BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Menyulap Pengalaman Menjadi Ide

4 Komentar

Tanpa basa-basi, judul posting inilah benang merah yang disampaikan om Budiman Hakim di kelas twitalk bertema #creative Jumat petang kemarin. Sejujurnya, ketika sampai di kantor Hotline tempat twitalk diadakan, saya yang bukan orang iklan nggak tau sama sekali, siapa sih Budiman Hakim. Hanya karena rekomendasi kakak inilah saya datang dengan penuh semangat. Dia bilang dengan nada kagum yang tak dapat ditutupi meskipun biasanya dia sangat pelit pujian, “Kalau pengisinya Budiman Hakim pasti seru!”

Om Bud (eh, boleh ya saya manggil begitu?) pun berkisah, bahwa dirinya terhitung orang yang sangat mudah tergerak emosinya oleh berbagai kejadian sehari-hari. Dan rupanya, itulah salah satu rahasia suksesnya di dunia iklan.

Prinsipnya, setiap kali punya pengalaman yang menyentuh emosi, jadikanlah itu sebagai sumber IDE. Karena saat emosi kita tergugah itulah tanda dari Tuhan bahwa kita mendapat ide. Nah lo… baru kali ini saya ketemu sama orang yang bawa-bawa Tuhan buat urusan ide! Biasanya Tuhan mah dibawa ama pak uztad aja buat ceramah di tivi.

Salah satu contohnya adalah TVC Kit-kat menampilan suara cewek bernama Echi nelfon bapak-bapak lemot yang akhirnya menyangka si cewek bernama Charlie. Itu idenya dari hobi orang-orang kantor Om Bud main plesetan! Dan sebenarnya ada 2 versi, satu lagi nggak jadi tayang, sebuah dialog di telefon yang kira-kira isinya gini:

Ibu-ibu: Ya… ini dari siapa?
Cowok : Ini Roy bu.
Ibu-ibu: Dari Ro-i?
Cowok : Bukan, Roy pakai ‘Y’
Ibu-ibu: Oh… Yoi?
Cowok : (mulai kesal) Y-nya di belakang bu!
Ibu-ibu: Iya, Royi kan?
Cowok : (makin kesal) Romeo-Oscar-Yengki!
Ibu-ibu: Ealah…namanya panjang ya!

Maka kepekaan adalah modal buat mencari ide. Kita perlu membuka panca indera lebar-lebar untuk menangkap segala peristiwa di sekitar kita yang menggugah emosi dan jadikanlah ide. Kedengarannya gampang ya? Prakteknya gimana dong… berlanjut di posting ke-2 ya! Janji saya upload segera.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

4 thoughts on “Menyulap Pengalaman Menjadi Ide

  1. iiih kakak ga ngajak-ngajaaaaak 😈

  2. keren nih
    siap menunggu lanjutannya, uni

    *itu ikln yg ga jadi tayang kocak betul*
    😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s