BLOG Swastika Nohara

Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life.

Case 39: Creeps to Your Bones!

Tinggalkan komentar

Emily (Renee Zellweger) adalah seorang perempuan muda, single dan bekerja sebagai social worker khusus menangani anak-anak bermasalah, terutama yang tidak mendapat perlakukan layak di rumah. Emily sangat disibukkan oleh pekerjaannya, sampai ajakan menjalin hubungan serius dari Doug, seorang psikolog anak tidak disambutnya, meski dia sebenarnya naksir pria itu. Suatu hari Emily diberi kasus no.39, seorang anak bernama Lilith Sullivan yang selalu tertidur di kelas dan nilai-nilainya merosot.

Saat bertamu ke rumah keluarga Sullivan untuk menyelidiki kasusnya, Emily mengendus ada sesuatu yang sangat salah dalam keluarga Sullivan dan berusaha mencari tahu. Liku-liku ‘penyelidikan’ Emily nyaris bertemu jalan buntu sampai suatu malam Lilith menelfonnya, meminta tolong. Ditemani petugas kepolisian, Emily mendobrak rumah keluarga Sullivan dan menemukan ayah-ibu Litih baru mulai memanggang anak 12 tahun itu di dalam oven!!

Itu satu bagian di awal cerita ini. Misteri sebenarnya baru dimulai ketika Lilith kemudian dibawa dinas sosial dan timbul berbagai masalah lain yang lebih rumit, menyeramkan serta mengancam banyak nyawa. Dan Emily pun terpaksa bekerja sendirian mengungkap misteri ini, ada apa sebenarnya dibalik upaya pemanggangan Lilith oleh orang tuanya sendiri dan beberapa kasus kematian misterius lain, serta apa yang sebenarnya terjadi pada Lilith?

Film ini menggabungkan unsur horror dan thriller dengan bagus. Christian Alvart, sang sutradara yang juga menggarap Pandorum, berhasil mengatur tempo film ini sehingga menggiring penonton untuk selalu menebak dan terus-menerus berada dalam kondisi antara percaya dan tidak percaya.

Sebenarnya Case 39 adalah film Alvart yang lebih dulu dibikin sebelum Pandorum, master piecenya di tahun 2009. Namun entah kenapa, Case 39 yang diproduksi sejak 2007 ini pun baru edar di US bulan Oktober 2009 dan baru masuk ke bioskop Jakarta sekarang ini. Menurut saya, ini film yang harus ditonton di bioskop. Karena efek creepy-nya tidak akan maksimal bila nonton DVD meski pakai set home theater paling canggih sekalipun.

Meskipun dilabeli horror namun jangan berharap melihat hantu gentayangan dan penampakan setan yang menyeramkan di film ini. Case 39 lebih banyak meneror isi kepala penontonnya dengan misteri dan kejutan yang tak disangka, sehingga rasa takutnya pelan-pelan merayap di kepala lalu terus masuk menjalari tulang belulang kita… The fear is not on the screen, but in your head.

Penulis: Swastika Nohara

A woman who enjoys life… Life is the coffee, while jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain life, and do not change the quality of life. Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee provided…. So, don’t let the cups drive you, enjoy the coffee instead! Err… in less philosophical words, I’m a freelance script writer both for fiction and documentary, content writer, fixer and translator. With a team, I also do video presentation and corporate profile filming. Based in Jakarta but eager to travel anywhere on earth.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s