BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Ancaman

11 Komentar

Kemarin malam, pas malam valentin itu, saya makan sendirian di sebuah restoran sederhana di dalam mall sambil menanti macet sedikit reda. Valentin dan saya makan malam sendirian. Sedih? Nggak juga sih. Dari jaman SMA dulu saya sudah biasa makan atau nonton bioskop sendirian… hehehe…

Malah kadang saat sendirian gitu saya asik mengamati orang-orang di sekeliling. Dan persis disamping saya ada seorang ibu dengan putrinya makan malam. Usia gadis kecil itu kira-kira4 atau 5 tahun. Gadis kecil yang montok itu tampak tidak bersemangat makan. Setelah sekian lama, si ibu jadi tidak sabar menunggui anaknya makan, lalu mengancam dengan nada sangat keras akan meninggalkan si anak di resto itu bila tidak menyelesaikan makannya dengan segera. Tentu si anak ketakutan. Dia terburu-buru makan sampai nyaris tersedak. Itu pun masih diomelin sama ibunya dan setengah diseret keluar resto.

Saya langsung ingat putri saya yang pekan ini menginap di rumah Oma-nya. Duh… mendadak kangen si kecil. I’m not a perfect mother and I must admit that sometimes I lost patience in dealing with her.

Saya juga pernah ‘mengancam’ hendak menurunkannya di tengah jalan ketika dia tiba-tiba rewel minta es krim di dalam mobil yang tengah melaju di jalan tol. Sekarang dia masih kecil, masih sangat takut diancam macam itu. Tapi nanti kalau dia sudah besar, bukankah kita –orang tuanya- yang bakal kuatir kalau ditinggal pergi anak?

Berulang kali saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi mengucapkan ancaman ‘akan meninggalkan’ semacam itu. Meskipun sama sekali tidak berniat benar-benar melakukannya, kita tidak akan tahu rasa sakit yang kita tinggalkan di hatinya saat mendengar ancaman itu. Saya rasa, prinsip yang sama juga berlaku untuk pasangan kita.

I thought I knew love. I used to think I’ve found the love of my life. Yet my little ones taught me what true love is about. I can never leave you no matter what.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

11 thoughts on “Ancaman

  1. yg galak sih maknya, babenya sih baek deh kayaknya :-p

  2. Ping-balik: [Tips] Mengatasi Writer’s Block « mas stein

  3. satu yang saya kuatirkan dari perlakuan “kasar” (dalam tanda kutip) ke anak, dia akan resisten. ketika bentakan ndak lagi mampu mengendalikan dia terpaksa dosisnya nambah, mungkin nadanya semakin tinggi. ketika nada tinggi sudah mencapai puncaknya mungkin perlu ditambah sedikit cubitan. ketika cubitan pun sudah ndak mempan, mau nambah dosis apa lagi?

  4. nice blog jeng
    hahaha

  5. bener, kelak kita juga yg bakal ditinggal 😦

  6. hmmm, menarik … ancaman model seperti itu bisa jadi siksaan psikologis untuk sebagian orang …..

  7. hmm .. semoga selalu bisa berdamai dengan si kecil yah 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s