BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Green Zone: Ini Baru Film Perang!

11 Komentar

Amerika Serikat tampaknya tidak akan berhenti membahas perang Irak dalam berbagai medium, termasuk film. Green Zone spesifik membahas ada tidaknya weapon of mass destruction alias WMD, salah satu isu ‘seksi’ dari kompleksnya perang Irak.

Meski film perang, dengan poster yang ‘perang banget’, tapi sebenarnya adegan perang dalam arti dar der dor malah nggak banyak. Ketegangan justru dibangun melalui upaya Miller (Matt Damon) dan pasukannya mencari MWD yang melulu nggak ketemu. Semua informasi intelijen yang mereka terima hasilnya nihil. Maka bergulirlah pertanyaan yang juga menjadi pertanyaan seluruh warga dunia, “Sebenarnya ada nggak sih WMD itu?  Jangan-jangan WMD itu cuma akal-akalan pemerintah US untuk melancarkan perang?”

Miller pun harus menentukan sikap, mau bekerja sama dengan pemerintah yang infonya bodong terus atau cari jalan lain meski mengancam karir militernya. Kisah perang tentu nggak bisa lepas dari keterlibatan warga lokal yang mewujudkan rasa cinta pada negerinya dengan membocorkan informasi pada Miller.

Duet Matt Damon dengan Paul Greengrass yang duluan ngetop melalui Bourne Supremacy-Ultimatum, jelas menjadi daya tarik utama buat saya yang bukan penggemar film perang. Dan seperti karya-karya Paul Greengrass terdahulu, Green Zone berhasil memukau saya dari awal sampai akhir.

Paul berhasil menampilkan gejolak emosi Miller, ketika dia merasa kerjanya dan pasukannya sia-sia, sehingga dia harus memutuskan dengan segera untuk melakukan penyelidikan sendiri.

Camera work yang tampaknya banyak mengandalkan steady cam juga memperkuat intensitas gerakan Miller dan pasukannya, seolah kita dibawa menyaksikan perang di lokasi sesungguhnya. Sepertinya later belakang Paul Greengrass yang sudah matang di film dokumenter dan televisi mempengaruhi pilihan dia ketika menghadirkan realita perang melalui film fiksinya.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

11 thoughts on “Green Zone: Ini Baru Film Perang!

  1. Yang oke dr film ini topiknya kekinian, ceritanya juga masuk akal atau mungkin emang benar kejadian. Cukup membuka mata tentang apa yang terjadi di Irak sana waktu peralihan kekuasaan. Tapi kurang greget kalo dibandingin sm Bourne. Bourne trilogi blom ada yang ngalahin deh!hehe..

  2. Kalo pilem perang, saya pasti suka… 😀

  3. jadi WMD-nya beneran ada gak mbak? kadang malesnya liat pilem beginian karena sangat memuja amrik sebagai pahlawan

  4. uni sabai tampaknya suka bgt ntn.
    bagusan mana sama bourne movies ni?

  5. pengen banget nonton ini… tapi susah cari waktu ke bioskop… T_T

  6. akhirnya nemu website neng sabai dimari!
    nice review neng…

  7. salam.
    numpang liwat tante..

    misi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s