mughal membangun istananya tahun 1570. Istana megah ini menjadi tempat tinggal sang raja bersama 3 istrinya, terdiri dari perempuan Muslim, Kristen dan Hindu. Setiap istri dibuatkan istananya masing-masing yang semuanya indah dan mewah. Di dinding kamar istri-istrinya itu konon dulu berhiaskan berlian dan batu-batu permata lain sehingga memantulkan sinar matahari warna-warni. Wiii… saya sih nggak kebayang betapa silaunya mata kalau tembok kamar saya ditempeli berlian. Alkisah menyebutkan, istri Hindu-lah yang paling disayang karena hanya dia yang memberinya putra mahkota.

Pintu rumah sufi kepercayaan raja, Salim Chisti. Seluruh rumahnya dari marmer.

Screen shot 2012-01-25 at 12.02.11 AM

Sebagaimana di tempat-tempat yang ramai turis di India, sejak area parkir kita diserbu pria-pria yang mengaku sebagai official guide. Mereka menunjukkan tanda pengenal sebagai guide resmi yang aspal, tampak asli tapi palsu, dan menawarkan jasa dengan imbalan 250 rupee (sekitar 50 ribu rupiah). Seorang bapak tua berambut oranye pun menawarkan jasanya pada saya. Iseng saya tawar seharga 100 rupee, karena saya sudah menggoogle semua informasi tentang tempat ini sehingga nggak terlalu merasa butuh tour guide. Awalnya dia menolak, tapi lama-lama dia menurunkan harga sendiri hingga mau 100 rupee. Maka jadilah dia mengawal kami berkeliling istana selama 1 jam.

Saya akui, berbagai istana dan benteng peninggalan dinasti Mughal ini luar biasa megahnya. Bangunannya kokoh, bertahan ratusan tahun lengkap dengan semua ukiran dan ornamennya yang indah. Tapi setiap keluar dari istana-istana megah ini yang terlihat adalah kemiskinan dimana-mana. Spontan saya ingat Jakarta. Gedung-gedung pencakar langit di Kuningan, Sudirman dan beberapa area Jakarta pun dibaliknya acap menyimpan deretan rumah-rumah kumuh. Bentuk modern dari kesenjangan sosial yang ada sejak ratusan tahun lalu?

Kembali ke Fatehpur Sikri, di penghujung tour-nya si guide membawa kami mengunjungi 2 orang pria yang menggelar dagangan souvenir dari marmer ukir. Seperti umumnya pedagang di India, mereka gigih banget membujuk kami membeli dagangannya. Sebuah tempat lilin bulat seukuran telur kasuari dari marmer ukir dijual seharga 800 rupee, ditawar mentok di harga 500 rupee. Kami beli karena kasihan. Eh…. ternyata di area parkir ada deretan toko suvenir yang menjual barang serupa dengan harga 200 rupee saja!! Jadinya belanja kemahalan gara-gara guide berambut oranye itu. Huh!

Slogan pariwisatanya sih keren, Amazing Heritage, Grand Experiences. Tapi kalau tour guide aja kelakuannya kayak gitu semua, dimana grand experiences-nya?

Sisa hari kami habiskan dengan meneruskan perjalanan ke Jaipur, sambil sesekali berpapasan dengan onta atau kawanan sapi di tengah jalan. India ini bagaikan surga bagi binatang. Onta, sapi, kerbau, kambing, babi, tupai, gajah hingga monyet bisa dengan bebas berkeliaran di jalanan dengan damai. Nah, di rute ini sangat tidak disarankan membuka jendela mobil. Sepanjang jalan banyak warga menjemur lembengan bundar seukuran piring makan yang ternyata adalah kotoran kerbau untuk dijadikan bahan bakar. Aromanya? Syedaaaap…

Besok cerita tentang Jaipur, pedagang-pedagang yang bulus dan tips shopping di India.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

10 thoughts on “Incredible India: Fatehpur Sikri

  1. Saya pengen nyobain roti khas india deh, apa namanya saya lupa. 😐
    Terus, perihal teh tarik, itu asli turki atau india sih? 😀

  2. ketinggalan beberapa episod saya euy

    ngeliat INdia, selalu kebayang tempat yg selalu dijadikan salah satu titik petualangan dalam Amazing Race dalam setiap sessionnya

    ditunggu sambungannya, uni
    *langsung kopas feed blog*
    😀

  3. aaahhh kebayang kakak baunya tuh jalanan.. klo ada mobil pengangkut sapi aja aku gak mau dekat.. apalagi mereka jalan2 secara bebas kan yak.. hiiiiii

  4. eh repot ga ngajak balita ke India? tapi sabai kalem sih ya…
    *kebayang Vio*

  5. You’re a little bit late honey… permaisurinya udah wafat 500 th lalu, jadi berlian2nya udah dicongkel, tinggal gambar2nya aja dari masa lalu 🙂

  6. wah berlian di dinding, aku mau dong jadi pelayannya di sana *niat nyolong berlian*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s